Saturday, August 13, 2016

Bajak Laut Popcorn

Judul: Bajak Laut Popcorn
Penulis: Alexander McCall Smith
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penerbit: Buah Hati
Tebal: 144 halaman
Cetakan I, April 2010
Goodreads Rating: 3.78/.00


Di sebuah tempat tidak terlalu jauh dari Jamaika, terdapat titik-titik empat pulau kecil yang disebut Kepulauan Popcorn. Awal mula penghuni kepulauan Popcorn adalah para pelaut yang sudah lelah berlayar dan menginginkan tempat tinggal tetap untuk membina keluarga. Generasi demi generasi lahir kemudian. Penghasilan utama penduduk Kepulauan Popcorn tidak lain dan tidak bukan adalah bertani popcorn atau berondong jagung. 

Di salah satu Kepulauan Popcorn, tepatnya di Pulau Besar, tinggallah Lucy bersama adiknya, Sam dan kedua orang tuanya. Lucy juga memiliki seorang sahabat bernama Hermione yang tinggal bersebelahan dengan rumahnya di salah satu perkebunan popcorn.

Saat musim panen tiba, Lucy dan teman-temannya akan berlibur sekolah dan ikut serta dalam panen besar. Secara rutin Kapten Foster akan datang bersama kapalnya untuk mengangkut hasil panen untuk diperdagangkan. Biasanya Kapten Foster akan datang lagi untuk mengangkut hasil panen kedua.

Hari itu Kapten Foster dan kapalnya kembali lebih cepat dari perkiraan. Ada yang aneh, ada sesuatu yang telah menimpa Kapten Foster, sesuatu yang terasa buruk. Kapal Kapten Foster dirampok bajak laut, seluruh popcorn yang diangkut lenyap diambil mereka.

Bahkan sebuah rencana buruk akan tetap lebih baik daripada tidak memiliki rencana sama sekali.

Sudah diputuskan, Lucy, Hermione, dan Sam akan ikut bersama Kapten Foster dan anjingnya, Biscuit, dalam pelayaran berikutnya. Tugas mereka adalah mengawasi keberadaan kapal lain sementara Kapten Foster beristirahat. Seperti kemungkinan terburuk yang sudah terbayangkan, kapal bajak laut itu muncul lagi!

Seorang kapten kapal, dengan anjing kecil, dan tiga orang anak kecil bukanlah halangan yang menakutkan bagi sekumpulan bajak laut yang jahat. Setelah memindahkan semua hasil panen ke kapal mereka, para bajak laut menemukan ketiga bocah tersebut sedang bersembunyi di balik tumpukan karung-karung usang. Malang nasib mereka, ketiganya ikut berpindah kapal sementara sang kapten kembali diikat dengan tali dan ditinggal sendirian di atas kapalnya.

Lucy dan Hermione diperintahkan membantu di dapur, sementara Sam dipaksa menaiki tiang-tiang kapal untuk mengikat tali-tali. Tapi mereka tidak menyerah begitu saja, sepanjang dalam penawanan ketiganya selalu memikirkan cara terbaik untuk melepaskan diri dari para bajak laut itu.

Kalau kamu ingin mengalahkan kehebatan orang lain, apa yang akan kamu lakukan? Kamu harus mencari kelemahan-kelemahan mereka.

Memanfaatkan sifat para bajak laut yang serakah dan pemalas, ketiga bocah itu mulai merencanakan sebuah usaha penyelamatan diri. Mereka menawari para bajak laut hidangan makan siang popcorn yang dimasak oleh penduduk asli Kepulauan Popcorn. Alih-alih memasak secukupnya, ketiga bocah menyiapkan bak mandi penuh dengan popcorn untuk dimasak. Banjir popcorn pun terjadi di dapur, sementara ketiga bocah tersebut berusaha mengambil alih kendali kapal.

***

Saturday, August 6, 2016

The Diary of Amos Lee

Judul: The Diary of Amos Lee: Hasil Renungan Nongkrong di WC
Penulis: Adeline Foo
Penerjemah: Tessa Febiani
Penerbit: Buah Hati
Tebal: 140 halaman
Cetakan II, Agustus 2011
Goodreads Rating: 3.94/5.00

Diary ini dimulai karena resolusi Tahun Baru Ibuku untuk membuatku menulis.

Ibu mendapat ide aneh. Menurutnya, kami harus memanfaatkan buku di kamar mandi sebaik-baiknya. Di tembok di atas WC, Ibu memasang rak gantung tempat menyimpan buku tulis, beberapa bolpoin, dan pensil warna. Ibu bilang waktu aku melakukan "urusan penting" di toilet, aku bisa menulis. "Maksimal lima sampai delapan menit!" kata Ibu. "Ibu tidak mau kamu terkena wasir!"

Amos Lee

Amos Lee, seorang bocah SD asal Singapura dengan terpaksa menuruti resolusi yang dibuat Ibu di awal tahun, yaitu menulis diary di dalam kamar mandi saat dia sedang melakukan "panggilan alam" di toilet. Pilihan lainnya, yaitu membuat satu karangan selama satu jam setiap harinya bukanlah pilihan yang lebih baik.

Ayah bilang, kegiatan menulis akan mengajariku melakukan banyak hal sekaligus. Itu kemampuan yang sangat penting untuk aku miliki saat sudah bekerja nanti.

Bersamaan dengan ibu yang memiliki pekerjaan baru sebagai penulis artikel, Amos sering kali menghabiskan waktu menemani ibu untuk melakukan riset. Melalui buku diarinya, Amos menceritakan petualangan kulinernya di Singapura dengan mengunjungi beberapa tempat makan enak bersama sang ibu, melakukan pengamatan alam, dan melakukan acara amal di  rumah sakit.

Amos juga bercerita tentang kedua sahabatnya, Alvin dan Anthony. Mereka menyebut diri sebagai 3A karena kesamaan alfabet depan nama mereka. Meskipun ketiganya tidaklah unggul secara akademis, kisah mereka dalam buku diari Amos tidak kalah menarik. Amos menceritakan bullying yang dilakukan murid senior di sekolah kepada mereka bertiga, proyek rahasia PSP yang membuat Amos dan teman-temannya berusaha menghasilkan uang dengan berbagai cara, prakarya daur ulang, serta keikutsertaan mereka dalam Perayaan Hari Nasional.

Amos juga menceritakan hari-hari yang dilaluinya bersama keluarga. Menghabiskan waktu bersama ayah melihat atraksi pesawat terbang, menemani Ah Kong mengamati burung-burung, berburu buku bersama ibu serta mengikuti bazar.

***