Sunday, January 31, 2016

Travelers' Tale

1493217
Judul: Travelers' Tale
Penulis: Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat, Ninit Yunita
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 230 halaman
Cetakan Pertama, 2007
Goodreads Rating: 3.70/5.00

A thousand mile journey begins with the first step
Francis di Kansas City, USA.
Retno di Copenhagen, Denmark.
Farah di Hoi An, Vietnam.
Jusuf di Cape Town, Afrika Selatan.

Keempatnya dulu adalah segerombolan sahabat sejak kecil sampai SMA ketika masih di Jakarta. Persahabatan mereka berlanjut lewat surel karena jarak yang sekarang tercipta.

Sebuah kabar mengejutkan dikirimkan Francis kepada ketiga sahabatnya, yang pada langkah berikutnya menentukan masa depan yang tidak pernah terbayangkan bagi mereka. Francis akan menikah. Di Barcelona.

Kabar ini seharusnya menjadi kabar bahagia bagi mereka, tapi tidak bagi Farah. Sudah lama dia menyukai Francis diam-diam. Kabar Francis akan menikah membuat dia membulatkan tekad untuk datang. Mengabaikan bahwa ia sangat membenci naik pesawat terbang, Farah melakukan perjalanan Vietnam-Spanyol dengan tujuan untuk mengungkapkan perasaannya pada Francis, dan menghentikan pernikahan Francis dengan gadis Catalan itu.

Kabar Farah pergi ke Barcelona demi menghentikan pernikahan Francis membuat Jusuf mengubah rencana yang awalnya memutuskan tidak hadir. Jusuf sudah lama menyukai Farah. Kalau Farah sampai berhasil menggagalkan pernikahan Francis dan mendapatkan cintanya, dunia Jusuf akan hancur. Jusuf memutuskan pergi meninggalkan Cape Town dan menghabiskan tabungannya menuju ke Barcelona demi menghentikan rencana nekad Farah.
If you spend too much time thinking about it, then you miss it! Things come. Keep looking, meet different people, and exchange ideas. There is no rule
Retno dari awal memperoleh surat undangan Francis, memang memutuskan untuk hadir. Jarak Copenhagen ke Barcelona tidak terlalu jauh dibanding kedua sahabatnya yang lain. Tapi ada kisah yang tertinggal antara dirinya dan Francis. Retno, dari lubuk hati terdalamnya mencintai Francis. Kalau saja tidak ada perbedaan kepercayaan di antara mereka, Retno tidak perlu melakukan penolakan sebanyak dua kali atas pernyataan cinta Francis.

A groom to be, Francis, seharusnya menjadi pria paling bahagia karena akan menikahi seorang gadis cantik asal Spanyol, Inez. Are you ready to get married? adalah pertanyaan yang sudah dua kali dalam sehari ditanyakan padanya dan membuat Francis berkontemplasi lebih dalam. Sebuah telepon dari masa lalu membangkitkan kesadarannya akan keputusan yang telah diambilnya.

Keempatnya melakukan perjalanan melintasi benua, menembus batas antar negara, bahkan rela menguras tabungan bertahun-tahun mereka demi mencari jawaban. Cinta Farah pada Francis, cinta Francis pada Retno, dan cinta Jusuf pada Farah.
Future is for us to find out. Fortune is for us to seek.
***

Sunday, January 24, 2016

Gege Mengejar Cinta

Judul: Gege Mengejar Cinta
Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 234 halaman
Cetakan keempat, Maret 2005
Goodreads Rating: 3.39/5.00

A tree falls in a forest with no one hearing it. Does it really fall? The answer is yes...But whocares?

Adalah Geladi Garnida atau Gege yang sejak pertama kali melihat sosok itu, pusat hidupnya telah berubah. Hanya dia, hanya Caca. Gege pertama kali mengenal Caca sejak SMP, ketika Caca menjadi anak baru di sekolahnya. Caca yang cantik, Caca yang tidak bisa dia dekati. Dari tahun ke tahun, Gege hanya menjadi pengagum rahasia yang hanya bisa menyaksikan Caca berganti dari satu pacar ke pacar yang lain, terlebih Caca tinggal di depan rumah Gege.

Sudah bertahun-tahun sejak Caca pindah ke luar negeri saat SMA, Gege tidak pernah tahu lagi keberadaan dan kabar Caca. Tapi ingatan Gege akan Caca tidak pernah berubah. Gege tetap setia menunggu Caca entah sampai kapan.

Gege bertemu lagi dengan Caca secara tidak sengaja. Lebih tepatnya Gege yang melihat Caca. Gedung tempat Caca bekerja berdampingan dengan gedung tempat Gege bekerja. Sejak saat itu rute Gege (dan teman-temannya) untuk makan siang berubah memutar, karena Gege ingin melihat wajah Caca dari kejauhan.

Dengan bantuan teman-temannya, Gege mulai mendekati Caca. Berawal dari menolong Caca dari PDKT atasannya hingga rutin menemani makan siang dan pertemuan-pertemuan mereka berikutnya. Gege dan Caca pada akhirnya saling mengetahui isi hati masing-masing. Sayang, kedekatan mereka terganggu karena Gege sering salah sebut nama ketika bersama Caca. Bukan nama Caca yang dipanggil, tapi Tia, teman kerja yang juga sahabat yang diam-diam menyukai Gege.
Wanita pada dasarnya memang suka dikejar. Tapi wanita tidak suka dipaksa berjalan lebih cepat dari yang mereka inginkan dan bahwa wanita menyukai kondisi di mana mereka memegang kontrol atas setiap pendekatan. ini, by the way adalah kode etik yang melandasi terbangunnya peradaban manusia
***

Sunday, January 17, 2016

Negeri 5 Menara

6688121 
 Judul: Negeri 5 Menara
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 432 halaman
Goodreads Rating: 4.01/5.00

Mandirilah maka kamu akan jadi orang merdeka dan maju. I'timad 'ala nafsi, bergantung pada diri sendiri, jangan dengan orang lain. Cukuplah bantuan Tuhan yang menjadi anutanmu.
Man Jadda Wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.

Itu adalah mantra yang didengar Alif di kelas pertamanya di Pondok Madani. Mantra itu diteriakkan berulang-ulang oleh Ustadz Salman di hadapan murid-muridnya. Mantra yang kelak akan menjadi kompas hidup Alif sampai dewasa.

Masuk Pondok Madani bukanlah impian yang pernah muncul dalam benak Alif. Cita-cita Alif kelak setelah lulus Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) adalah melanjutkan pendidikan ke SMA terbaik di Bukittinggi kemudian menggapai cita-cita menjadi seperti Habibie dengan masuk ITB. Cita-cita hanya menjadi khayalan kalau Amak sudah berkata tidak.

Amak bermimpi anaknya akan menjadi the next Buya Hamka. Oleh karena itu Amak menginginkan Alif melanjutkan sekolah ke Madrasah Aliyah, Mendalami ilmu agama sepenuhnya.

Di tengah aksi protesnya, surat dari seorang paman yang tinggal di Kairo memberinya ide untuk jalan keluar masalahnya. Alif memutuskan untuk masuk ke Pondok Madani yang jauh di Jawa Timur sana. Meskipun tidak yakin dan berat hati, Alif memutuskan untuk tetap berangkat.

Tak kenal maka tak sayang, lambat laun Alif menikmati kehidupan barunya di Pondok Madani. Meskipun sesekali, surat dari Randai, sahabat sekaligus saingannya di kampung halaman membuat Alif tersulut rasa iri karena kehidupan impiannya sedang dijalani Randai.
Penderitaan bersamalah yang menjadi semen dari pertemanan yang lekat.
Di Pondok Madani, Alif bertemu sahabat-sahabatnya Baso, Raja, Atang, Dulmaji, dan Said. Bersama-sama mereka menjalani hiruk pikuk kehidupan pondok, menjalani hukuman dari The Magnificent Seven, serta berbagi impian di bawah menara masjid Pondok Madani. Meskipun berbagai pencapaian telah diraihnya, Alif tetap saja bimbang tentang masa depan yang akan dijalaninya selepas lulus dari Pondok Madani.
Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukan sekarang, tapi ada yang lebih besar dan prinsipil, yaitu menjadi manusia yang telah menemukan misinya dalam hidup.
***

Monday, January 4, 2016

Saksi Bisu

13598438

Judul: Saksi Bisu
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 384 halaman
Cetakan Kesepuluh Maret 2012
Goodreads Rating: 3.78/5.00

Di suatu kota kecil dekat London, yaitu Market Basing berdiri sebuah bangunan kuno dan apik bernama Puri Hijau. Puri Hijau dulunya dihuni Jenderal Arundell bersama keempat anaknya. Anak Jenderal Arundell yang tersisa dan masih menghuni Puri Hijau adalah Miss Emily Arundell. Miss Arundell tidak menikah, keluarga yang masih dimilikinya adalah tiga orang keponakan yang tidak disenangi oleh Miss Arundell. Ketiga orang keponakannya hanya berusaha untuk mendapatkan hati Miss Arundell dengan tujuan mendapat warisan dari Bibi mereka yang kaya raya itu.

Di Puri Hijau, Miss Arundell tinggal bersama pelayan pribadi, seorang pembantu, dan seorang koki. Ditambah Bob, seekor anjing yang setia. Miss Arundell sudah berusia di atas tujuh puluh tahunan,  tetapi semangat hidupnya tinggi sehingga pernah dia berhasil selamat dari penyakit mematikan yang dideritanya. Menjelang Paskah, ketiga keponakannya datang untuk berkunjung dan menginap di Puri Hijau. Seperti biasa ketiganya berusaha untuk meminta bagian dari kekayaan yang dimiliki Miss Arundell.

Sebuah peristiwa hampir merenggut nyawa Miss Arundell. Miss Arundell jatuh dari tangga karena menginjak mainan Bob yang tergelak di ujung atas tangga. Setidaknya itu menurut semua saksi mata. Beruntung Miss Arundell tidak menderita cedera parah. Sejak peristiwa itu, Miss Arundell merasakan keganjalan dari peristiwa itu. Karena keresahannya, Miss Arundell akhirnya menulis sebuah surat kepada Detektif terkenal, Hercule Poirot.

Sayang, sang detektif menerima surat itu sebulan setelah kematian Miss Arundell. Naluri detektifnya mendorong Hercule Poirot untuk menyelidiki langsung perihal datangnya surat yang terlambat itu. Kematian wajar yang terjadi pada Miss Arundell menjadi mencurigakan di mata sang detektif. Penyelidikannya di Puri Hijau serta wawancara langsung dengan orang-orang terdekat Miss Arundell, termasuk ketiga keponakan Miss Arundell, menambah kecurigaan sang detektif akan penyebab kematian Miss Arundell.
Akan tiba waktunya aku meraih bola-bola itu satu per satu, membungkuk penuh hormat, dan pergi meninggalkan panggung.

****