Thursday, October 23, 2014

Emily of New Moon

Judul: Emily of New Moon
Penulis: Lucy Maud Montgomery
Penerjemah: Ambhita Dhyaningrum
Penerbit: Qanita
Tebal: 524 halaman
Cetakan I, Juli 2010
Goodreads Rating: 4.08/5.00

Aku sering tak bisa menjelaskan mengapa aku melakukan sesuatu. Dan terkadang, aku melakukannya hanya karena aku ingin punya pengalaman mengasyikkan untuk kuceritakan kepada anak cucuku kelak.

Emily Byrd Starr tidak pernah terbayang akan meninggalkan rumah lembah dan segala petualangannya bersama Adam dan Hawa, Dewi Angin dan sang Kilat suatu hari nanti. Kematian sang ayah, membuat Emily harus ikut bersama keluarga mendiang ibunya, keluarga Murray yang terkenal kolot, angkuh, dan menentang pernikahan ayah dan ibu Emily.

Dengan berat hati, Emily tinggal bersama salah satu saudara ibunya, Bibi Elizabeth di rumah pertanian New Moon. Agak sedikit melegakan karena Emily masih memiliki Bibi Laura yang baik hati dan Sepupu Jimmy yang menyenangkan untuk tinggal di sana. Merasa tidak bahagia di bawah pengawasan Bibi Elizabeth yang tanpa kompromi, Emily semakin tertekan ketika harus melewati hari pertama bersekolah. Guru sekolah yang sangat membencinya dan juga teman-teman sekelas yang tidak suka dengan keberadaan keturunan Murray di tengah-tengah mereka. Tapi tidak butuh waktu lama bagi Emily untuk kemudian menjalin persahabatan dengan Rhoda Stuart, begitu juga tidak butuh waktu lama bagi Rhoda Stuart untuk mengakhiri persahabatannya dengan Emily. Emily yang tidak pernah mempunyai teman sebelumnya, merasa begitu sedih.

Namun, kini semua telah musnah dan dia tak akan pernah bisa menyayangi atau memercayai seseorang lagi. Karena dalam rasa cinta dan kepercayaan, ada luka yang siap ditorehkan.
Emily mempunyai cara tersendiri untuk tetap bersemangat dan memandang segala sesuatu dengan optimis meskipun banyak orang tidak menyukai keberadaannya. Selain menjelajahi setiap sudut New Moon dan sekitarnya, Emily menemukan dirinya kembali banyak menghabiskan waktu dengan menulis meskipun hanya di balik kertas-kertas bekas yang diminta secara sembunyi-sembunyi dari Bibi Laura. Melalui tulisan, Emily menumpahkan segala keluh kesah, pengalaman, bahkan imajinasinya dalam bentuk surat untuk mendiang ayah yang tak akan pernah membacanya. Bahkan Emily mulai menemukan kecintaan akan kata-kata dalam puisi dan meyakini suatu saat dirinya akan menjadi penulis.

Emily juga mulai membuka hatinya untuk menjalin persahabatan kembali, kali ini dia bersahabat dengan Ilse Burnley yang terkenal dengan emosinya yang meledak-ledak. Meskipun seringkali berselisih paham, bahkan kata-kata umpatan sering terlontar, baik Emily maupun Ilse tidak bisa memungkiri kalau mereka membutuhkan satu sama lain. Emily juga mulai berteman dengan Teddy Kent, Perry yang bekerja sebagai pembantu di New Moon, Lofty John yang selama ini bermusuhan dengan keluarga Murray, menaklukkan hati Nenek-Bibi Nancy Priest dan bertemu Dean Priest yang merupakan teman ayahnya.

Kau terlihat seperti bintang, kepribadianmu bak bintang yang bersinar terang. Kau seharusnya tinggal di langit saat malam, sehabis matahari terbenam, atau di langit pagi hari sebelum matahari terbit.

***

Friday, October 10, 2014

Sung Kyun Kwan Scandal

Judul: Sung Kyun Kwan Scandal
Penulis: Jung Eun Gwol
Penerjemah: Adji Annisa Zakiadini
Penerbit: NouraBooks
Tebal: 427 halaman
Cetakan I, Oktober 2012
Goodreads Rating: 4.18/5.00

Semua orang mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Beratnya kesulitan itu hanya bisa dirasakan masing-masing orang. Belum tentu kita yang lebih muda menghadapi beban yang lebih ringan daripada mereka yang lebih tua

Kim Yoon-hee tidak pernah berharap dirinya akan menjadi salah satu mahasiswa Sungkyunkwan. Hidup berat yang dilalui bersama ibu dan adik lelaki yang sakit-sakitan, Kim Yoon-shik, memaksa Kim Yoon-hee menyembunyikan identitas sebagai perempuan dan berpura-pura menjadi adiknya untuk mencari penghidupan. 

Di masa itu, perempuan tidak diperbolehkan belajar dan bersekolah, tapi hal itu tidak menghalangi tekad Kim Yoon-hee. Sejak kecil ia telah mengambil pekerjaan sebagai penyalin buku paket, yang hasilnya dipakai untuk membeli makanan dan obat-obatan untuk adiknya. Di balik niat itu, dia juga ingin agar adiknya, Kim Yoon-shik bisa belajar untuk mengikuti ujian negara.

Tapi karena kondisi Kim Yoon-shik yang tidak memungkinkan, Kim Yoon-hee dalam hati juga tertarik untuk menguji kemampuannya di ujian negara. Dengan nekad, Kim Yoon-hee mengikuti ujian, dan berhasil lolos bahkan mendapat pujian dari Kaisar. Situasi memaksanya untuk menghuni asrama Sungkyunkwan dengan bayang-bayang hukuman mati akan diterima jika identitas aslinya terbongkar.

Di asrama, Kim Yoon-hee kembali bertemu dengan Lee Seon-joon, anggota Partai Noron, yang telah membantunya selama ujian. Yang tidak diantisipasi Kim Yoon-hee adalah, bahwa di asrama itu dia akan berbagi kamar dengan beberapa mahasiswa lainnya. Selain Lee Seon-joon, Kim Yoon-hee akan sekamar dengan Moon Jae-shin, anak dari bangsawan Soron, atau dikenal dengan panggilan Geol-oh atau si Kuda Gila karena kesenangannya untuk berkelahi. Belum lagi gangguan dari penghuni kamar sebelah, Gu Yong-ha yang selalu curiga bahwa Kim Yoon-hee adalah seorang wanita.

***