Saturday, April 26, 2014

Swiss: Little Snow in Zurich

Judul: Swiss: Little Snow in Zurich
Penulis: Alvi Syahrin
Penerbit: Bukune
Tebal: 302 halaman
Cetakan II, Oktober 2013
Goodreads Rating: 3.57/5.00

...salju yang hangat, tawa yang mencair, aku telah jatuh cinta, jangan sesatkan aku dalam teka-tekimu
Yasmine meninggalkan Indonesia setelah ibunya meninggal karena kecelakaan, mengikuti Dad yang ingin melupakan kepedihannya dengan kembali ke kota kelahirannya, Zurich, Swiss. Yasmine bersekolah di Kantonsschule Ramibuhl, setingkat SMA dan berkenalan dengan kedua sahabat barunya, Elena dan Dylan. Sepulang sekolah, Yasmine senang menghabiskan waktu dengan duduk di pinggir dermaga Danau Zurich, melempar sandwich ke arah angsa-angsa yang berenang di sana dan memotret pemandangan yang menarik hatinya dengan kamera yang selalu terkalung di lehernya. Beberapa minggu ini, kehadiran lelaki itu juga membuat Yasmine selalu harap-harap cemas ketika menuju dermaga.

Laki-laki itu bernama Rakel. Ketika Yasmine tiba di tepi dermaga, lelaki itu akan duduk di ujung dermaga lainnya, memandang ke arah danau dan melemparkan kerikil ke kejauhan. Sesekali mata mereka bertemu dan tak jarang senyum malu-malu juga mengikuti. Setelah perkenalan itu, Rakel yang ceria selalu berhasil mengundang tawa di bibir Yasmine dengan cerita dan ulah jahilnya.


Bersama Yasmine, Rakel menjalankan agenda musim dingin yang sudah direncanakan jauh-jauh hari dari masa lalunya. Bermain ice skating di Dolder Ice Rink, menghabiskan cokelat yang mereka beli sembari menghabiskan malam di Jembatan Munsterbrucke, dan berwisata ke puncak Uetliberg. Yasmine jatuh cinta... Tapi sikap Rakel menjadi berubah ketika Yasmine menyebut nama Dylan.

Yasmine terjebak ke dalam masa lalu yang ingin dikembalikan Rakel, serta persahabatan Rakel dengan Dylan dan Elena yang sepertinya terjadi kesalahpahaman. Ketika perasaannya semakin dalam, Yasmine tidak yakin dengan yang dirasakan Rakel terhadap dirinya.

Apakah kau pernah berusaha melupakan seseorang, tetapi yang kau dapati malah semakin teringat dirinya? Apakah kau pernah menanti pesan singkat yang sekadar menanyakan kabar dari seseorang yang mungkin sudah melupakanmu? Apakah kau pernah berusaha menjalani hubungan dengan seseorang, tetapi hatimu tak pernah bisa berlabuh untuk seseorang itu -- hatimu masih tersimpan di tempat yang sama untuk orang yang sama di masa lalu?

Wednesday, April 23, 2014

London: Angel

Judul: London: Angel
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 330 halaman
Cetakan ketiga, 2013
Goodreads Rating: 3.66/5.00

"Kau harus mengatakannya segera. Jangan menunda. Jangan habiskan separuh hidupmu untuk menunggu waktu yang tepat. Seringnya, saat kau sadar, waktu yang tepat itu sudah lewat. Kalau sudah begitu, kau cuma bisa menyesal."
Gilang membutuhkan waktu delapan tahun untuk menyadari bahwa dia telah mencintai sahabat kecilnya, Ning. Tidak ada keberanian untuk mengungkapkan perasaannya secara langsung karena ikatan persahabatan yang tidak ingin dirusak Gilang. Ketika ingin mengungkapkan, hanya rasa penyesalan yang terjadi karena Ning sudah jauh pergi untuk kuliah dan kemudian bekerja di London, Inggris.

Suatu malam di Bureau, bersama teman-temannya, Gilang membuat keputusan untuk pergi ke London dan mengungkapkan cintanya secara langsung. Dengan bantuan teman-temannya pula, segala tiket dan akomodasi untuk tiba dan selamat sampai tujuan, telah dipersiapkan semua untuk Gilang.

Hanya waktu lima hari yang dimiliki Gilang untuk berada di London. Harapannya yang terlanjur tinggi seketika jatuh terjungkal ke tanah ketika mengetahui Ning tidak berada di kediamannya, begitu juga dengan keesokan hari ketika disadari rumah itu masih juga sepi.

Tanpa Ning, Gilang berusaha mencari penghiburan lain dengan berkeliling London. Mengunjungi London Eye, yang tadinya Gilang hanya berniat melihatnya dari jauh karena dia yang tidak nyaman dengan ketinggian. Tapi ajakan seorang gadis yang dijuluki Gilang mirip Goldilocks membuat Gilang tidak kuasa menolak dan pasrah (tapi rela) mengikuti langkah gadis itu menaiki London Eye.

Di tengah kecemasan hatinya untuk segera mengungkapkan perasaannya pada Ning, Gilang dibuat penasaran dengan kehadiran gadis Goldilocks itu. Gadis itu selalu muncul tiba-tiba, ketika hujan turun. Gadis itu juga menghilang secara tiba-tiba ketika hujan berhenti. Apakah perkataan penjaga toko di James Smith & Sons itu benar? Hujan terkadang membawa malaikat turun bersamanya...

Gilang baru bertemu dengan Ning di hari ketiga keberadaanya di London. Ning tentu saja sangat bahagia bertemu seorang sahabat yang pasti sangat dirindukannya. Bersama Ning, Gilang mendapat tur London dengan seorang pemandu. Di tengah-tengah pertemuan kembali mereka, Gilang berusaha mencari celah untuk segera mengungkapkan perasaannya.

Menunggu cinta bukan sesuatu yang sia-sia. Menunggu seseorang yang tidak mungkin kembali, itu baru sia-sia.

Saturday, April 19, 2014

Last Minute in Manhattan

Judul: Last Minute in Manhattan: Beri Cinta Waktu
Penulis: Yoana Dianika
Penerbit: Bukune
Tebal: 402 halaman
Cetakan ketiga, Mei 2013
Goodreads Rating: 3.70/5.00

Jagalah apa yang selalu membuatmu tersenyum -- jangan menjaga apa yang membuatmu sedih. Hidup itu singkat, dinikmati sajalah.
Callysta merasa hidupnya tanpa arah. Ibu yang tidak pernah menginginkan kehadirannya dan telah pergi untuk menikah dengan seorang pengusaha Singapura. Kekasihnya berselingkuh di depan mata. Belum lagi baru disadari kalau selingkuhan kekasihnya adalah anak dari pengusaha yang dinikahi sang ibu. Mungkin akan semakin buruk kalau ternyata calon istri dan adik tiri yang akan dikenalkan Papa pada dirinya tidak akan menyambut baik kehadirannya.

Beruntung Sophie, calon ibu tirinya, dan Mark, calon adik tirinya, menerima Callysta dengan hangat. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menjadi akrab. Karena dorongan Papa dan kedua calon keluarga barunya untuk belajar dan melihat hal baru, Callysta mengiyakan untuk pergi bersama ibu dan adik tirinya untuk tinggal di Hermosa Beach, California.

Pada awal-awal keberadaanya di Hermosa, Callysta masih mengurung diri, meratapi nasib, dan tidak mau menerima ajakan Mark untuk melihat-lihat lingkungan barunya. Tapi berkat dorongan semangat dari Papa dan Mark, Callysta memutuskan membuka diri. Hari pertama mengunjungi Hermosa Beach, Mark memperkenalkan Callysta pada Vesper Skyller, sahabat Mark yang pada hari pertama melihatnya, Callysta tidak bisa mengendalikan debaran jantungnya yang tak menentu.

Bersama Mark dan Vesper, Callysta mulai menikmati kehidupannya di Hermosa. Mengunjungi peternakan kuda milik Sophie di Westlake Village, Mystery Spot di Santa Cruz, bahkan ikut merayakan Pesta Halloween.

Meskipun menyukai Vesper, Callysta masih tidak mau mengakui perasaannya. Rasa patah hatinya karena ulah Abram, kekasih yang sudah mengkhianatinya, membuat Callysta tidak serta merta membuka hatinya untuk Vesper. Terlebih kehadiran Rachel, teman sekolah Vesper, yang terang-terangan menyukai laki-laki bermata abu-abu itu. Apalagi peristiwa rusaknya barang berharga milik Callysta di Westlake Village membuat Callysta enggan bertemu dengan Vesper.
Saat kau masih ada di rahim ibumu, Tuhan sudah menantangmu akan dua hal: kau terus hidup untuk terlahir di dunia dan bertekad untuk menjalani apa pun risiko yang akan menghadangmu -- atau kau mati dan tidak pernah terlahir di dunia sama sekali. Hanya orang-orang yang punya keberanian ekstra yang berhasil terlahir di dunia, dan hidup sampai saat ini.

Friday, April 18, 2014

Antologi Rasa

Judul: Antologi Rasa
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 344 halaman
Cetakan kesembilan, Mei 2013
Goodreads Rating: 3.69/5.00

All you'll know for sure is the more she makes you suffer, the more you find you love her.
Yang tidak disadari Denise adalah bahwa Ruli mencintainya, sejak jaman sama-sama kuliah di Boston. Meskipun Denise telah menikah, Ruli tetap berharap Denise melihatnya terlebih karena kelakuan buruk suami Denise.
Yang tidak disadari Ruli adalah Keara mencintainya sejak pertama bertemu di lift di hari pertama mereka bekerja, dan tahu bahwa sepertinya mustahil karena cinta Ruli pada Denise.
Yang tidak disadari Keara adalah Harris mencintainya sejak pertama melihat Keara muncul di lift bersama Ruli. Cinta yang sepertinya mustahil karena Keara mencintai Ruli, dan lebih menyakitkan karena melihat Keara mencintai orang yang tidak mungkin membalas perasaannya.

Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang Harris Risjad ketika dia berkesempatan menikmati balapan malam F1 di Singapura hanya berdua dengan Keara, sahabat yang diam-diam dicintainya. Thanks to Ruly, yang tiba-tiba membatalkan keikutsertaannya. Tapi kisah Singapura itu berakhir tragis karena sebuah "kesalahan" yang dilakukan Harris, terlebih pada saat itu kondisi Keara yang too drunk to realize.

Keara yang mencoba melupakan persahabatannya dengan Harris kemudian bertemu dengan Panji, laki-laki yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Harris, seorang Penjahat Kelamin juga. Dengan Panji, Keara bermaksud hanya untuk bersenang-senang atau sebagai pengalih perasaannya pada Ruly yang tak kunjung berbalas. Di tengah usahanya melupakan Ruly, takdir membawa Keara kembali berdekatan dengan Ruly.


Sebuah proyek besar di kantornya, membuat Keara harus satu tim dengan Ruly. Pikiran skeptis Ruly tentang Keara yang party girl, menjalani hidup hanya untuk bersenang-senang, berubah ketika berkesempatan untuk berdua dengan Keara. Keara yang mencintai fotografi, Keara yang ternyata bisa bersikap empati terhadap orang lain. Ruly merasakan sesuatu yang nyaman dalam hatinya.

Nobody takes picture of something they want to forget. Hidup ini udah susah. Tapi dengan kamera ini, gue bisa memilih mana yang mau gue ingat dan mana yang nggak

Sunday, April 13, 2014

Love, Curse, & Hocus-Pocus

Judul: Love, Curse & Hocus-Pocus
Penulis: Karla M. Nashar
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 416 halaman
Cetakan kedua, Februari 2013
Goodreads rating: 3.79/5.00

People say a lot of things they don't mean when they're angry. Kita mungkin memiliki perbedaan pendapat dalam beberapa hal, tapi aku tidak pernah benar-benar membencimu. Aku yakin kamu merasakan hal yang sama.
Troy Mardian dan Gadis Parasayu terbangun dari mimpi buruknya yang terasa nyata. Sebuah mimpi yang menjadikan Troy dan Gadis sebagai sepasang suami istri. Keduanya merasa itu adalah nyata dan menduga karena ulah seorang gipsi yang telah mereka tertawakan di saat perayaan ulang tahun kantor. Mereka kembali ke kehidupan dimana mereka akan melihat gipsi itu. Kali ini mereka berusaha untuk menemui gipsi tua itu dan mempertanyakan hal aneh yang telah terjadi pada diri mereka. Tapi usaha itu gagal. Setelah keadaan mereka anggap kembali normal, Troy dan Gadis berusaha melupakan kehidupan mereka ketika menikah dalam mimpi itu (meskipun susah) dan kembali saling membenci.

Karena sebuah keadaan, Troy dan Gadis harus menghadiri seminar farmasi internasional di London, Inggris. Berdua! Betapa itu akan menjadi saat-saat yang tidak menyenangkan baik bagi Troy dan Gadis. Hal itu langsung terbukti bagi Gadis. Ketika dalam perjalanan pesawat dari Jakarta ke Singapura, Troy bertemu dengan mantan kekasihnya, Lucinda. Gadis memang hanya mengenal Lucinda di mimpi anehnya bersama Troy, tapi itu tidak bisa menghilangkan rasa bencinya melihat kehadiran Lucinda dalam kehidupan nyata. Cemburu?

Sebuah peristiwa menegangkan terjadi ketika di dalam pesawat dari Singapura menuju London. Turbulensi ekstrim yang membuat Troy dan Gadis merasa bahwa itu adalah akhir dari kehidupan mereka. Tapi apa yang terjadi? Keduanya terlempar kembali ke masa-masa ketika Gadis dan Troy kembali terjebak dalam kehidupan pernikahan. Ketika kembali ke kehidupan awal, peristiwa itu membuat keduanya terguncang, meskipun Troy berpura-pura memperlihatkan bahwa hal itu tidak akan mempengaruhinya.

Saat-saat yang dibenci Troy adalah ketika melihat Gadis bertemu kembali dengan mantan kekasihnya ketika SMA, Putra. Mereka bertemu dalam seminar di London itu karena Putra juga bekerja di bidang farmasi. Tidak butuh lama bagi Gadis untuk memutuskan kembali bersama Putra dan merencanakan pernikahan sekembalinya mereka ke Jakarta nanti. Tapi beberapa peristiwa aneh yang membuat Gadis beberapa kali terjebak dalam mimpi bersama Troy itu tak urung membuat Gadis merasa perlu mencari tahu pangkal dari masalah ini.

Bersama Troy, Gadis melalui perjalanan menjelajahi Inggris untuk mencari keberadaan gipsi tua itu demi mendapatkan jawaban dari semua keanehan yang terjadi. Tidak mudah melakukan perjalanan itu, seakan-akan alam ikut berkonspirasi untuk mencegah Troy dan Gadis menemui gipsi tua bernama Lyubitshka itu.
Jangan pernah memakai otakmu untuk memutuskan apa yang hati kamu rasakan padanya. You have to feel it. Feel it with your heart. Feel it right there.
***

Monday, April 7, 2014

Ai: Cinta Tak Pernah Lelah Menanti


Judul: Ai: Cinta Tak Pernah Lelah Menanti
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 282 halaman
Cetakan kesembilan, 2013
Goodreads Rating: 3.71/5.00

Jika kau menginginkan sesuatu, kejarlah semampumu. Jangan sampai kau menyesal.

Ai dan Sei saling mengenal sejak masih kecil. Keduanya tumbuh bersama dalam sebuah desa di pinggir pantai di Jepang. Rumah mereka berdampingan. Ai tinggal di sebuah pemandian umum bersama ayahnya, sedangkan Sei menempati sebuah restoran di sebelah pemandian itu bersama kedua orang tua dan kakaknya. Persahabatan mereka begitu erat sampai ketika remaja mereka berkenalan dengan Shin.

Shin adalah seorang pemuda seumuran dengan Ai dan Sei, yang pindah ke desa untuk tinggal bersama nenek dan kakeknya. Sejak hari pertama mereka berkenalan di restoran keluarga Sei, ketiganya menjadi akrab dan tak terpisahkan. Bahkan ketika lulus SMA mereka bertiga memutuskan untuk kuliah di Tokyo dan tinggal bersama di sebuah apartemen kecil.

Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba, kau baru sadar cinta menyergapmu tanpa peringatan.

Sei baru menyadari perasaannya terhadap Ai berbeda ketika Shin mengungkapkan perasaannya pada Ai. Pada awalnya Sei enggan mengikuti mereka untuk kuliah di Tokyo. Di satu sisi dia tidak nyaman melihat kedekatan Ai dan Shin, di sisi lain dia tidak ingin menjadi pengganggu di antara hubungan Ai dan Shin. Tapi Sei tidak kuasa menolak desakan kedua sahabatnya itu. Bersama mereka menjalani hari-hari mereka kuliah dan bekerja paruh waktu di Tokyo.

Sei menemukan pengalihan kerisauan hatinya dengan bekerja di sebuah restoran. Di sana dia bertemu dengan seorang rekan kerja bernama Natsu. Bersama Natsu, Sei seakan menemukan seorang teman lama yang bisa berbagi obrolan apa pun. Terlebih Sei merasakan kehangatan.

Pagi sebelumnya Shin memberitahu Sei kalau ia akan memberikan kejutan untuk Ai di Tokyo Tower ketika malam. Shin hanya memberitahu, bukan menyuruh Sei untuk datang. Tapi malam itu Sei tidak bisa menahan keinginannya untuk mengetahui kejutan apa yang diterima Ai. Malam itu, ketika melihat Ai bersama Shin, Sei benar-benar menyadari dia mencintai gadis itu. Lebih dari seorang sahabat yang telah dikenalnya sejak kecil.

Kebahagiaan nampaknya hanya berlangsung singkat bagi Ai. Sesuatu yang buruk terjadi pada Shin. Shin tidak akan pernah bisa menemaninya di masa depan. Ai merasa hatinya hancur, hidupnya tiba-tiba tidak punya tujuan. Sei juga merasakan hal yang sama, kehilangan seorang sahabat yang sangat berarti. Tapi dia akan ada di sana untuk menemani Ai, mendampingi di masa-masa sulitnya. Dan terus mencintai Ai...

Masa-masa sulit selalu membuat kita ingin menyerah. Tapi, kau hanya perlu percaya bahwa segalanya akan baik-baik saja.
***

Sunday, April 6, 2014

Remember When

Judul: Remember When: Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 252 halaman
Cetakan kesembilan, 2013
Goodreads Rating: 3.78/5.00

"Being able to live with or without someone is just a matter of perspective."
Masa SMA mungkin menjadi masa yang paling tidak terlupakan bagi sebagian besar orang. Begitu pula yang terjadi pada Freya, Gia, Adrian, dan Moses. Di awal masa-masa SMA, Adrian, bintang basket itu berani menyatakan cinta pada Gia, siswi SMA yang juga jadi incaran banyak siswa di SMA. Sementara sahabat Adrian, Moses, siswa terbaik se-SMA itu dengan malu-malu juga menyatakan cinta pada teman sebangkunya, Freya.

Sejak saat itu, keempatnya sering menghabiskan waktu bersama, entah nonton bareng atau hanya sekedar makan-makan. Berbanding terbalik dengan pasangan Adrian-Gia yang ekspresif dalam menunjukkan perasaannya, Freya dan Moses lebih cenderung pasif. Jangankan mencium, atau memeluk, sekedar membelai rambut atau memegang tangan Freya saja, Moses jarang melakukannya.

Keadaan mulai berubah ketika Mama Adrian meninggal. Hari itu karena Moses dan Gia sedang mengikuti kegiatan OSIS di luar kota, Freya terpaksa menemani Adrian sendirian. Freya yang juga pernah kehilangan seorang ibu seakan bisa mengerti benar perasaan kehilangan yang dialami Adrian. Berbeda dari tatapan kebanyakan orang yang mengandung simpati dan berusaha menghibur, bagi Adrian tatapan Freya adalah tatapan kesedihan yang sama yang dirasakannya.

Perlahan Adrian mulai mengalami perubahan pada perasaannya. Adrian memang masih menyayangi Gia, tapi tidak seperti dulu. Dia menginginkan kehadiran Freya di sisinya, menginginkan kehadirannya lebih dari sekedar sahabat kekasihnya, Gia. Sementara Freya berusaha menghindar, meskipun perlahan dia mulai merasakan perasaannya berubah. Tapi bagi Freya persahabatannya dengan Gia jauh lebih berharga dari kebahagiaannya sendiri. Freya juga tidak ingin menyakiti hati Moses, lelaki yang selalu menghargai dan menjaganya selama ini.

Setiap akhir adalah permulaan yang baru. Sometimes things fall apart so other things can come into place.

Friday, April 4, 2014

Melbourne: Rewind

Judul: Melbourne: Rewind
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 328 halaman
Cetakan keempat, 2013
Goodreads Rating: 3.79/5.00

A light is never just light. Cahaya, seredup apa pun, mampu mengiluminasi kegelapan, dan menjadi medium yang menghidupkan dunia.
Max, lelaki pemuja cahaya itu akhirnya memutuskan kembali ke Melbourne setelah lima tahun yang lalu dirinya pergi ke New York demi impian dan dengan berat hati meninggalkan seorang wanita yang sangat dicintainya kala itu, Laura.
Sementara Laura masih betah tinggal di Melbourne, menjadi manusia tengah malam sebagai penyiar radio dan penulis, pekerjaan yang jauh dari bidang yang ditempuhnya selama kuliah.

Keduanya kembali bertemu, tidak untuk menjalin hubungan percintaan seperti dulu. Hanya sebatas pertemuan antara Max dan Laura. Kembali mereka sering mengunjungi Prudence, sebuah bar yang dulu akrab dengan kebersamaan mereka selama masih pacaran. Menghabiskan secangkir kopi sembari berbincang atau sibuk dengan rutinitas masing-masing.

Meskipun ada perasaan yang nyaman ketika bertemu kembali, baik Laura dan Max memutuskan untuk menyimpan dalam-dalam perasaan mereka saat ini, mereka memilih berbicara tentang hal-hal di masa lalu yang tadinya tidak bisa dibicarakan selama masih berpacaran.

Perasaan Laura kembali terusik dengan munculnya sosok Evan, seorang dokter hewan yang menjadi kekasih Cee, sahabatnya sendiri. Banyak persamaan yang ditemukannya ketika bersama Evan. Perlahan Laura merasakan hal yang lebih dari sekedar sahabat dari pacar lelaki itu.

Sementara Laura terombang-ambing oleh perasaannya sendiri, Max mulai menyadari bahwa perasaannya pada Laura tidak pernah berubah. Max tetap berada di sana, menunggu Laura kembali padanya.

Jatuh cinta pada seseorang memang nggak selalu terjadi sesuai teori dalam buku, atau kayak kisah-kisah romantis dalam film. Manusia nggak bisa milih kapan waktu yang tepat untuk jatuh cinta.