Thursday, October 23, 2014

Emily of New Moon

Judul: Emily of New Moon
Penulis: Lucy Maud Montgomery
Penerjemah: Ambhita Dhyaningrum
Penerbit: Qanita
Tebal: 524 halaman
Cetakan I, Juli 2010
Goodreads Rating: 4.08/5.00

Aku sering tak bisa menjelaskan mengapa aku melakukan sesuatu. Dan terkadang, aku melakukannya hanya karena aku ingin punya pengalaman mengasyikkan untuk kuceritakan kepada anak cucuku kelak.

Emily Byrd Starr tidak pernah terbayang akan meninggalkan rumah lembah dan segala petualangannya bersama Adam dan Hawa, Dewi Angin dan sang Kilat suatu hari nanti. Kematian sang ayah, membuat Emily harus ikut bersama keluarga mendiang ibunya, keluarga Murray yang terkenal kolot, angkuh, dan menentang pernikahan ayah dan ibu Emily.

Dengan berat hati, Emily tinggal bersama salah satu saudara ibunya, Bibi Elizabeth di rumah pertanian New Moon. Agak sedikit melegakan karena Emily masih memiliki Bibi Laura yang baik hati dan Sepupu Jimmy yang menyenangkan untuk tinggal di sana. Merasa tidak bahagia di bawah pengawasan Bibi Elizabeth yang tanpa kompromi, Emily semakin tertekan ketika harus melewati hari pertama bersekolah. Guru sekolah yang sangat membencinya dan juga teman-teman sekelas yang tidak suka dengan keberadaan keturunan Murray di tengah-tengah mereka. Tapi tidak butuh waktu lama bagi Emily untuk kemudian menjalin persahabatan dengan Rhoda Stuart, begitu juga tidak butuh waktu lama bagi Rhoda Stuart untuk mengakhiri persahabatannya dengan Emily. Emily yang tidak pernah mempunyai teman sebelumnya, merasa begitu sedih.

Namun, kini semua telah musnah dan dia tak akan pernah bisa menyayangi atau memercayai seseorang lagi. Karena dalam rasa cinta dan kepercayaan, ada luka yang siap ditorehkan.
Emily mempunyai cara tersendiri untuk tetap bersemangat dan memandang segala sesuatu dengan optimis meskipun banyak orang tidak menyukai keberadaannya. Selain menjelajahi setiap sudut New Moon dan sekitarnya, Emily menemukan dirinya kembali banyak menghabiskan waktu dengan menulis meskipun hanya di balik kertas-kertas bekas yang diminta secara sembunyi-sembunyi dari Bibi Laura. Melalui tulisan, Emily menumpahkan segala keluh kesah, pengalaman, bahkan imajinasinya dalam bentuk surat untuk mendiang ayah yang tak akan pernah membacanya. Bahkan Emily mulai menemukan kecintaan akan kata-kata dalam puisi dan meyakini suatu saat dirinya akan menjadi penulis.

Emily juga mulai membuka hatinya untuk menjalin persahabatan kembali, kali ini dia bersahabat dengan Ilse Burnley yang terkenal dengan emosinya yang meledak-ledak. Meskipun seringkali berselisih paham, bahkan kata-kata umpatan sering terlontar, baik Emily maupun Ilse tidak bisa memungkiri kalau mereka membutuhkan satu sama lain. Emily juga mulai berteman dengan Teddy Kent, Perry yang bekerja sebagai pembantu di New Moon, Lofty John yang selama ini bermusuhan dengan keluarga Murray, menaklukkan hati Nenek-Bibi Nancy Priest dan bertemu Dean Priest yang merupakan teman ayahnya.

Kau terlihat seperti bintang, kepribadianmu bak bintang yang bersinar terang. Kau seharusnya tinggal di langit saat malam, sehabis matahari terbenam, atau di langit pagi hari sebelum matahari terbit.

***

Friday, October 10, 2014

Sung Kyun Kwan Scandal

Judul: Sung Kyun Kwan Scandal
Penulis: Jung Eun Gwol
Penerjemah: Adji Annisa Zakiadini
Penerbit: NouraBooks
Tebal: 427 halaman
Cetakan I, Oktober 2012
Goodreads Rating: 4.18/5.00

Semua orang mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Beratnya kesulitan itu hanya bisa dirasakan masing-masing orang. Belum tentu kita yang lebih muda menghadapi beban yang lebih ringan daripada mereka yang lebih tua

Kim Yoon-hee tidak pernah berharap dirinya akan menjadi salah satu mahasiswa Sungkyunkwan. Hidup berat yang dilalui bersama ibu dan adik lelaki yang sakit-sakitan, Kim Yoon-shik, memaksa Kim Yoon-hee menyembunyikan identitas sebagai perempuan dan berpura-pura menjadi adiknya untuk mencari penghidupan. 

Di masa itu, perempuan tidak diperbolehkan belajar dan bersekolah, tapi hal itu tidak menghalangi tekad Kim Yoon-hee. Sejak kecil ia telah mengambil pekerjaan sebagai penyalin buku paket, yang hasilnya dipakai untuk membeli makanan dan obat-obatan untuk adiknya. Di balik niat itu, dia juga ingin agar adiknya, Kim Yoon-shik bisa belajar untuk mengikuti ujian negara.

Tapi karena kondisi Kim Yoon-shik yang tidak memungkinkan, Kim Yoon-hee dalam hati juga tertarik untuk menguji kemampuannya di ujian negara. Dengan nekad, Kim Yoon-hee mengikuti ujian, dan berhasil lolos bahkan mendapat pujian dari Kaisar. Situasi memaksanya untuk menghuni asrama Sungkyunkwan dengan bayang-bayang hukuman mati akan diterima jika identitas aslinya terbongkar.

Di asrama, Kim Yoon-hee kembali bertemu dengan Lee Seon-joon, anggota Partai Noron, yang telah membantunya selama ujian. Yang tidak diantisipasi Kim Yoon-hee adalah, bahwa di asrama itu dia akan berbagi kamar dengan beberapa mahasiswa lainnya. Selain Lee Seon-joon, Kim Yoon-hee akan sekamar dengan Moon Jae-shin, anak dari bangsawan Soron, atau dikenal dengan panggilan Geol-oh atau si Kuda Gila karena kesenangannya untuk berkelahi. Belum lagi gangguan dari penghuni kamar sebelah, Gu Yong-ha yang selalu curiga bahwa Kim Yoon-hee adalah seorang wanita.

***

Monday, September 29, 2014

Herr Der Diebe: Pangeran Pencuri

12498187 

Judul: Herr Der Diebe: Pangeran Pencuri
Penulis: Cornelia Funke
Penerjemah: Hendarto Setiadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 420 halaman
Cetakan kedua: Maret 2011
Goodreads Rating: 3.92/5.00

Kita tidak bisa langsung tahu apakah seseorang benar-benar baik atau tidak. Dan dari tampangnya juga tidak kelihatan

Selamat datang di kota Venezia!

Mari berpetualang di Kota Rembulan ini bersama segerombolan anak kecil, melintasi kanal-kanal dan gang-gang yang tersebar di banyak tempat di kota terapung ini.

Sejak kecil ibu selalu bercerita pada Prosper dan Bo, dua orang kakak beradik, tentang indahnya kota Venezia dengan banyak patung singa dan malaikat yang melindunginya. Oleh karena itu, setelah ibu meninggal, sementara bibi Esther ingin memisahkan Prosper dan Bo, kedua bersaudara ini dengan nekat meninggalkan Hamburg menuju Venezia, kota yang diyakini mereka akan memberi kehidupan yang lebih baik.

Di Venezia, Prosper dan Bo berkenalan dengan segerombolan penjahat kecil yang dipimpin oleh Scipio, sang Pangeran Pencuri, seorang perempuan yang menyebut dirinya Tawon, Riccio si Rambut Landak, dan Mosca si Muka Arang. Mereka tinggal di bangunan bekas bioskop yang tidak terpakai, terkecuali Pangeran Pencuri yang entah tinggal dimana. Gerombolan ini menyebut tempat itu Istana Bintang. Mereka hidup dari pencurian yang dilakukan Scipio yang kebanyakan adalah barang-barang antik yang kemudian dijual kepada pedagang barang antik yang tamak, Ernesto Barbarossa.

Melalui Barbarossa, Scipio mendapat misi melakukan pencurian yang diminta oleh seorang Conte. Bukan barang berharga seperti emas ataupun permata, hanya sebuah sayap patah yang usang. Kali ini, teman-temannya yang lain ingin ikut beraksi bersama Scipio. Berhasilkah?

Sementara itu, Paman dan Bibi tidak akan membiarkan Prosper dan Bo pergi begitu saja. Mereka mendatangi Victor Getz, seorang detektif yang akan disewa mereka untuk menyelidiki keberadaan Prosper dan Bo di Venezia. Tidak butuh waktu lama bagi Victor untuk menemukan kedua anak itu. Sayangnya, tidak semudah itu untuk membawa keduanya ke hadapan Paman dan Bibinya. Alih-alih menangkapnya, Victor malah sukses dibuat kewalahan oleh gerombolan cilik itu sampai-sampai harus berurusan dengan polisi.

Kehadiran Victor bukan hanya membuat keberadaan persembunyian gerombolan cilik itu di Istana Bintang terungkap, tapi juga identitas asli Pangeran Pencuri yang bisa membuat keretakan hubungan mereka. Belum lagi rencana pencurian di rumah Ida Spavento itu tidak sengaja terungkap karena Bo yang polos menceritakannya pada Victor.

Sang Rembulan. Sekutu yang sakti, yang sanggup mewujudkan mimpi dan membukakan pintu apabila seseorang ingin pindah dari dunia ini ke dunia lain
***

Saturday, September 6, 2014

My Princess

Judul: My Princess
Penulis: Hyun-Kyung Sohn
Penerjemah: Dwita Rizki Nientyas
Penerbit: Qanita
Tebal: 348 halaman
Cetakan II, Mei 2012
Goodreads Rating: 3.05/5.00

Kalau wanita bisa buta karena cemburu, darah pria akan mendidih karena insting melindungi
Tidak pernah dalam bayangan Seol bahwa dirinya adalah seorang putri kerajaan Korea. Selama ini dirinya menjadi putri kerajaan Korea sebagai pekerjaan sampingan di Istana Deoksu. Seol hanyalah seorang gadis yatim piatu yang diadopsi oleh orang tua yang sangat menyayanginya yang kemudian menjadikannya hidup layak dan mampu menempuh pendidikan hingga kuliah. Mana berani dalam angannya untuk bermimpi menjadi putri kerajaan.

Tapi pemimpin grup Daehan, Dong Jae, meyakini bahwa Seol adalah keturunan Raja Korea yang selama ini dicarinya. Seol pun dengan ragu dan kebingungan terpaksa menurut untuk dibawa tinggal di istana. Di istana, Seol kembali bertemu dengan Hae Young, cucu grup Daehan, yang menentang rencana pengembalian sistem kerajaan di Korea. Setelah upayanya menyingkirkan Seol ke luar negeri gagal, Hae Young mencoba cara lain untuk menggagalkan rencana tersebut. Hae Young menawarkan diri untuk menjadi guru yang akan mengajari Seol tentang etika-etika menjadi putri. Mungkin dengan cara ini dia bisa membuat Seol menyerah untuk menjadi putri kerajaan.

Tapi, menjadi dilema sendiri bagi Hae Young ketika dia berkesempatan untuk mengenal Seol secara lebih dekat. Terlebih ketika Yoon Joo, kurator museum kerajaan, membawa seorang putri 'asli' dan menuduh Seol berpura-pura sebagai putri. Dengan terpaksa Seol meninggalkan istana.

Kenangan dapat kembali hanya dengan melihat kepingan yang tersisa dari masa lalu
***

Tuesday, August 12, 2014

The Look

Judul: The Look
Penulis: Sophia Bennett
Penerjemah: Nadiah Alwi
Penerbit: Bentang Belia
Tebal: 434 halaman
Cetakan Pertama, Mei 2012
Goodreads Rating: 3.82/5.00

Uang memang tidak membuatmu bahagia, tetapi aku yakin itu bisa membuatmu tidak terlalu lelah.

Edwina 'Ted' Trout dibuat bingung oleh Simon, seorang agen pencari bakat yang menawarinya menjadi model, seorang jangkung dengan rambut sarang burung dan alis menyatu, sementara di sebelahnya ada sang kakak, Ava, yang memiliki kecantikan Elizabeth Taylor. Untuk sementara Ted melupakan ajakan itu, seiring dengan kesimpulan Ava yang meyakini bahwa itu adalah penipuan-penipuan yang sudah banyak terjadi.

Di saat yang hampir bersamaan, Ava dinyatakan menderita kanker limpoma stadium 2B dan harus menjalani serangkaian kemoterapi untuk menyembuhkan penyakitnya.
Bagaimana kalau ternyata Simon bukanlah penipu? Ava begitu gembira mendengarnya dan mulai melancarkan jurus bujukan (dan paksaan) untuk membuat Ted mau mencoba menekuni dunia modeling. Ted dengan sedikit enggan mulai mencoba menjalani profesi model seperti yang diharapkan kakaknya. Ted berangkat dari nol yang tidak tahu apa pun, menjadi mulai mengerti profesi model. Tentu saja dengan bantuan sang kakak yang sangat menyukai dunia germerlap fesyen.

Beberapa rangkaian goo-see dan casting mulai dijalani Ted. Tetapi tidak ada yang berjalan mulus sedari awal. Ted mulai meragukan kemampuannya untuk menjadi model. Di sela-sela kesibukannya, Ted tetap setia mendampingi sang kakak menjalani serangkaian perawatan dan penyembuhan. Sampai menjadi orang yang menguatkan Ava di saat-saat terpuruk, seperti kerontokan rambut yang merupakan efek dari kemoterapi. Bersama Ava, Ted melakukan perubahan penampilan yang drastis, yang herannya malah menimbulkan kepercayaan diri yang tidak disangka-sangka.

Di tengah keengganannya untuk kembali menjadi model, Ted, dengan penampilan barunya, bertemu dengan seorang penting dalam industri fesyen internasional, Tina di Gaggia. Dengan dorongan Tina, Ted menjadi lirikan banyak pihak-pihak yang berkeinginan untuk menjadikannya model. Bayangan menggoda untuk menjadi model terkenal, kaya raya, bisa memberikan fasilitas apa pun untuk keluarga, membuat Ted tertarik. Meskipun mungkin, kehadirannya untuk menemani Ava melewati masa-masa sulitnya menjadi berkurang.

Kadang kita harus berkompromi untuk hadiah yang lebih besar
***

Tuesday, July 22, 2014

A Love at First Sight

Judul: A Love at First Sight: Cinta Pada Pandangan Pertama
Penulis: Jennifer E. Smith
Penerjemah: Linda Boentaram
Penerbit: Qanita
Tebal: 320 halaman
Cetakan II, November 2012
Goodreads Rating: 3.81/5.00

Lebih baik pernah memiliki sesuatu yang bagus lalu kehilangannya, atau tidak pernah memilikinya?

Hari itu mungkin menjadi hari yang paling dibenci dalam hidup Hadley. Melakukan perjalanan yang sama sekali tidak diinginkan, serangkaian peristiwa naas dan pertengkaran dengan ibu sebelum sampai di bandara. Hingga tertinggal pesawat yang akan membawanya ke London.

Hanya terlambat 4 menit, tetapi sanggup mengubah jalan hidup Hadley ke depannya. Dengan terpaksa Hadley memesan penerbangan berikutnya, meskipun mungkin melewatkan peristiwa penting ayahnya di London adalah hal yang paling diinginkan Hadley saat itu.

Bagaimanapun juga, membayangkan pernikahan yang akan dijalani sang ayah, adalah hal yang tidak pernah diantisipasi Hadley. Menyaksikan ayah yang pergi meninggalkan ibu dan dirinya, tinggal berjauhan dengan sang ayah, diperkenalkan dengan calon ibu tiri, dan dipaksa menjadi saksi pernikahan ayah dan wanita lain, adalah rantaian peristiwa menyakitkan yang dijalani Hadley. Hadley belum bisa memaafkan perbuatan ayahnya.

Beruntung Hadley bertemu dengan Oliver, pria Inggris yang bersedia menggeret koper Hadley sementara Hadley sendiri bingung melangkah, pria yang mengalihkan perhatian Hadley pada klaustrofobianya selama berada di pesawat terbang, dan juga pria yang membuat jantung Hadley berdegup kencang sejak pertama kali melihatnya. Bertemu dengan Oliver, Hadley merasakan nyaman bahkan tidak sungkan-sungkan menceritakan hubungan buruknya dengan sang ayah. Sementara Hadley membuka rahasianya satu per satu pada Oliver, Hadley tidak menyadari dirinya tidak mengetahui tentang apapun terkait dengan Oliver.

Itulah yang dilakukan orang di pesawat. Kita berbagi sandaran tangan dengan seseorang beberapa jam. Kita bertukar cerita tentang kehidupan kita, satu atau dua anekdot lucu, mungkin bahkan lelucon. Kita berkomentar tentang cuaca dan makanan yang tidak enak. Kita mendengarkan orang itu mendengkur. Lalu, kita mengucapkan selamat tinggal.

Berpisah dengan Oliver di Heathrow, Hadley sadar akan sulit bertemu kembali dengan Oliver. Tidak ada tukar menukar nomor telepon, surel, atau pun alamat. Hanya satu petunjuk yang dimiliki Hadley, bahwa Oliver berada di satu tempat di London yang bernama Paddington. Hadley berusaha mengingatkan diri untuk kembali ke realita, melupakan Oliver dan menghadapi pernikahan ayahnya.

Jika kau menyayangi sesuatu, bebaskanlah ia.
***

Tuesday, June 17, 2014

TraveLove

Judul: TraveLove: Dari Ransel Turun Ke Hati
Penulis: Andrei Budiman, Ariyanto, Claudia Kaunang, Lalu Abdul Fatah, Rei Nina, Rini Raharjanti, Salman Faridi, Sari Musdar, Trinity
Penerbit: B First
Tebal: 158 halaman
Cetakan ketiga, Juni 2012
Goodreads Rating: 2.97/5.00


Sesuai dengan judulnya TraveLove bercerita tentang gabungan cerita perjalanan dan kisah cinta. Entah melakukan perjalanan untuk bertemu dengan seseorang yang dicintai, untuk melupakan orang yang pernah dicintai, melakukan perjalanan bersama orang yang dicintai, atau bertemu seseorang di tengah perjalanan yang kemudian berwujud cinta. Beberapa travel writer INdonesia mencoba menyelipkan kisah cinta dalam kisah perjalanan mereka.

Ada 9 cerita yang ditulis, yaitu:
  1. Bertemu Itu Kesempatan, Bersama Itu Pilihan - Andrei Budiman
  2. Perjalanan ke Surga - Trinity
  3. Terima Kasih, Giving Alms - Rini Raharjanti
  4. Winter Serenade - Salman Faridi
  5. Silent Retreat - Claudia Kaunang
  6. Rendezvous - Ariyanto
  7. Saya Perempuan Dangkal dan Varietas Lelaki Kurang Unggul - Rei Nina
  8. Mencari Cupid di Kota Cinta - Sari Musdar
  9. Does Anybody Know Where Natalie Is? - Lalu Abdul Fatah

Saturday, April 26, 2014

Swiss: Little Snow in Zurich

Judul: Swiss: Little Snow in Zurich
Penulis: Alvi Syahrin
Penerbit: Bukune
Tebal: 302 halaman
Cetakan II, Oktober 2013
Goodreads Rating: 3.57/5.00

...salju yang hangat, tawa yang mencair, aku telah jatuh cinta, jangan sesatkan aku dalam teka-tekimu
Yasmine meninggalkan Indonesia setelah ibunya meninggal karena kecelakaan, mengikuti Dad yang ingin melupakan kepedihannya dengan kembali ke kota kelahirannya, Zurich, Swiss. Yasmine bersekolah di Kantonsschule Ramibuhl, setingkat SMA dan berkenalan dengan kedua sahabat barunya, Elena dan Dylan. Sepulang sekolah, Yasmine senang menghabiskan waktu dengan duduk di pinggir dermaga Danau Zurich, melempar sandwich ke arah angsa-angsa yang berenang di sana dan memotret pemandangan yang menarik hatinya dengan kamera yang selalu terkalung di lehernya. Beberapa minggu ini, kehadiran lelaki itu juga membuat Yasmine selalu harap-harap cemas ketika menuju dermaga.

Laki-laki itu bernama Rakel. Ketika Yasmine tiba di tepi dermaga, lelaki itu akan duduk di ujung dermaga lainnya, memandang ke arah danau dan melemparkan kerikil ke kejauhan. Sesekali mata mereka bertemu dan tak jarang senyum malu-malu juga mengikuti. Setelah perkenalan itu, Rakel yang ceria selalu berhasil mengundang tawa di bibir Yasmine dengan cerita dan ulah jahilnya.


Bersama Yasmine, Rakel menjalankan agenda musim dingin yang sudah direncanakan jauh-jauh hari dari masa lalunya. Bermain ice skating di Dolder Ice Rink, menghabiskan cokelat yang mereka beli sembari menghabiskan malam di Jembatan Munsterbrucke, dan berwisata ke puncak Uetliberg. Yasmine jatuh cinta... Tapi sikap Rakel menjadi berubah ketika Yasmine menyebut nama Dylan.

Yasmine terjebak ke dalam masa lalu yang ingin dikembalikan Rakel, serta persahabatan Rakel dengan Dylan dan Elena yang sepertinya terjadi kesalahpahaman. Ketika perasaannya semakin dalam, Yasmine tidak yakin dengan yang dirasakan Rakel terhadap dirinya.

Apakah kau pernah berusaha melupakan seseorang, tetapi yang kau dapati malah semakin teringat dirinya? Apakah kau pernah menanti pesan singkat yang sekadar menanyakan kabar dari seseorang yang mungkin sudah melupakanmu? Apakah kau pernah berusaha menjalani hubungan dengan seseorang, tetapi hatimu tak pernah bisa berlabuh untuk seseorang itu -- hatimu masih tersimpan di tempat yang sama untuk orang yang sama di masa lalu?

Wednesday, April 23, 2014

London: Angel

Judul: London: Angel
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 330 halaman
Cetakan ketiga, 2013
Goodreads Rating: 3.66/5.00

"Kau harus mengatakannya segera. Jangan menunda. Jangan habiskan separuh hidupmu untuk menunggu waktu yang tepat. Seringnya, saat kau sadar, waktu yang tepat itu sudah lewat. Kalau sudah begitu, kau cuma bisa menyesal."
Gilang membutuhkan waktu delapan tahun untuk menyadari bahwa dia telah mencintai sahabat kecilnya, Ning. Tidak ada keberanian untuk mengungkapkan perasaannya secara langsung karena ikatan persahabatan yang tidak ingin dirusak Gilang. Ketika ingin mengungkapkan, hanya rasa penyesalan yang terjadi karena Ning sudah jauh pergi untuk kuliah dan kemudian bekerja di London, Inggris.

Suatu malam di Bureau, bersama teman-temannya, Gilang membuat keputusan untuk pergi ke London dan mengungkapkan cintanya secara langsung. Dengan bantuan teman-temannya pula, segala tiket dan akomodasi untuk tiba dan selamat sampai tujuan, telah dipersiapkan semua untuk Gilang.

Hanya waktu lima hari yang dimiliki Gilang untuk berada di London. Harapannya yang terlanjur tinggi seketika jatuh terjungkal ke tanah ketika mengetahui Ning tidak berada di kediamannya, begitu juga dengan keesokan hari ketika disadari rumah itu masih juga sepi.

Tanpa Ning, Gilang berusaha mencari penghiburan lain dengan berkeliling London. Mengunjungi London Eye, yang tadinya Gilang hanya berniat melihatnya dari jauh karena dia yang tidak nyaman dengan ketinggian. Tapi ajakan seorang gadis yang dijuluki Gilang mirip Goldilocks membuat Gilang tidak kuasa menolak dan pasrah (tapi rela) mengikuti langkah gadis itu menaiki London Eye.

Di tengah kecemasan hatinya untuk segera mengungkapkan perasaannya pada Ning, Gilang dibuat penasaran dengan kehadiran gadis Goldilocks itu. Gadis itu selalu muncul tiba-tiba, ketika hujan turun. Gadis itu juga menghilang secara tiba-tiba ketika hujan berhenti. Apakah perkataan penjaga toko di James Smith & Sons itu benar? Hujan terkadang membawa malaikat turun bersamanya...

Gilang baru bertemu dengan Ning di hari ketiga keberadaanya di London. Ning tentu saja sangat bahagia bertemu seorang sahabat yang pasti sangat dirindukannya. Bersama Ning, Gilang mendapat tur London dengan seorang pemandu. Di tengah-tengah pertemuan kembali mereka, Gilang berusaha mencari celah untuk segera mengungkapkan perasaannya.

Menunggu cinta bukan sesuatu yang sia-sia. Menunggu seseorang yang tidak mungkin kembali, itu baru sia-sia.

Saturday, April 19, 2014

Last Minute in Manhattan

Judul: Last Minute in Manhattan: Beri Cinta Waktu
Penulis: Yoana Dianika
Penerbit: Bukune
Tebal: 402 halaman
Cetakan ketiga, Mei 2013
Goodreads Rating: 3.70/5.00

Jagalah apa yang selalu membuatmu tersenyum -- jangan menjaga apa yang membuatmu sedih. Hidup itu singkat, dinikmati sajalah.
Callysta merasa hidupnya tanpa arah. Ibu yang tidak pernah menginginkan kehadirannya dan telah pergi untuk menikah dengan seorang pengusaha Singapura. Kekasihnya berselingkuh di depan mata. Belum lagi baru disadari kalau selingkuhan kekasihnya adalah anak dari pengusaha yang dinikahi sang ibu. Mungkin akan semakin buruk kalau ternyata calon istri dan adik tiri yang akan dikenalkan Papa pada dirinya tidak akan menyambut baik kehadirannya.

Beruntung Sophie, calon ibu tirinya, dan Mark, calon adik tirinya, menerima Callysta dengan hangat. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menjadi akrab. Karena dorongan Papa dan kedua calon keluarga barunya untuk belajar dan melihat hal baru, Callysta mengiyakan untuk pergi bersama ibu dan adik tirinya untuk tinggal di Hermosa Beach, California.

Pada awal-awal keberadaanya di Hermosa, Callysta masih mengurung diri, meratapi nasib, dan tidak mau menerima ajakan Mark untuk melihat-lihat lingkungan barunya. Tapi berkat dorongan semangat dari Papa dan Mark, Callysta memutuskan membuka diri. Hari pertama mengunjungi Hermosa Beach, Mark memperkenalkan Callysta pada Vesper Skyller, sahabat Mark yang pada hari pertama melihatnya, Callysta tidak bisa mengendalikan debaran jantungnya yang tak menentu.

Bersama Mark dan Vesper, Callysta mulai menikmati kehidupannya di Hermosa. Mengunjungi peternakan kuda milik Sophie di Westlake Village, Mystery Spot di Santa Cruz, bahkan ikut merayakan Pesta Halloween.

Meskipun menyukai Vesper, Callysta masih tidak mau mengakui perasaannya. Rasa patah hatinya karena ulah Abram, kekasih yang sudah mengkhianatinya, membuat Callysta tidak serta merta membuka hatinya untuk Vesper. Terlebih kehadiran Rachel, teman sekolah Vesper, yang terang-terangan menyukai laki-laki bermata abu-abu itu. Apalagi peristiwa rusaknya barang berharga milik Callysta di Westlake Village membuat Callysta enggan bertemu dengan Vesper.
Saat kau masih ada di rahim ibumu, Tuhan sudah menantangmu akan dua hal: kau terus hidup untuk terlahir di dunia dan bertekad untuk menjalani apa pun risiko yang akan menghadangmu -- atau kau mati dan tidak pernah terlahir di dunia sama sekali. Hanya orang-orang yang punya keberanian ekstra yang berhasil terlahir di dunia, dan hidup sampai saat ini.

Friday, April 18, 2014

Antologi Rasa

Judul: Antologi Rasa
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 344 halaman
Cetakan kesembilan, Mei 2013
Goodreads Rating: 3.69/5.00

All you'll know for sure is the more she makes you suffer, the more you find you love her.
Yang tidak disadari Denise adalah bahwa Ruli mencintainya, sejak jaman sama-sama kuliah di Boston. Meskipun Denise telah menikah, Ruli tetap berharap Denise melihatnya terlebih karena kelakuan buruk suami Denise.
Yang tidak disadari Ruli adalah Keara mencintainya sejak pertama bertemu di lift di hari pertama mereka bekerja, dan tahu bahwa sepertinya mustahil karena cinta Ruli pada Denise.
Yang tidak disadari Keara adalah Harris mencintainya sejak pertama melihat Keara muncul di lift bersama Ruli. Cinta yang sepertinya mustahil karena Keara mencintai Ruli, dan lebih menyakitkan karena melihat Keara mencintai orang yang tidak mungkin membalas perasaannya.

Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang Harris Risjad ketika dia berkesempatan menikmati balapan malam F1 di Singapura hanya berdua dengan Keara, sahabat yang diam-diam dicintainya. Thanks to Ruly, yang tiba-tiba membatalkan keikutsertaannya. Tapi kisah Singapura itu berakhir tragis karena sebuah "kesalahan" yang dilakukan Harris, terlebih pada saat itu kondisi Keara yang too drunk to realize.

Keara yang mencoba melupakan persahabatannya dengan Harris kemudian bertemu dengan Panji, laki-laki yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Harris, seorang Penjahat Kelamin juga. Dengan Panji, Keara bermaksud hanya untuk bersenang-senang atau sebagai pengalih perasaannya pada Ruly yang tak kunjung berbalas. Di tengah usahanya melupakan Ruly, takdir membawa Keara kembali berdekatan dengan Ruly.


Sebuah proyek besar di kantornya, membuat Keara harus satu tim dengan Ruly. Pikiran skeptis Ruly tentang Keara yang party girl, menjalani hidup hanya untuk bersenang-senang, berubah ketika berkesempatan untuk berdua dengan Keara. Keara yang mencintai fotografi, Keara yang ternyata bisa bersikap empati terhadap orang lain. Ruly merasakan sesuatu yang nyaman dalam hatinya.

Nobody takes picture of something they want to forget. Hidup ini udah susah. Tapi dengan kamera ini, gue bisa memilih mana yang mau gue ingat dan mana yang nggak

Sunday, April 13, 2014

Love, Curse, & Hocus-Pocus

Judul: Love, Curse & Hocus-Pocus
Penulis: Karla M. Nashar
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 416 halaman
Cetakan kedua, Februari 2013
Goodreads rating: 3.79/5.00

People say a lot of things they don't mean when they're angry. Kita mungkin memiliki perbedaan pendapat dalam beberapa hal, tapi aku tidak pernah benar-benar membencimu. Aku yakin kamu merasakan hal yang sama.
Troy Mardian dan Gadis Parasayu terbangun dari mimpi buruknya yang terasa nyata. Sebuah mimpi yang menjadikan Troy dan Gadis sebagai sepasang suami istri. Keduanya merasa itu adalah nyata dan menduga karena ulah seorang gipsi yang telah mereka tertawakan di saat perayaan ulang tahun kantor. Mereka kembali ke kehidupan dimana mereka akan melihat gipsi itu. Kali ini mereka berusaha untuk menemui gipsi tua itu dan mempertanyakan hal aneh yang telah terjadi pada diri mereka. Tapi usaha itu gagal. Setelah keadaan mereka anggap kembali normal, Troy dan Gadis berusaha melupakan kehidupan mereka ketika menikah dalam mimpi itu (meskipun susah) dan kembali saling membenci.

Karena sebuah keadaan, Troy dan Gadis harus menghadiri seminar farmasi internasional di London, Inggris. Berdua! Betapa itu akan menjadi saat-saat yang tidak menyenangkan baik bagi Troy dan Gadis. Hal itu langsung terbukti bagi Gadis. Ketika dalam perjalanan pesawat dari Jakarta ke Singapura, Troy bertemu dengan mantan kekasihnya, Lucinda. Gadis memang hanya mengenal Lucinda di mimpi anehnya bersama Troy, tapi itu tidak bisa menghilangkan rasa bencinya melihat kehadiran Lucinda dalam kehidupan nyata. Cemburu?

Sebuah peristiwa menegangkan terjadi ketika di dalam pesawat dari Singapura menuju London. Turbulensi ekstrim yang membuat Troy dan Gadis merasa bahwa itu adalah akhir dari kehidupan mereka. Tapi apa yang terjadi? Keduanya terlempar kembali ke masa-masa ketika Gadis dan Troy kembali terjebak dalam kehidupan pernikahan. Ketika kembali ke kehidupan awal, peristiwa itu membuat keduanya terguncang, meskipun Troy berpura-pura memperlihatkan bahwa hal itu tidak akan mempengaruhinya.

Saat-saat yang dibenci Troy adalah ketika melihat Gadis bertemu kembali dengan mantan kekasihnya ketika SMA, Putra. Mereka bertemu dalam seminar di London itu karena Putra juga bekerja di bidang farmasi. Tidak butuh lama bagi Gadis untuk memutuskan kembali bersama Putra dan merencanakan pernikahan sekembalinya mereka ke Jakarta nanti. Tapi beberapa peristiwa aneh yang membuat Gadis beberapa kali terjebak dalam mimpi bersama Troy itu tak urung membuat Gadis merasa perlu mencari tahu pangkal dari masalah ini.

Bersama Troy, Gadis melalui perjalanan menjelajahi Inggris untuk mencari keberadaan gipsi tua itu demi mendapatkan jawaban dari semua keanehan yang terjadi. Tidak mudah melakukan perjalanan itu, seakan-akan alam ikut berkonspirasi untuk mencegah Troy dan Gadis menemui gipsi tua bernama Lyubitshka itu.
Jangan pernah memakai otakmu untuk memutuskan apa yang hati kamu rasakan padanya. You have to feel it. Feel it with your heart. Feel it right there.
***

Monday, April 7, 2014

Ai: Cinta Tak Pernah Lelah Menanti


Judul: Ai: Cinta Tak Pernah Lelah Menanti
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 282 halaman
Cetakan kesembilan, 2013
Goodreads Rating: 3.71/5.00

Jika kau menginginkan sesuatu, kejarlah semampumu. Jangan sampai kau menyesal.

Ai dan Sei saling mengenal sejak masih kecil. Keduanya tumbuh bersama dalam sebuah desa di pinggir pantai di Jepang. Rumah mereka berdampingan. Ai tinggal di sebuah pemandian umum bersama ayahnya, sedangkan Sei menempati sebuah restoran di sebelah pemandian itu bersama kedua orang tua dan kakaknya. Persahabatan mereka begitu erat sampai ketika remaja mereka berkenalan dengan Shin.

Shin adalah seorang pemuda seumuran dengan Ai dan Sei, yang pindah ke desa untuk tinggal bersama nenek dan kakeknya. Sejak hari pertama mereka berkenalan di restoran keluarga Sei, ketiganya menjadi akrab dan tak terpisahkan. Bahkan ketika lulus SMA mereka bertiga memutuskan untuk kuliah di Tokyo dan tinggal bersama di sebuah apartemen kecil.

Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba, kau baru sadar cinta menyergapmu tanpa peringatan.

Sei baru menyadari perasaannya terhadap Ai berbeda ketika Shin mengungkapkan perasaannya pada Ai. Pada awalnya Sei enggan mengikuti mereka untuk kuliah di Tokyo. Di satu sisi dia tidak nyaman melihat kedekatan Ai dan Shin, di sisi lain dia tidak ingin menjadi pengganggu di antara hubungan Ai dan Shin. Tapi Sei tidak kuasa menolak desakan kedua sahabatnya itu. Bersama mereka menjalani hari-hari mereka kuliah dan bekerja paruh waktu di Tokyo.

Sei menemukan pengalihan kerisauan hatinya dengan bekerja di sebuah restoran. Di sana dia bertemu dengan seorang rekan kerja bernama Natsu. Bersama Natsu, Sei seakan menemukan seorang teman lama yang bisa berbagi obrolan apa pun. Terlebih Sei merasakan kehangatan.

Pagi sebelumnya Shin memberitahu Sei kalau ia akan memberikan kejutan untuk Ai di Tokyo Tower ketika malam. Shin hanya memberitahu, bukan menyuruh Sei untuk datang. Tapi malam itu Sei tidak bisa menahan keinginannya untuk mengetahui kejutan apa yang diterima Ai. Malam itu, ketika melihat Ai bersama Shin, Sei benar-benar menyadari dia mencintai gadis itu. Lebih dari seorang sahabat yang telah dikenalnya sejak kecil.

Kebahagiaan nampaknya hanya berlangsung singkat bagi Ai. Sesuatu yang buruk terjadi pada Shin. Shin tidak akan pernah bisa menemaninya di masa depan. Ai merasa hatinya hancur, hidupnya tiba-tiba tidak punya tujuan. Sei juga merasakan hal yang sama, kehilangan seorang sahabat yang sangat berarti. Tapi dia akan ada di sana untuk menemani Ai, mendampingi di masa-masa sulitnya. Dan terus mencintai Ai...

Masa-masa sulit selalu membuat kita ingin menyerah. Tapi, kau hanya perlu percaya bahwa segalanya akan baik-baik saja.
***

Sunday, April 6, 2014

Remember When

Judul: Remember When: Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 252 halaman
Cetakan kesembilan, 2013
Goodreads Rating: 3.78/5.00

"Being able to live with or without someone is just a matter of perspective."
Masa SMA mungkin menjadi masa yang paling tidak terlupakan bagi sebagian besar orang. Begitu pula yang terjadi pada Freya, Gia, Adrian, dan Moses. Di awal masa-masa SMA, Adrian, bintang basket itu berani menyatakan cinta pada Gia, siswi SMA yang juga jadi incaran banyak siswa di SMA. Sementara sahabat Adrian, Moses, siswa terbaik se-SMA itu dengan malu-malu juga menyatakan cinta pada teman sebangkunya, Freya.

Sejak saat itu, keempatnya sering menghabiskan waktu bersama, entah nonton bareng atau hanya sekedar makan-makan. Berbanding terbalik dengan pasangan Adrian-Gia yang ekspresif dalam menunjukkan perasaannya, Freya dan Moses lebih cenderung pasif. Jangankan mencium, atau memeluk, sekedar membelai rambut atau memegang tangan Freya saja, Moses jarang melakukannya.

Keadaan mulai berubah ketika Mama Adrian meninggal. Hari itu karena Moses dan Gia sedang mengikuti kegiatan OSIS di luar kota, Freya terpaksa menemani Adrian sendirian. Freya yang juga pernah kehilangan seorang ibu seakan bisa mengerti benar perasaan kehilangan yang dialami Adrian. Berbeda dari tatapan kebanyakan orang yang mengandung simpati dan berusaha menghibur, bagi Adrian tatapan Freya adalah tatapan kesedihan yang sama yang dirasakannya.

Perlahan Adrian mulai mengalami perubahan pada perasaannya. Adrian memang masih menyayangi Gia, tapi tidak seperti dulu. Dia menginginkan kehadiran Freya di sisinya, menginginkan kehadirannya lebih dari sekedar sahabat kekasihnya, Gia. Sementara Freya berusaha menghindar, meskipun perlahan dia mulai merasakan perasaannya berubah. Tapi bagi Freya persahabatannya dengan Gia jauh lebih berharga dari kebahagiaannya sendiri. Freya juga tidak ingin menyakiti hati Moses, lelaki yang selalu menghargai dan menjaganya selama ini.

Setiap akhir adalah permulaan yang baru. Sometimes things fall apart so other things can come into place.

Friday, April 4, 2014

Melbourne: Rewind

Judul: Melbourne: Rewind
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 328 halaman
Cetakan keempat, 2013
Goodreads Rating: 3.79/5.00

A light is never just light. Cahaya, seredup apa pun, mampu mengiluminasi kegelapan, dan menjadi medium yang menghidupkan dunia.
Max, lelaki pemuja cahaya itu akhirnya memutuskan kembali ke Melbourne setelah lima tahun yang lalu dirinya pergi ke New York demi impian dan dengan berat hati meninggalkan seorang wanita yang sangat dicintainya kala itu, Laura.
Sementara Laura masih betah tinggal di Melbourne, menjadi manusia tengah malam sebagai penyiar radio dan penulis, pekerjaan yang jauh dari bidang yang ditempuhnya selama kuliah.

Keduanya kembali bertemu, tidak untuk menjalin hubungan percintaan seperti dulu. Hanya sebatas pertemuan antara Max dan Laura. Kembali mereka sering mengunjungi Prudence, sebuah bar yang dulu akrab dengan kebersamaan mereka selama masih pacaran. Menghabiskan secangkir kopi sembari berbincang atau sibuk dengan rutinitas masing-masing.

Meskipun ada perasaan yang nyaman ketika bertemu kembali, baik Laura dan Max memutuskan untuk menyimpan dalam-dalam perasaan mereka saat ini, mereka memilih berbicara tentang hal-hal di masa lalu yang tadinya tidak bisa dibicarakan selama masih berpacaran.

Perasaan Laura kembali terusik dengan munculnya sosok Evan, seorang dokter hewan yang menjadi kekasih Cee, sahabatnya sendiri. Banyak persamaan yang ditemukannya ketika bersama Evan. Perlahan Laura merasakan hal yang lebih dari sekedar sahabat dari pacar lelaki itu.

Sementara Laura terombang-ambing oleh perasaannya sendiri, Max mulai menyadari bahwa perasaannya pada Laura tidak pernah berubah. Max tetap berada di sana, menunggu Laura kembali padanya.

Jatuh cinta pada seseorang memang nggak selalu terjadi sesuai teori dalam buku, atau kayak kisah-kisah romantis dalam film. Manusia nggak bisa milih kapan waktu yang tepat untuk jatuh cinta.

Friday, March 21, 2014

Eclair: Pagi Terakhir di Rusia

Judul: Eclair: Pagi Terakhir di Rusia
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 236 halaman
Cetakan keempat, 2012
Goodreads Rating: 3.84/5.00

"Kematian tidak akan pernah menyerah sekalipun kau berusaha untuk menghindar ke sudut dunia yang paling rahasia. Takdir itu akan tetap menjelang, dan berlari pun akan percuma. Bila takdir gagal merenggutmu lewat pintu, ia akan masuk lewat jendela, menyelinap lewat celah, bahkan menembus pertahanan yang paling kokoh dan tangguh."

Peristiwa tragis di Paris dua tahun lalu, membuat persahabatan Ekaterina 'Katya' Fyodorovna, Sergei Valentinich Snegov, Stepanych Snegov, Kay Nikolai Olivier, dan Lhiver Olivier tercerai-berai.
Kay memilih menghindar, merasa menjadi bagian dari rasa bersalah atas peristiwa itu. Kay meninggalkan persahabatan mereka di St Petersburg dan tempat kelahirannya di Paris, memilih menjelajahi tempat-tempat asing dengan dalih mencari obyek fotografinya, sampai akhirnya bertemu Claudine di New York, Amerika Serikat.
Lhiver memilih untuk membenci mereka, menyalahkan peristiwa tragis itu terjadi karena kakak dan sahabat-sahabatnya itu. Lhiver pergi jauh ke Surabaya, Indonesia, menjauh dari jejak-jejak yang mengingatkannya akan mereka.
Sementara Stepanych menjadi tidak berdaya. Penyakit yang menggerogotinya semakin diperparah dengan peristiwa tragis itu. Stepanych tidak lagi patissier yang optimis dan selalu ceria. Stepanych bahkan nyaris seperti mayat hidup yang tanda-tanda kehidupannya hanya terasa dari hembusan nafasnya.

Setelah dua tahun berlalu, Katya berhasil membujuk Sergei untuk memutuskan mencari Kay dan Lhiver. Di dalam hati, Katya sendiri merasa bersalah dengan peristiwa tragis itu. Secara tidak langsung, latar belakang kehidupannya yang membuat peristiwa itu terjadi. Katya rela menempuh perjalanan dari St Petersburg ke New York, bahkan jauh ke Surabaya, Indonesia. Demi Stepanych yang mungkin saja tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama. Demi memutus kesalahpahaman dan mengembalikan ikatan persahabatan mereka seperti dulu.

"Kerjakan dengan hati. Tuangkan perasaan antusias. Memasaklah dengan kebahagiaan, maka hasilnya akan seindah I wandered lonely as a cloud."


Saturday, March 15, 2014

Refrain: Saat Cinta Selalu Pulang


Judul: Refrain: Saat Cinta Selalu Pulang
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 318 halaman
Cetakan kedua puluh dua, 2013
Goodreads Rating: 3.86/5.00

"Cinta itu nggak memiliki, Nat. Semua orang bebas merasakannya, menyimpannya. Tapi, kalau kamu terlalu takut untuk mengakuinya, selamanya kamu bisa terperangkap di dalamnya." hal.147

Niki dan Nata bersahabat sejak mereka masih kecil. Rumah yang berdekatan membuat mereka sering bersama, berangkat sekolah berboncengan naik sepeda, hingga menikmati datangnya senja sampai melihat bintang sambil berbaring di atas trampolin di belakang rumah Nata.

Ketika beranjak remaja, memasuki dunia putih abu-abu, Nata menyadari perubahan pada dirinya. Perubahan dalam cara dia menganggap Niki lebih dari sekedar sahabat. Bukannya Nata memilih untuk menjadi pengecut, ketakutannya akan kehilangan Niki lebih besar dibanding keberaniannya untuk jujur tentang perasaannya pada Niki.

Persahabatan Niki dan Nata diwarnai dengan kehadiran anak baru bernama Annalise, anak seorang model terkenal yang juga idola Niki. Tidak butuh waktu lama buat Niki yang ceria dan selalu tulus untuk mendekati Anna yang terlihat anti sosial pada awalnya. Jadilah, Niki, Nata bersahabat dengan Anna.

Banyak orang yang meyakini ungkapan bahwa laki-laki tidak bisa bersahabat dengan perempuan. Mungkin ada benarnya. Anna yang menyukai Nata, dan Nata yang menyukai Niki. Masing-masing tidak ada yang mampu mengungkapkan perasaannya, karena Anna tahu Nata menyukai Niki, dan Nata tahu Niki hanya menganggapnya sahabat terlebih dengan kehadiran Oliver. Oliver, kapten tim basket sekolah lain yang akhirnya bisa menjadi pacar pertama Niki.

"Gak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, Kak. Yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya." hal.244


Saturday, March 8, 2014

Barcelona Te Amo: Masih Ada Sketsa Rindu Untukmu

Judul: Barcelona Te Amo: Masih Ada Sketsa Rindu Untukmu
Penulis: Kireina Enno
Penerbit: Bukune
Tebal: 266 halaman
Cetakan II, Mei 2013
Goodreads Rating: 3.84/5.00

Karena seseorang akan terluka, dan itu membuatku ikut terluka. Jadi, kubiarkan matahari tak lagi menerangi semesta. - Katya -

Katya meninggalkan Indonesia menuju Barcelona demi mengalah pada kebahagiaan Sandra yang juga mencintai Evan, sahabat mereka. Sudah dua tahun berlalu Katya berada di kota yang indah yang tidak bisa juga dinikmatinya. Katya menjalani hari-harinya dengan kemuraman, sampai Lucia, teman kuliahnya, menjulukinya Lonely Goddess. Hanya lukisan yang bisa mencerminkan perasaan yang dialami Katya. Lukisan Dandelion yang kesepian mampu dibaca oleh ahli kurator Spanyol yang dingin, Manuel Estefan. Karena lukisan itu, Manuel tertarik untuk mengajak Katya ikut dalam pamerannya. Tawaran yang ditanggapi dingin oleh Katya.

Sejak pertemuan mereka di galeri milik Maria dan Isidro, Katya dan Manuel sering bertemu. Entah Manuel yang mengajak Katya mengunjungi tempat-tempat bernilai seni tinggi, atau Manuel yang mengecek perkembangan lukisan baru yang dimintanya pada Katya. Manuel yang dingin pada wanita karena masa lalunya, perlahan berubah sejak perkenalannya dengan Katya.

Masalah terjadi ketika Sandra tiba-tiba muncul di Barcelona. Setelah kandasnya hubungannya dengan Evan, Sandra penasaran dengan kehidupan Katya yang sekarang. Katya yang selalu menolongnya, Katya yang selalu disukai banyak orang, Katya yang selalu membuatnya iri dengan semua apa yang didapat. Seakan tidak ingin kebahagiaan menghampiri Katya, Sandra datang dengan keyakinan bahwa Evan juga pasti ada di sana.

Tidak butuh lama bagi Sandra untuk menyukai Manuel. Bahkan dengan terang-terangan Sandra berusaha mendekati Manuel. Terlebih ketika Evan muncul kembali di antara dirinya dan Katya. Seakan ingin membuktikan bahwa dirinya bisa melupakan Evan, Sandra tidak mengalihkan perhatiannya sedikit pun pada Evan.

Cinta adalah sebuah penerimaan besar, bahkan ketika kita nggak bisa memberi lebih banyak lagi


Sunday, March 2, 2014

Surat Dahlan

Judul: Surat Dahlan
Penulis: Khrisna Pabichara
Penerbit: Noura Books
Tebal: 396 halaman
Cetakan I, Januari 2013
Goodreads Rating: 3.87/5.00


"Hidup bukan rentetan kenikmatan belaka. Kadang kita butuh kegagalan untuk memahami betapa nikmatnya keberhasilan."

Dahlan muda memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya, Kebon Dalem, Takeran, menuju Samarinda, Kalimantan Timur untuk meraih gelar sarjananya. Tidak hanya kuliah di PTAI saja, Dahlan pun sempat kuliah di Universitas 17 Agustus, Samarinda. Tapi sepertinya, dunia perkuliahan bukanlah hal yang cocok bagi Dahlan muda. Cara mengajar dosen yang terkesan teoritis dan tidak sesuai dengan perilaku mereka, membuat Dahlan tidak bersemangat bahkan sempat menentang cara mengajar salah satu dosennya.

"Tak ada yang lebih buruk daripada mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi."

Di tengah kebimbangannya untuk melanjutkan kuliah, Dahlan muda juga dilanda rindu kampung halaman. Pada Bapak dan Zain, teman-temannya, dan pada Aisha. Surat-surat yang dikirimkan Aisha seolah menegaskan rindu yang dipendam Dahlan muda. Di antara rasa rindu, kebimbangan, Dahlan muda menemukan pelarian lewat organisasi kemahasiswaan PII. Di dalam organisasi ini, Dahlan muda menyuarakan aspirasi rakyat yang tidak puas dengan kinerja pemerintah.

Sayangnya, karena keaktifannya dalam organisasi PII, Dahlan muda sempat menjadi buronan para tentara yang menuduhnya dan kawan-kawan sebagai musuh negara. Dahlan muda ditolong oleh seorang nenek yang tinggal di tepi sungai, bernama Nenek Saripa. Melalui Nenek Saripa, Dahlan muda bertemu dengan pemilik koran harian Mimbar Masyarakat, Sayid. Sejak saat itu Dahlan muda mulai menggeluti bidang jurnalistik yang akhirnya membuat ia direkrut sebagai salah satu kontributor majalah Tempo yang nantinya akan mempertemukan ia dengan "jodoh"nya yang bernama Jawa Pos.

"Kita memang dilahirkan bersama rasa takut, tapi kita tak boleh gentar menghadapi apa pun."


Holland: One Fine Day in Leiden

Judul: Holland: One Fine Day in Leiden
Penulis: Feba Sukmana
Penerbit: Bukune
Tebal: 292 halaman
Cetakan I November 2013
Goodreads Rating: 3.83/5.00

"Een kind zonder moeder is een bloem zonder regen --Seorang anak tanpa ibu bagaikan sekuntum bunga yang tak pernah tersiram hujan."

Kara Sastrowidjojo, meninggalkan Yangkung dan Yangti tersayang di Yogyakarta menuju Leiden, Belanda, untuk mengambil gelar Master in Public International Law di Universiteit Leiden dengan beasiswa Huygens dari Nuffic. Belanda yang dingin, yang mengenal hujan seperti kawan akrab membuat Kara membandingkan hatinya yang sepertinya juga berkawan akrab dengan dingin.

Hidup di kota Leiden yang tenang, membuat Kara jatuh cinta dengan kota ini. Berjalan atau bersepeda di tepian kanal, menghabiskan waktu di bukit de Burch, sambil mengingat kembali masa lalunya dan mempertanyakan kemana langkah hidupnya nanti.

Aku tidak berada di sini untuk jatuh cinta

Berkali-kali Kara mencoba meyakinkan hatinya untuk tidak tergoda dengan pesona Pangeran Hujan bermata pirus itu. Cukup sekali Kara merasakan ditinggal pergi orang yang penting dalam hidupnya, tidak akan mungkin terjadi lagi. Tapi hati tidak bisa dilawan. Sejak bertemu Rein, Kara merasa berbeda. Hatinya mulai merasa hangat saat berbagi waktu berdua. Tapi Rein menyimpan misteri. Kepergian Rein yang selalu terkesan mendadak, munculnya lebam-lebam di beberapa bagian tubuh Rein membuat Kara ragu tentang hubungan yang terjalin di antara mereka.

Satu hal penting yang harus diselesaikan Kara dengan masa lalunya, kotak kayu pemberian Yangkung yang masih teronggok di sudut kamarnya, enggan untuk disentuh. Kotak kayu berisi sejarah hidup Kara, masa lalu yang coba dia lupakan. Ada saat ketika Kara pada akhirnya harus mencari sesosok itu. Ibu...

"Karena, ternyata manusia butuh lupa untuk menghapus luka."


Sunday, February 16, 2014

Bangkok: The Journal

Judul: Bangkok: The Journal
Penulis: Moemoe Rizal
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 436 halaman
Cetakan 2013
Goodreads Rating: 4.14/5.00

Pembaca tersayang,

Siapkan paspormu dan biarkan cerita bergulir. BANGKOK mengantar sepasang kakak dan adik pada teka-teki yang ditebar sang ibu di kota itu. Betapa perjalanan tidak hanya mempertemukan keduanya dengan hal-hal baru, tetapi juga jejak diri di masa lalu.

Di kota ini, Moemoe Rizal (penulis Jump dan Fly to The Sky) membawa Edvan dan adiknya bertemu dengan takdirnya masing-masing. Lewat kisah yang tersemat di sela-sela candi Budha Wat Mahathat, di antara perahu-perahu kayu yang mengapung di sekujur sungai Chao Phraya, juga di tengah dentuman musik serta cahaya neon yang menyala di Nana Plaza, Bangkok mengajak pembaca memaknai persaudaraan, persahabatan, dan cinta.

เที่ยวให้สนุก, tîeow hâi sà-nùk, selamat jalan,

EDITOR

Karena pada dasarnya, aku nggak sendirian. Aku masih punya keluarga.

Edvan Wahyudi, seorang arsitek muda yang sedang menuju puncak kesuksesan di Singapura. Sudah sepuluh tahun ia meninggalkan keluarganya di Indonesia, berusaha melupakan ibu dan adiknya dan meraih kesuksesannya sendiri. Sampai akhirnya pesan singkat itu muncul, mengabarkan meninggalnya sang ibu yang berusaha dibencinya selama ini.

Edvan kembali ke Indonesia, mendapati ibunya sudah dimakamkan tanpa bisa dia melihat wajah ibunya untuk terakhir kali. Edvan kembali bertemu adiknya, Edvin, yang hampir tidak dapat dikenalinya. Bagaimana Edvan akan mengenalinya? Kalau adik laki-lakinya itu muncul dalam penampilan yang membuatnya terlihat sangat mirip dengan ibu. Edvin berubah menjadi cantik dan...perempuan.

Sang ibu meninggalkan warisan yang harus dicari oleh Edvan. Edvan diminta untuk mengumpulkan enam jurnal yang tersebar di kota Bangkok, Thailand. Jika keenamnya telah terkumpul, maka warisan itu akan terungkap. Demi mengingat tentang ibunya, Edvan akhirnya mencari jurnal itu di Bangkok.

Selama pencarian jurnal, Edvan ditemani oleh seorang perempuan Thailand bernama Chananporn Watcharatrakul atau Charm. Berhari-hari bahkan berminggu minggu keduanya menjelajahi tiap tempat di Bangkok untuk menemukan satu per satu jurnal itu. Berulangkali keraguan menghampiri Edvan untuk mencari jurnal yang hampir tidak mungkin kalau dipikir secara logika, tapi kehadiran Charm yang selalu optimis dan ikhlas menemaninya selalu membangkitkan semangat Edvan.

"Resep sabar apa, Khun? Aku hanya melakukannya dengan senang hati. Kita hanya punya hidup satu kali di dunia ini. Kenapa harus frustasi pada masalah-masalah yang kita hadapi? Buat saja itu petualangan. Or something fun."

Perasaan suka Edvan perlahan-lahan muncul menjadi cinta. Segala hal dilakukan Edvan supaya perasaannya berbalas. Bahkan hal konyol sekalipun.
Selain mengejar cintanya, Edvan juga mulai bisa menerima perubahan yang terjadi pada diri Edvin, adiknya. Meskipun dia tidak pernah setuju dengan apa yang dilakukan adiknya.

"Aku nggak milih untuk cinta dia. Tiba-tiba aja, aku tahu kalau dia kunci yang tepat untukku. Kayak kalau kita coba masukin kunci ke banyak lubang pintu, waktu terdengar bunyi krek dan kunci itu pas masuk, rasanya kayak gitu."


Sunday, February 9, 2014

Paris: Aline

Judul: Paris: Aline
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 224 halaman
Cetakan Januari 2013
Goodreads Rating: 3.80/5.00

"I love you not because of who you are, but because of who I am with you."

Aline, mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Pantheon-Sorbonne demi membuat bangga sang ayah. Untuk menyambung hidupnya, Aline bekerja sebagai kasir di Bistro Lombok. Aline patah hati karena orang yang disukainya dan juga teman kerjanya, Putra, yang dijulukinya si Ubur-Ubur lebih memilih perempuan cantik Prancis, Lucie Francois. Karena tidak sanggup melihat mereka berdua bermesraan di tempat kerja, Aline memilih untuk mengambil cuti seminggu demi mengatasi patah hatinya.

Di tengah perjalanan pulang, melewati Jardin du Luxembourg, Aline menemukan pecahan porselen berwarna ungu muda yang menarik perhatiannya. Dengan petunjuk yang ada di pecahan porselen itu, Aline berusaha menemukan pemiliknya. Dengan bermodal alamat email yang ditemukan melalui akun twitter, Aline menghubungi pemilik porselen yang diyakininya bernama Aeolus Sena.

Entah apa yang ada di benak Aline ketika menyetujui permintaan Aeolus Sena untuk menemuinya sekitar pukul 12 malam di Place de la Bastille. Tempat itu tentu saja bukan tempat yang menarik untuk dikunjungi di tengah malam, mengingat tempat itu adalah tempat dimana para narapidana di jaman dahulu menjalani hukuman matinya. Dua kali membuat janji di sana, Aeolus Sena itu tidak juga menunjukkan batang hidungnya. Pada hari ketiga barulah lelaki itu muncul dengan gaya berpakaiannya yang sedikit nyentrik.

Setelah mengembalikan porselen itu, Aline dijanjikan Aeolus Sena untuk mengabulkan tiga permintaannya. Sejak hari itu, Aline menghabiskan beberapa hari cutinya untuk pergi bersama Aeolus Sena sembari mengungkapkan permintaannya. Bagi Aline, Aeolus Sena adalah sosok yang aneh karena selain pertemuan mereka di Place de la Bastille, Sena juga mengajak Aline mengunjungi tempat favoritnya, Pere Lachaise, sebuah kawasan pemakaman terkenal karena orang-orang yang dimakamkan di sana juga kebanyakan orang-orang terkenal.

Ada banyak hal yang menyimpan misteri tentang sosok Aeolus Sena. Selain penampilannya yang eksentrik, gaya bicaranya yang terlalu blak-blakan, Aeolus Sena sering menghilang dan muncul secara tiba-tiba. Tapi itu tidak membuat Aline mundur, dirinya menjadi semakin penasaran ketika Aeolus Sena tiba-tiba muncul dengan membawa barang-barang yang dititipkan padanya dan pergi bersama seorang wanita yang mengejarnya.

"Don't cry because it's over, smile because it happens..."

***

Apa yang identik dengan Paris? Seakan menjawab pertanyaan kita, penerbit menyelipkan free postcard bergambar Menara Eiffel di dalam novel ini. Yeah, I love postcard!!

Tapi di novel ini kita tidak akan menjumpai jalan cerita yang berlatar belakang di Menara Eiffel. Alih-alih tempat yang romantis, kita akan dibuat merinding dengan mengunjungi Place de la Bastille di tengah malam dan area pemakaman terkenal, Pere Lachaise.

Penulis tidak menggunakan Paris sekedar untuk tempat terjadinya cerita, tapi lebih dalam tentang sejarah, seni dan orang-orangnya. Saya lega karena penulis tidak menggunakan melulu tentang Eiffel yang jamak dikenal orang apabila menyebut kota Paris.

Masing-masing karakter tidak digambarkan terlalu dalam, mungkin karena novel ini bercerita dari sudut pandang orang pertama, Aline, sebagai penulis buku diari. Dari pertama baca, sebenarnya saya jatuh cinta dengan sosok Kak Ezra dan berharap ada kisah manis antara Aline dan Kak Ezra. Hal ini juga yang membuat saya agak kecewa dengan akhir kisahnya. Tapi benar saja, sudah lama menyukai tapi tidak ada tindakan nyata untuk mengungkapkannya sama saja nol besar ya :D

Yang saya suka dari novel ini...Aline digambarkan sebagai sosok pencinta manga, dan karakter manga favoritnya adalah Aiolos de Sagittaire. Ingatan saya tiba-tiba kembali ke masa kecil, di hari minggu ketika saya tidak sabar menunggu tayangnya Saint Seiya di tivi. Aiolos de Sagittaire adalah salah satu karakter di Saint Seiya (seingat saya...)

Kisah di balik kehidupan Aeolus Sena membuat novel ini tidak hanya berkisah tentang Aline yang merasa inferior dengan hidupnya. Hadirnya sepasang suami istri psikopat yang memperlakukan Sena sebagai sosok anaknya yang sebenarnya sudah meninggal, semakin memperdalam cerita novel ini.

Karena saya menyukai sosok tetangga Aline, si Ezra Yoga itu. Bagian favorit saya adalah film pendek yang dibuat Aeolus Sena untuk membantu Ezra menyatakan perasaannya pada Aline. Yaaa, meskipun pada akhirnya itu sudah terlambat.

Indahnya kota Paris digambarkan penulis dengan toko bakery dan pastry khas Prancis, Beaumarchais Boulangerie atau kafe teh mungil, Mariage Frefes yang akhirnya membuat saya googling karena kedua tempat itu terbayang keren buat saya :D

"Beginikah cinta itu...? Saat kita tahu kita tak kasat mata bagi orang yang dicintai, tapi tetap melakukan apa pun demi orang itu...?"

Happy Reading ! :)

Review ini diikutkan dalam Indonesian Romance Reading Challenge 2014 di http://kubikelromance.blogspot.com/2013/12/update-indonesian-romance-reading.html
Review ini diikutkan dalam Indiva Readers Challenge 2014 di http://indivamediakreasi.com/indiva-readers-challenge-irc-2014/
...dan tentu saja review ini diikutkan dalam BBI Review Challenge...