Sunday, August 25, 2013

Autumn Once More

source: goodreads
Judul: Autumn Once More - Kumpulan Cerpen Metropop
Penulis: Aliazalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, Shandy Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 232 halaman
Cetakan Kedua, April 2013
Goodreads rating: 3.64/5.00

Heaven really knows what's best for us.

 Cinta <adj>: suka sekali; sayang benar; kasih sekali; terpikat.
Ada bahagia dan kepedihan dalam cinta. Cinta yang terpendam menimbulkan resah, pengkhianatan pun tak lepas dari cinta, atau bahkan cinta berlebihan sehingga menyesakkan.

Kumcer ini mengingatkan saya pada buku kumcer sebelumnya yang pernah saya baca, yaitu Empat Musim Cinta terbitan Gagasmedia. Kalau dulu saya membacanya karena alasan penulisnya, saya memilih kumcer Autumn Once More ini karena teringat feeling yang saya dapatkan setelah membaca kumcer itu. Karena isinya kumpulan cerita, ada banyak kejutan yang saya harapkan dari cerita yang dituliskan oleh masing-masing penulis.

Ada 13 cerita yang disajikan. Itu artinya masing-masing penulis menyumbang satu cerita. Di antara ketigabelas penulis, 3 di antaranya cukup familiar di telinga saya yaitu Ilana Tan, Ika Natassa, dan AliaZalea. Mungkin karena alasan itu juga ya ketiga nama tersebut muncul di cover sebagai pemikat calon pembaca buku ini. Dari tiga penulis tersebut, hanya Ilana Tan yang karya-karyanya sudah saya baca lengkap. Novelnya Ika Natassa masih dalam waiting list untuk dibaca. Sedangkan AliaZalea belum satu pun karyanya pernah saya baca (masukkan ke daftar pencarian berikutnya :D)
Saya akan bahas cerita yang meninggalkan kesan saat membacanya, bukan karena yang lain tidak bagus. Kadang kala kesan yang tertinggal lebih karena selera. Ya, kan? :)

Cerita pertama yang berjudul Be Careful What You Wish For punya AliaZalea langsung berhasil menohok saya dengan paragraf pembukanya :)
Apa yang terjadi, Phiet?
Dikatakan kadang cinta membuat pikiran kita tidak rasional. Gara-gara suka, kadang kita mendapati diri melakukan hal-hal yang nggak akan mungkin dilakukan kalau pikiran kita seratus persen waras. Bagian nge-stalk orang yang kita suka benar-benar mengingatkanku pada seseorang. Yeah, that was me! :D
Haruskah aku melakukan seperti apa yang 'aku' lakukan di cerita ini? Berjanji jika suatu saat diberikan kesempatan bertemu seseorang yang kusuka, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu *sigh*

Cerita kedua yang berjudul Thirty Something punya Anastasia Aemilia juga cukup berkesan dengan kisah dua orang yang sudah lama berteman dan saling memendam perasaan entah karena ragu atau takut untuk mengungkapkan. Seringkali ungkapan 'tidak ada namanya persahabatan antar lawan jenis' membuktikan kebenarannya. Cukup puas dengan ending yang digantung.

Cerita ketiga yang membuat saya tersenyum geli dengan ending-nya adalah Jack Daniel's vs Orange Juice punya Harriska Adiati. Diceritakan tokoh Dennys di sini berhenti menjalani hidup yang super-duper-asyik-dan-tanpa-beban menjadi hidup yang jaga-hati-jaga-kelakuan demi mendapatkan hati seorang gadis dari keluarga baik-baik di lingkungan tempat tinggal barunya. Tapi hal yang dilakukan tidak dari hati alias pura-pura baik di permukaan tidak akan berjalan lama. Seringkali orang sibuk mencari pasangan baik-baik untuk dijadikan pendamping, tapi apakah diri orang itu sendiri sudah menjadi baik-baik buat orang yang dicarinya? Karena tidak hanya lelaki yang menginginkan perempuan baik-baik, perempuan juga menginginkan lelaki baik-baik untuk jadi pendampingnya :)

Critical Eleven punya Ika Natassa bagi saya adalah highlight dari buku kumcer ini. Entah karena gaya berceritanya yang seru atau karena cerita tentang perjalanan yang diungkapkannya. I do love traveling. Bukan tentang liburan atau mengunjungi tempat baru, tapi prosesnya itu sendiri. Menghabiskan dua jam setiap harinya dalam perjalanan membuat saya punya banyak hal yang ingin diungkapkan dalam kata-kata. Tapi ujung-ujungnya kata-kata itu tidak berhasil tertuang dengan puasnya dalam tulisan. Beberapa ungkapan Ika Natassa seolah mewakili apa yang ingin saya ungkapkan.
Travel is a remarkable thing, right? Dengan pesawat, dengan bus, dengan kereta api, berjalan kaki, somehow it brings you to a whole other dimension more than just the physical destination.
This is another thing that travel does to you. The sheer joy of laughing freely with a complete stranger. Just because laughing is a pretty good idea at the moment.
I guess this is another thing that travel does to you. You let your guard down and let yourself fall for something as random as a stranger's smile.
Melakukan perjalanan jarak jauh ke tempat kerja seringkali menjadikan mood saya konstan bahagia di setiap harinya. Bertemu banyak orang, entah orang-orang yang sudah lama kita kenal atau orang-orang baru, mengobrol tanpa ada keharusan membicarakan topik tertentu, bercanda tanpa beban, dan seringkali mengabaikan masalah yang akan kita hadapi ketika sampai di tujuan nanti. Dan seringkali ketika sampai di tujuan, saya akan merindukan saat melakukan perjalanan itu lagi.
Balik ke cerita Critical Eleven ini, saya juga suka dengan kedua karakter yang diceritakan. Dari dengar-dengar yang saya dengar *halah* cerita ini akan menjadi sebuah novel, sepertinya layak ditunggu.

Autumn Once More punya Ilana Tan mungkin bisa jadi cerita yang indah kalau saja saya belum membaca novel Autumn in Paris. Sayangnya karena saya sudah mengetahui kemana kisah cinta Tatsuya Fujisawa dan Tara Dupont akan berakhir, saya tidak mendapat greget dari cerita ini :(

Love is a Verb punya Meilia Kusumadewi juga meninggalkan sebuah senyuman setelah membacanya. Pilih mana, dikomen statusnya di social media atau diperhatikan lewat perbuatan nyata? Kadang ada orang-orang yang merasa gak penting menunjukkan kepada dunia atau supaya orang lain tahu kalau dia menyayangi seseorang. Baginya yang penting adalah rasa sayang itu sendiri yang ditunjukkan pada orang yang disayanginya.

Bacaan yang menghibur dan tidak menyita banyak waktu, habis sekali baca dalam 2 jam perjalanan bolak-balik di kereta api :D

Happy Reading! :)  

you can find the book on bukabuku.com 

Saturday, August 10, 2013

BlackJack

source: goodreads
Judul: Blackjack
Penulis: Clara Ng, Felice Cahyadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Juli 2013

"Ketika aku bercerita mengenai masalahku pada seseorang, maka orang itu akan mengambil secuil bebanku dan memikirkannya. Dia akan membantuku. Paling tidak, dia akan berusaha mencari cara untuk menolong dan meringankan bebanku."

Ashlyn, menjadikan Inggris sebagai tujuan hidup sejak kecil, tujuan yang ditanamkan lekat-lekat oleh orang tuanya. Mungkin bukan tujuan yang berasal dari keinginannya sendiri, tapi pada akhirnya di sanalah Ashlyn berlabuh.

Ashlyn bersama kedua orang sahabatnya, Laura dan Adel - yang termakan bujukan Ashlyn untuk ikut kuliah ke Inggris - memilih Northumbria University, Newcastle sebagai pilihan untuk melanjutkan kuliah.

Masa adaptasi mereka bertiga dengan Inggris dan aksen British-nya tidak akan mudah kalau saja mereka tidak mengenal mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang lebih dulu berada di sana. Dalam salah satu acara penyambutan mahasiswa baru oleh para mahasiswa Indonesia senior itulah Ashlyn mengenal Jaeed Hassan, pria Arab asal Indonesia.

Kebaikan hati, perhatian, dan sikap Jaeed padanya, membuat Ashlyn tidak bisa menolak ketika pada akhirnya Jaeed memintanya menjadi kekasih. Kehidupan Jaeed yang terlihat sedikit berbeda dengan mahasiswa kebanyakan tidak membuat Ashlyn menaruh curiga.

Mungkin memang benar cinta itu buta. Itulah yang terjadi pada diri Ashlyn. Cinta butanya pada Jaeed membuatnya seakan tutup mata tutup telinga terhadap hal-hal buruk yang coba disampaikan teman-temannya tentang sang kekasih. Jaeed yang baik hati, Jaeed yang berusaha selalu menyenangkan hatinya, Jaeed yang mencintainya. Ashlyn tetap bertahan dan mencintai Jaeed meskipun beberapa kali kecurigaan muncul tentang kehidupan Jaeed yang sebenarnya.

Nasehat dan peringatan yang dilontarkan Laura dan teman-temannya dianggap angin lalu. Kebohongan demi kebohongan Jaeed diterima dengan naif oleh Ashlyn sebagai sebuah kebenaran, terutama saat Jaeed mulai berani meminjam uang padanya dengan alasan-alasan yang membuat Ashlyn tidak bisa menolak.

Hanya sekali Jaeed mengenalkan Ashlyn pada permainan judi, yang dikatakan hanya untuk bersenang-senang. Tidak pernah ada dalam pikiran Ashlyn bahwa Jaeed seorang penggila judi. Sampai akhirnya Jaeed menghilang dengan tumpukan utang kepada Ashlyn dan beberapa temannya yang lain. Ashlyn tidak bisa melanjutkan kuliah S2nya di London karena uangnya habis dipinjam Jaeed, bahkan dia harus merasakan tidur di jalanan karena tidak mampu membayar uang sewa. Entah dimana Jaeed...

"Seburuk apa pun situasimu, ketika sahabatmu mendampingimu, kamu akan tahu bahwa semuanya bisa menjadi lebih baik."

***

Clara Ng kembali berkolaborasi dengan seorang penulis perempuan, kali ini adalah seorang penulis bernama Felice Cahyadi dalam novel berjudul Blackjack.
Kesan saya, beneran ini kisah nyata? Kalau enggak pasti aku udah ngasih rapor merah ke penulisnya karena sudah menciptakan karakter yang totally fell into love kayak Ashlyn :(
*siapa aku berani kasih rapor merah?? Haduuuuhh...
Ada ya yang mencintai cowok sebuta itu?
Eh, kalau dipikir-pikir mungkin ada ya...Kadang seseorang gak merasa kalau sedang mengalaminya dan terjebak dalam cinta buta. Ibaratnya kalau dunia ini milik berdua, yang lain ngontrak. Hehehe...Yang nyata cuma orang yang kita cintai, yang lain cuma ilusi *halah*
Yang kadang kalau kita tengok kanan kiri kita, ada orang-orang yang di dekat kita juga mengalami hal yang sama. Seringkali hal-hal semacam itu menjadi jauh lebih mudah dilihat dari sudut pandang orang ketiga.

Karakter perempuannya bikin gemesss. Tapi, mungkin karena karakter Ashlyn terinspirasi dari orang yang memang benar-benar ada di kehidupan nyata, ya memang begitu adanya...
Saya baru bisa masuk ke dalam cerita novel ini ketika Ashlyn benar-benar terpuruk dan membutuhkan seseorang untuk berbagi. Di situlah, dia baru mengerti arti sahabat yang sesungguhnya. Ya...kira-kira menjelang novel berakhir. Mungkin karena cerita semacam ini bukan jenis favorit saya kali ya, jadi susah untuk menyatu dengan cerita.

Menurut saya porsi penyampaian tentang permainan judi di novel ini sangat kurang, sehingga judul tidak benar-benar mewakili isi novel itu sendiri. Sepanjang cerita, karakter utama, Ashlyn, hanya terlibat dua kali dalam permainan judi. Tadinya, saya menduga karakter utama tidak hanya kehilangan uang karena dipakai sang kekasih untuk berjudi, tapi juga ikut terjerumus dalam bisnis perjudian itu sendiri.

Ya, novel ini mungkin tidak sesuai dengan harapan saya. Saya gagal mengenali sentuhan Clara Ng di novel ini. Tapi ending-nya bolehlah jadi penghibur kekecewaan saya.

Happy Reading! :D

you can find the book bukabuku.com