Saturday, April 7, 2012

Esperanza Rising


Judul : Esperanza Rising
Penulis : Pam Munoz Ryan
Penerbit : Atria
Cetakan I Maret 2011

"Aguantate tantito y la fruta caera en tu mano. Tunggu beberapa saat dan buahnya akan jatuh ke tanganmu"

Hari ulang tahun bagi Esperanza Ortega adalah hari dimana dia selalu mendapatkan persembahan serenade di kala matahari terbit oleh Papa dan para lelaki yang tinggal di perkebunan. Menyanyikan Las Mananitas, lagu ulang tahun, tepat di bawah jendela kamar tidurnya. Kemudian Esperanza akan melambaikan kecupan ke arah mereka dan turun untuk membuka kado-kado yang diperolehnya.
Ulang tahun Esperanza yang ketigabelas tidak akan pernah sama lagi. Di malam sebelum ulang tahun Esperanza, Papa kembali ke perkebunan dalam keadaan tidak bernyawa. Dia dan beberapa orang pekerjanya dibunuh oleh para bandit.
Kesedihan Esperanza tidak berhenti di situ. Kedua kakak tiri Papa berusaha mengambil alih perkebunan dan seluruh kekayaan Papa. Bahkan salah satunya berusaha untuk menjadikan Mama sebagai istrinya.
Untuk menghindari hal yang lebih buruk terjadi, Esperanza dan Mama memutuskan untuk melarikan diri. Dengan ditemani pekerja setia Papa; Alfonso, Hortensia, dan Miguel; Esperanza dan Mama memutuskan pergi ke Amerika Serikat. Tempat dimana kedua abang tiri Papa tidak akan bisa mengganggu mereka.
Hidup seperti jatuh terbalik bagi Esperanza. Terbiasa hidup dimanja, bergelimangan kasih sayang dari banyak orang, dan segala kemudahan yang didapat, Esperanza memulai hidup baru yang sangat berat. Berbagai pekerjaan kasar yang sebelumnya tidak pernah ada di dalam benak Esperanza, yang seharusnya mewarisi perkebunan El Rancho de Las Rosas, terpaksa dilakukan demi bertahan hidup.

***

Novel Esperanza Rising ini mengingatkanku pada banyak telenovela yang pernah booming saat masa-masa SD dulu, tapi karakternya berganti menjadi anak perempuan berumur 13 tahun. Mungkin kalau beberapa taun kemudian bisa jadi kisah cinta antara Esperanza dan Miguel kali ya....Hehehe...
Setting cerita film ini juga mengingatkanku pada film berjudul A Walk in The Clouds yang dibintangi Keanu Reeves. Perkebunan anggur dengan anak perempuan pemilik perkebunan. Plus adegan Keanu Reeves bernyanyi di bawah jendela kamar tidur si cewek :D
Ups, tapi ini novel anak-anak!
Salah satu hal yang membuatku jatuh cinta pada novel anak-anak adalah selalu ada pesan-pesan yang tersirat dari cerita yang disampaikan.
Seperti di Esperanza Rising, digambarkan bahwa sebuah kehidupan tidak akan selalu mudah, mulus, lancar seperti yang kita inginkan. Ada kalanya kita jatuh dan itu terasa sakit. Tapi dari sanalah kita belajar untuk bangkit dan berusaha untuk tidak jatuh lagi.
Seperti yang dimaksudkan nenek Esperanza, Abuelita, saat mengajari Esperanza merajut selimut, gunung-gunung dan lembah-lembah – kehidupan selalu naik turun.

"No hay rosa sin espinas. Tidak ada mawar yang tak berduri"

Happy Reading! :D

0 comments:

Post a Comment