Tuesday, June 26, 2012

The Last Juror



Judul: The Last Juror (Anggota Juri Terakhir)
Penulis: John Grisham
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Cetakan Januari 2007

Cerita ini bertempat di sebuah kota kecil bernama Clanton, Mississipi di tahun 1970-1979. Bermula dari seorang pemuda bernama Willie Traynor yang datang ke kota ini untuk bekerja magang di sebuah koran lokal bernama The Ford Country Times. Karena koran di ambang kebangkrutan, Willie nekat membelinya dengan meminjam uang dari neneknya yang kaya raya.
Tidak lama berselang, sebuah peristiwa besar terjadi di kota yang selama ini kehidupan berlangsung begitu datar dan biasa-biasa saja. Seorang janda dua anak, Rhoda Kassellaw, diperkosa dan dibunuh oleh salah seorang anggota keluarga Padgitt yang terkenal. Danny Padgitt, sang tersangka diputuskan bersalah dan juri memutuskan hukuman seumur hidup untuk Danny. Sebelumnya Danny mengancam para juri akan membalas dendam apabila dianggap bersalah.
Sayangnya, hukuman seumur hidup di Mississipi bukanlah berarti seumur hidup. Sembilan tahun kemudian, Danny Padgitt mendapatkan pembebasan bersyarat. Beberapa minggu setelah kebebasan Danny Padgitt, salah satu juri terbunuh, yang diikuti dengan terbunuhnya anggota juri yang lain.

***

Ini adalah novel John Grisham pertama yang akhirnya saya baca. Tadinya mengincar judul novelnya yang lain, tapi mendapat buku ini dengan harga miring sekali yang tak bisa ditolak :D
Baca novel ini serasa nonton film action dengan Willie Traynor - seorang pendatang di Clanton, drop out kuliah, masih 23 tahun dan mendadak menjadi pemilik koran lokal - sebagai sudut pandang utama.
Di ending cerita, saya merasa tertipu dengan judul buku. Tadinya ekspektasi saya, akan ada satu juri yang tersisa di akhir cerita dan terkuaknya modus balas dendam seorang Padgitt. Tapi ternyata tidak...
Menurut saya, novel ini bukan hanya bercerita tentang kisah pembunuhan dimana Danny Padgitt menjadi highlight berita koran The Ford County Times. Novel ini lebih berkisah tentang kisah Willie Traynor sebagai redaktur muda koran lokal yang dengan kesan serampangan anak muda, menyampaikan berita yang berani dan terang-terangan tak kenal takut akan akibatnya. Tidak hanya tentang Danny Padgitt, tapi juga bagaimana dia berani menerbitkan tulisan dengan tokoh sentral seorang wanita kulit hitam sebagai bahan beritanya. Di tahun itu, isu pemisahan kulit hitam dan kulit putih masih sangat kentara. Selain itu, banyak cerita mengenai perubahan pribadi Willie Traynor sendiri, ancaman yang diterimanya karena beritanya yang berani, ataupun kisah-kisah lain yang terjadi di kota kecil itu. Sebenarnya kisah Danny Padgitt malah hanya muncul di awal, dan menjelang akhir novel.
Ketika memutuskan membaca novel ini, sebenarnya saya sudah memperingatkan diri sendiri untuk mengantisipasi ending yang mungkin tidak pernah diduga. Dan itu terjadi...
This is one of my favorite thriller novels. Keren! Tapi jangan tertipu oleh judul! :D

Happy reading! :)

Friday, April 27, 2012

Pemenangnya adalah.....


Wahhh, sudah waktunya pengumuman ya???
Hari ini hectic sampai lupa kalau genderang harus ditabuh. Gara-gara lembur nih!!

Ini giveaway pertamaku dan semoga akan ada giveaway2 selanjutnya ya. Amiiinn....

Sebelumnya terima kasih buat teman-teman yang ikut memeriahkan ultah BeBI dengan ikutan giveaway hop, semoga bagi-bagi bukunya terus dilestarikan. Hehehe...

Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya diputuskan pemenangnya adalah: Peri Hutan!!!

Selamat yaaa!!Kamu berhak mendapatkan buku Dimsum Terakhir karya Clara Ng.

Buat teman-teman yang belum beruntung, semoga beruntung di giveaway berikutnya....

Saturday, April 14, 2012

BBI 1st Giveaway Hop


Terlambat postingnya, tapi semangat buat memeriahkan ultah BBI yang pertama tetap menyala :D
Sebagai salah satu anggota Blogger Buku Indonesia, saya tergiur untuk ikut BBI 1st Giveaway Hop yang diprakarsai oleh Fanda's Historical Fiction, Kumpulan Sinopsis dari Okeyzz, dan Dear Readers.

Nah, buku apa yang saya ingin bagikan?

Saya ingin berbagi bahagia dengan membagi 1 (satu) buku karya Clara Ng yang berjudul Dimsum Terakhir

Dimsum Terakhir sebenarnya novel lama yang diterbitkan kembali alias cetak ulang dengan cover baru

Clara Ng adalah penulis Indonesia favorit saya dan Dimsum Terakhir adalah novel yang penuh perjuangan saat memperolehnya (cover versi lama)karena pada saat itu sudah out of stock dimana-mana. Kabar gembiranya sekarang novel ini sudah dicetak ulang dengan cover versi baru :)

***

A novel about being single and becoming part of a family... when everything is going totally wrong.

Empat perempuan kembar yang mempunyai empat kehidupan berbeda. Empat masa depan yang membingungkan. Empat rahasia masa lalu yang menghantui. Dan satu usia biologis yang terus berdetik.

Siska, Indah, Rosi, dan Novera terpaksa harus pulang untuk mendampingi ayah yang diprediksi tidak punya harapan hidup lagi. Mereka tak pernah menyangka bahwa kesempatan berkumpul kembali ternyata mengubah segalanya. Pertanyaan-pertanyaan penting tentang kehidupan bermunculan, termasuk ketakutan, kecemasan, dan keangkuhan mengakui bahwa kehidupan dan kematian hanyalah sekadar garis tipis.

Dimsum Terakhir adalah drama penuh haru, memikat, cerdas, dan dituturkan dengan amat indah oleh novelis bestseller Indonesia, Clara Ng. Kisah yang ditulis modis dengan gaya lembut tapi kuat ini menyuarakan keberanian serta kekuatan yang (selalu) ada di hati kita semua.



***

Nih, cara mendapatkannya:
1. Siapa penulis Indonesia favoritmu dan kenapa?
2. Follow blog ini lewat GFC
3. Jangan lupa cantumkan email/FB/twitter

Semakin menarik alasannya, semakin besar kesempatanmu :)
Pengumumannya tanggal 27 April 2012.

Giveaway Hop ini berlangsung dari 13-26 April 2012.

Dan ini adalah daftar blog yang turut mengadakan Giveaway Hop.

Saturday, April 7, 2012

Esperanza Rising


Judul : Esperanza Rising
Penulis : Pam Munoz Ryan
Penerbit : Atria
Cetakan I Maret 2011

"Aguantate tantito y la fruta caera en tu mano. Tunggu beberapa saat dan buahnya akan jatuh ke tanganmu"

Hari ulang tahun bagi Esperanza Ortega adalah hari dimana dia selalu mendapatkan persembahan serenade di kala matahari terbit oleh Papa dan para lelaki yang tinggal di perkebunan. Menyanyikan Las Mananitas, lagu ulang tahun, tepat di bawah jendela kamar tidurnya. Kemudian Esperanza akan melambaikan kecupan ke arah mereka dan turun untuk membuka kado-kado yang diperolehnya.
Ulang tahun Esperanza yang ketigabelas tidak akan pernah sama lagi. Di malam sebelum ulang tahun Esperanza, Papa kembali ke perkebunan dalam keadaan tidak bernyawa. Dia dan beberapa orang pekerjanya dibunuh oleh para bandit.
Kesedihan Esperanza tidak berhenti di situ. Kedua kakak tiri Papa berusaha mengambil alih perkebunan dan seluruh kekayaan Papa. Bahkan salah satunya berusaha untuk menjadikan Mama sebagai istrinya.
Untuk menghindari hal yang lebih buruk terjadi, Esperanza dan Mama memutuskan untuk melarikan diri. Dengan ditemani pekerja setia Papa; Alfonso, Hortensia, dan Miguel; Esperanza dan Mama memutuskan pergi ke Amerika Serikat. Tempat dimana kedua abang tiri Papa tidak akan bisa mengganggu mereka.
Hidup seperti jatuh terbalik bagi Esperanza. Terbiasa hidup dimanja, bergelimangan kasih sayang dari banyak orang, dan segala kemudahan yang didapat, Esperanza memulai hidup baru yang sangat berat. Berbagai pekerjaan kasar yang sebelumnya tidak pernah ada di dalam benak Esperanza, yang seharusnya mewarisi perkebunan El Rancho de Las Rosas, terpaksa dilakukan demi bertahan hidup.

***

Novel Esperanza Rising ini mengingatkanku pada banyak telenovela yang pernah booming saat masa-masa SD dulu, tapi karakternya berganti menjadi anak perempuan berumur 13 tahun. Mungkin kalau beberapa taun kemudian bisa jadi kisah cinta antara Esperanza dan Miguel kali ya....Hehehe...
Setting cerita film ini juga mengingatkanku pada film berjudul A Walk in The Clouds yang dibintangi Keanu Reeves. Perkebunan anggur dengan anak perempuan pemilik perkebunan. Plus adegan Keanu Reeves bernyanyi di bawah jendela kamar tidur si cewek :D
Ups, tapi ini novel anak-anak!
Salah satu hal yang membuatku jatuh cinta pada novel anak-anak adalah selalu ada pesan-pesan yang tersirat dari cerita yang disampaikan.
Seperti di Esperanza Rising, digambarkan bahwa sebuah kehidupan tidak akan selalu mudah, mulus, lancar seperti yang kita inginkan. Ada kalanya kita jatuh dan itu terasa sakit. Tapi dari sanalah kita belajar untuk bangkit dan berusaha untuk tidak jatuh lagi.
Seperti yang dimaksudkan nenek Esperanza, Abuelita, saat mengajari Esperanza merajut selimut, gunung-gunung dan lembah-lembah – kehidupan selalu naik turun.

"No hay rosa sin espinas. Tidak ada mawar yang tak berduri"

Happy Reading! :D