Saturday, October 8, 2011

Sebelas Patriot



Judul: Sebelas Patriot
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: Juni 2011

Menggemari tim sepak bola negeri sendiri adalah 10% mencintai sepak bola dan 90% mencintai Tanah Air.

Masih tentang Ikal sebagai tokoh utama yang mewakili penulis. Kali ini fragmen ceritanya seputar Ikal yang mengejar cita-cita sebagai pemain bola nasional. Cita-citanya semakin kuat ketika mengetahui bahwa ayahnya ternyata adalah pemain bola di masa mudanya. Meskipun karirnya kandas karena tempurung lutut kiri ayahnya diremukkan Belanda. Tahap demi tahap dilalui Ikal untuk menjadi pemain PSSI, mulai dari ikut klub kampung, seleksi kabupaten, sampai menjadi pemain sepak bola junior Provinsi Sumatera Selatan. Dari Ikal kecil yang berjuang menjadi pemain bola, cerita melompat ke kisah Ikal saat bersekolah di Prancis. Selama di sana, Ikal sempat backpacking dan mengunjungi Madrid demi sebuah tujuan: demi ayahnya.

Membaca novel ini seperti bertemu dengan teman lama. Hey, bagaimana bisa penulis tahu kalau saya tidur di atas bed cover AC Milan dan membuat akun email dengan nama tambahan???
Sebagai perempuan yang rela menghabiskan waktu begadang tengah malam demi nonton bola, agaknya saya menemukan jawaban di novel ini alasan kenapa saya bisa betah melek malam demi melihat 22 orang di lapangan berlarian ke sana kemari mengejar bola.

Andrea Hirata masih setia dengan gaya menulisnya yang ‘cantik’ dan penuh metafora, yang kadang-kadang terasa berlebihan. Di novel ini, penulis menambahkan foto dan bonus CD musik untuk memperkuat cerita (hmm, sampai sekarang saya belum mendengar CD musiknya :P)
Tapi novel ini lebih terasa seperti sebuah catatan daripada kesatuan cerita. Terlebih ketika cerita berpindah ke kisah Ikal di Madrid. Cerita seakan berganti dari Ikal yang mengejar cita-cita menjadi pemain nasional menjadi cerita dari sudut pandang suporter sepak bola. Sayangnya, novel ini terlalu tipis dan judul “Sebelas Patriot” kurang terwakili :(

Begitu besar cinta, begitu singkat waktu, begitu besar kecewa, lalu tak ada hal lain selain menunggu pertandingan berikutnya, lalu bergembira lagi. Sepak bola adalah satu-satunya cinta yang tak bersyarat di dunia ini.

Happy Reading! :)

Thursday, October 6, 2011

Knock Three Times!


Judul: Knock Three Times!
Penulis: Marion ST. John Webb
Penerjemah: Mutia Dharma
Penerbit: Atria
Cetakan: Mei 2010

Ulang tahun kesembilan bagi Molly dan Jack sepertinya takkan pernah terlupakan seumur hidup mereka. Pengalaman yang sangat menegangkan tanpa diduga terjadi pada mereka. Bermula dari kado yang diterima si kembar dari Bibi Phoebe yang tidak pernah terlewat mengirim hadiah. Jack mendapat sekotak cat yang sangat diidamkan. Sedangkan Molly yang sebelumnya sangat berharap kalau Bibi Phoebe menghadiahi sebuah gelang perak, harus menelan kekecewaan. Alih-alih gelang, yang didapatkan Molly hanyalah sebuah bantalan jarum berbentuk labu yang berwarna kelabu.

Tetapi di malam hari, ketika bulan purnama bersinar terang, bantalan jarum itu perlahan-lahan membesar dan berubah menjadi labu raksasa. Labu itu perlahan menggelinding keluar dari kamar Molly, menuju luar rumah, dan ke hutan di belakang rumah. Labu itu menuju sebuah pohon besar. Membentur-benturkan diri sebanyak tiga kali, dan secara ajaib sebuah pintu terbuka dari pohon besar itu. Jack dan Molly mengikuti dengan cepat masuk ke pohon itu. Hal ajaib terjadi ketika mereka keluar dari pintu pohon yang lain. Molly dan Jack tidak berada di hutan yang sama.

Molly dan Jack berada di Dunia Mungkin. Dan tempat mereka tinggal selama ini disebut Dunia Mustahil. Dinamakan Dunia Mungkin karena di tempat itu setiap orang mungkin bisa bahagia. Tetapi karena sebuah kekuatan jahat, negeri itu pernah menjadi Dunia Mustahil yang tidak memungkinkan orang untuk bahagia. Penyebab semua itu adalah Labu Kelabu. Dan sekarang Labu Kelabu itu kembali!

Hanya satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kejahatan Labu Kelabu, yaitu dengan Daun Hitam, daun yang hanya muncul selama 13 hari setiap tahunnya. Sayangnya, munculnya Daun Hitam selalu berpindah tiap tahunnya dan tidak ada yang mengetahui keberadaannya. Molly dan Jack berusaha keras untuk mencari keberadaan Daun Hitam tersebut bersama penduduk Dunia Mungkin. Banyak jebakan yang disiapkan para mata-mata Labu Kelabu untuk menghalangi upaya para pencari Daun Hitam. Kesempatan begitu terbatas, apalagi telah diramalkan kalau hanya salah satu dari si kembar yang akan selamat.

***

Panggil namaku tiga kali atau ketuk pintu tiga kali. Banyak hal yang tanpa kita sadar sering dilakukan tiga kali. Bahkan saat menulis sms sering juga tiga kali (semacam hehehe, ckckck :P)

Novel ini menghibur karena ceritanya yang mengalir dan juga terjemahannya yang bagus. Sehingga alur ceritanya oun mulus kayak jalan tol :D
Imajinasi saya tentang Dunia Mungkin yang indah pun tercipta. Kedua tokoh kecil yang pemberani dan pantang menyerah memberikan banyak kesan di akhir cerita. selain tentu saja sikap mereka yang pemberani dan pantang menyerah, juga disampaikan bagaimana kadangkala kita perlu waspada terhadap orang yang belum kita kenal. Atau kalaupun terjebak, jangan sampai terjatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.

"Apa gunanya, menyesali kejadian yang sudah lewat dan tidak bisa diubah! Cuma masa depan yang bisa kita ubah, dan ke sanalah kita harus berpikir dan memperbaiki yang terjadi di masa lalu."
Happy Reading! :)