Monday, July 25, 2011

The Village Bride of Beverly Hills



Judul: The Village Bride of Beverly Hills
Penulis: Kavita Daswani
Penerjemah: Gita Yuliani K.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Juni 2008

Priya, seorang perempuan India, harus pindah dari negerinya ke Amerika, tepatnya Los Angeles. Alasan kepindahannya adalah untuk tinggal bersama Sanjay, suami yang baru menikah dengannya seminggu sebelumnya. Di Los Angeles, Priya juga harus berbagi tempat tinggal dengan mertua dan adik perempuan suaminya.

Ini adalah pertama kalinya dalam hidup Priya berpisah dengan keluarga dan pergi jauh. Berbagai penyesuaian harus Priya lakukan.Menghadapi kehidupan Amerika yang sangat jauh berbeda, menjadi istri dari seseorang yang baru dikenalnya seminggu sebelum pernikahan, dan menjadi menantu yang patuh bagi mertuanya. Setelah menikah, seorang perempuan India wajib mengabdi sepenuhnya terhadap keluarga, tidak hanya suami tetapi juga mertua. Segala tugas rumah tangga, urusan masak dan membersihkan rumah adalah kewajiban. Termasuk untuk Priya.

"Benar sekali jika orang-orang mengatakan bahwa pernikahan merupakan kerja keras. Ada lantai yang harus digosok, rak-rak yang harus dibersihkan, dan cermin yang harus diseka. Ada bawang merah yang harus dicincang, rempah-rempah yang harus ditumis, dan ceret-ceret teh yang harus dimasak. Ada ratusan hal yang harus dikerjakan setiap hari, yang segera kusadari, semuanya tidak memiliki hubungan dengan pernikahan itu sendri."

Satu hal yang berbeda dalam bayangan Priya akan seorang istri India, di Amerika Priya harus bekerja. Sayangnya Priya tidak diijinkan untuk bekerja sesuai dengan mimpinya sebagai wartawan. Posisi sebagai resepsionis di sebuah majalah yang akhirnya diperoleh Priya. Akan tetapi karirnya tidak terduga melesat ketika Priya mencoba menolong pekerjaan temannya. Sejak saat itu Priya harus menjalani kehidupan ganda yang harus dirahasiakannya dari keluarga.

***

Pertama, saya suka dengan terjemahannya. Lancar, luwes, hampir tidak ada kesan kalau novel ini terjemahan. Kedua, saya suka jalan ceritanya. Kavita menceritakan dengan asyik bagaimana perjalanan hidup Priya sebagai seorang wanita India dengan pernikahannya dan juga karirnya. Karena saya (mungkin) lumayan suka dengan hal-hal berbau India, saya sangat menikmati chicklit yang satu ini.

Saya suka dengan kebiasaan Priya yang selalu membawa buku di dalam tasnya. Mengingatkan terhadap diri sendiri :D

Segala sesuatu akan terjadi sebagaimana mestinya. Semua terjadi untuk suatu alasan tertentu.


Happy Reading! :)

Thursday, July 7, 2011

A Little Princess



Judul: A Little Princess (Putri Raja Cilik)
Penulis: Frances Hodgson Burnett
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: NOvember 2010

Sara Crewe, gadis kecil punya segalanya. Pakaian indah, boneka-boneka bagus, dan segala yang hanya bisa dibayangkan gadis kecil lain seusianya. Tapi Sara bukan gadis kecil yang manja dan sombong. Seperti memang terlahir dengan sifat-sifat baik, Sara adalah pribadi yang baik hati, keibuan, pantang menyerah, dan penuh semangat.
Sara hanya hidup berdua dengan sang ayah di India. Untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik untuk putrinya, Captain Crewe membawa Sara ke sebuah sekolah asrama di Inggris. Sara menjadi murid kesayangan Miss Minchin, karena kekayaannya. Hidup berlalu begitu sempurna, sampai kabar mengejutkan datang di hari ulang tahunnya. Captain Crewe meninggal dunia dalam keadaan bangkrut dan tidak mewariskan apapun untuk Sara.

Sara jatuh miskin dan Miss Minchin memperlakukannya dengan kejam. Kamar mewahnya berganti kamar sempit di bawah atap asrama. Sara yang berpakaian mewah, kini hanya berbaju butut yang kekecilan dengan sepatu yang tidak layak pakai. Tapi hal ini tidak membuatnya putus asa. Sara, tetaplah Sara yang penuh imajinasi dan pantang menyerah. Kehidupan Sara mulai menemukan titik terang dengan hadirnya tetangga baru yang menempati rumah di sebelah sekolah asramanya.

***

Ini mungkin novel anak-anak terbaik yang pernah saya baca sejauh ini. Jalan ceritanya bagus dan banyak hal-hal baik yang disampaikan. Meskipun karakter Sara menurut saya terlalu sempurna dan nyaris tanpa cela. Mungkin karena novel ini ditujukan untuk anak-anak, jadi menurut saya hal itu termaklumi :D
Saya suka semangat Sara yang tidak gampang menyerah dan selalu menganggap dirinya adalah putri raja, yang harus bijaksana, tidak menuruti emosi, dan baik hati. Salah satu bagian cerita yang membuat saya terharu adalah saat Sara memberikan roti pada gelandangan, dan hanya menyisakan satu untuk dirinya sendiri yang pada saat itu juga kelaparan.


ada satu hal yang tidak akan berubah. Jika aku benar-benar seorang putri, walaupun dengan baju kumal dan compang-comping, aku tetap bisa menjadi seorang putri. Mudah bagiku untuk menjadi seorang putri jika aku berpakaian mewah, tapi lebih memuaskan jika aku bisa menjadi putri dan tidak ada seorang pun yang mengetahuinya