Friday, May 20, 2011

The Girl With Glass Feet



Judul: The Girl With Glass Feet (Gadis Dengan Kaki Dari Kaca)
Penulis: Ali Shaw
Penerjemah: Tanti Lesmana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Maret 2011

Novel ini menceritakan tentang pertemuan Ida MacLaird dengan Midas Crook dan serendengan masa lalu yang membuntuti mereka. Ida MacLaird adalah seorang gadis yang tanpa diketahui penyebabnya mengalami metamorfosis yang aneh. Tubuhnya perlahan-lahan menjadi kaca, dimulai dari telapak kakinya. Ida kembali ke kepulauan St. Hauda's Land untuk mencari kesembuhan. Sedangkan Midas Crook adalah seorang pemuda yang seumur hidupnya tinggal di St. Hauda's Land. Midas sangat menyukai fotografi satu-satunya hal yang bisa mengalihkan hidupnya dari bayang-bayang masa kecilnya bersama kedua orang tuanya. Pertemuan tak sengaja mereka terjadi ketika Midas sedang mencari objek foto dan tanpa sengaja bertemu Ida yang terlihat aneh berwarna monokrom dan dengan sepatu bot yang kebesaran di kakinya. Pertemuan awal mereka berlanjut menjadi pertemanan yang serba canggung dan akhirnya saling jatuh cinta.

NOvel ini agak membingungkan di awal. sebenarnya sepanjang membaca novel ini sih :) Penulis sangat menyukai detil cerita, tentang hutan, pohon-pohon, laut, dsb. BAnyak kata-kata terjemahannya yang saya tidak mengerti artinya. Baru kali itu saya merasa memerlukan Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk mengetahui apa maksudnya :p

Kisah yang diceritakan lebih kepada garis nasib yang terjadi pada masing-masing tokoh. Seperti...ya seperti inilah yang seharusnya terjadi.Tidak banyak kisah bahagia yang diceritakan, kecuali ketika Midas dan Ida saling mengakui cinta mereka. Selebihnya, tentang bayang-bayang masa lalu yang suram, menyedihkan, dan mati-matian ditepis dari ingatan. Yang saya sukai dari novel ini adalah ketika Midas akhirnya bisa menemukan jati dirinya ketika jatuh cinta dengan Ida. Midas yang dingin dan peragu menjadi lebih berani dalam melakukan sesuatu.

Tentang St. Hauda's Land, ada sesuatu tentang tempat ini. Sesuatu yang mistis yang menyelubunginya. Sebuah kepulauan yang menyimpan makhluk-makhluk aneh seperti lembu bersayap ngengat, makhluk yang bisa mengubah sesuatu menjadi putih dengan tatapannya, atau ubur-ubur dengan tentakel yang mengeluarkan cahaya.

Bagi yang menyukai cerita yang menyimpan misteri, bersiaplah dengan yang satu ini.

Happy Reading! :)

Tuesday, May 17, 2011

The Penderwicks



Judul: The Penderwicks (Keluarga Penderwick)
Penulis: Jeanne Birdsall
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Maret 2008

The Penderwicks adalah keluarga dengan formasi seorang ayah (Martin Penderwicks), dengan empat anak perempuan, yaitu: Rosalind (12 tahun), Skye (11 tahun), Jane (10 tahun), dan Batty (4 tahun); dan juga seekor anjing bernama Hound.

Dalam novel ini diceritakan keluarga Penderwicks sedang menikmati liburan musim panas di sebuah tempat bernama Arundel. Mereka tidak menyangka bahwa Arundel adalah sebuah tempat yang begitu luas dengan banyak taman dan sebuah mansion megah dengan banyak pintu besar. Sedangkan vila mereka terletak di bagian belakang Arundel.

Rosalind yang tercantik dan bijaksana, selalu bersikap seolah-olah adalah ibu bagi ketiga adiknya. Skye yang terpandai dan paling tomboy, Jane yang bercita-cita menjadi penulis dan menganggap Sabrina Starr (tokoh utama dalam novel-novelnya) adalah alter egonya, dan Batty yang polos dan penyayang binatang.

Liburan musim panas kali ini adalah liburan yang takkan terlupakan bagi mereka. Berawal dari kesalahpahaman yang terjadi antara Skye dan Jeffrey, anak Mrs. Tifton, gadis-gadis Penderwick menjadi akrab dengan Jeffrey. BErbagai peristiwa yang tidak terduga bersama-sama mereka alami, seperti menyelamatkan Batty dari amukan sapi liar, mencari kelinci yang hilang, membuat kekacauan saat sedang berlangsungnya Kontes Berkebun sampai membantu Jeffrey mengatasi masalahnya.

***
Saya beruntung mendapatkan buku ini dengan harga yang selangit murahnya :D
Novel ini seperti permen asem manis rame rasanya. Hehehe... Tidak melulu tentang keriangan, kelucuan atau pun kebengalan gadis-gadis Penderwick. Ada juga kisah sedihnya seperti saat Mrs. Tifton yang congkak mengejek ibu gadis-gadis Penderwick. Novel ini pernah mendapatkan banyak penghargaan, yaitu National Book Award for Young People's Literature (2005), A School Library Journal Best Book of the Year (2005), Nick Jr. Magazine Best Book of the Year, Kalbacher Klapperschlange (Germany) (2007), BookBrowse Sapphire Award for 2005 Most Popular Debut (2005), BookBrowse Sapphire Award for 2005 Most Popular Debut (2005), Rebecca Caudill Young Reader's Book Award Nominee (2008), Child Magazine Best Book, dan National Book Award for Young People's Literature.
Bagi penggemar kisah keluarga, novel ini sepertinya tidak akan mengecewakan.

Happy Reading! :)