Wednesday, March 16, 2011

Ranah 3 Warna




Judul: Ranah 3 Warna
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan 23 Januari 2011

Ranah 3 Warna adalah buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara. Kalau di Negeri 5 Menara bercerita tentang pengalaman dan impian-impian Alif selama di Pondok Madani, di Ranah 3 Warna diceritakan Alif telah lulus dari pondok dan berekad meneruskan impiannya untuk kuliah.

Berbekal 'mantra' man jadda wajada yang didapatkannya dari pondok, Alif berjuang melewati ujian persamaan SMA dan mengikuti UMPTN. Dan, berhasil!

Akan tetapi kebahagiaan tidak berlangsung lama bagi Alif. Satu per satu masalah datang bertubi-tubi sampai Alif merasa tidak sanggup lagi. Man jadda wajada sepertinya sudah hilang kesaktian. Dalam keadaan yang hampir menyerah, Alif teringat satu 'mantra' lagi yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung.

Novel ini sungguh menggugah. Cobaan demi cobaan yang dialami Alif terasa nyata ikut dirasakan pembaca. Saya hampir menangis saat membaca bagian ayah Alif meninggal dan surat yang ditulis ayahnya pada senior kampusnya, Togar Perangin-angin. Tapi saya urung menangis karena sedang membacanya di tempat umum (gak penting ya :P). Saya juga ikut antusias saat Alif dengan percaya diri 'menjual' kelebihannya di depan juri pertukaran pemuda.

It's a must read book. Langsung masuk kategori favorit saya. Pelajaran yang bisa saya petik dari novel ini adalah ternyata usaha keras saja tidaklah cukup. Harus disertai dengan sabar. Nah, di novel inilah saya baru tersadar kalau sabar bukanlah menunggu atau hanya duduk pasrah. Sabar di sini berarti sabar yang aktif, sabar yang gigih, dan sabar yang pantang menyerah dalam berusaha.

Happy Reading! :)

you can find the book on bukabuku.com

Bule Juga Manusia



Judul: Bule Juga Manusia: Petualangan Turis Gila di Indonesia
Penulis: Richard Miles
Penerbit: Bukune
Diterbitkan 20 November 2010

Singkat cerita buku ini terpilih karena waktu itu pengen baca buku yang bikin ketawa. Dan juga karena komentar Raditya Dika di bagian atas buku. Hmm, penasaran bagaimana cerita kocak berbahasa Indonesia versi si bule ini :)

Richard alias si penulis alias si bule ini bercerita tentang awal mula dia mengenal Indonesia, mulai dari bahasanya saat masih SD, film, teman-teman asal Indonesia, dan kunjungannya ke Indonesia. Semuanya diceritakan secara kocak, meskipun ada beberapa bagian yang terkesan monoton dan gagal membuat saya tertawa.

Bule yang satu ini agak 'beda' karena dia bukanlah bule yang tertarik pada budaya tradisional melainkan bule yang jatuh cinta dengan film Ada Apa Dengan Cinta, ngefans band Sheila on 7 dan Gigi, serta yang lebih suka bergaul seperti orang lokal daripada disebut turis.

Cerita favorit saya adalah 'Nguping'. Saya membayangkan betapa kasihan si bule yang lancar ngomong dan mengerti bahasa Indonesia harus mendengar omongan orang lain yang ngrasani si bule. Hehehe... Hayo siapa di sini yang suka ngomongin turis asing kalau ketemu mereka di suatu tempat? Ati-ati lo, siapa tau mereka ngerti :D

Tulisannya sepertinya emang sengaja dibikin versi bule, yang kadang-kadang ada kata-katanya yang terkesan kurang pas. Dan betul seperti testimoni Duta So7 di buku, bahasa Indonesianya kadang-kadang lebih Indonesia daripada orang Indonesia asli.

Dalam kategori lucu, menurut saya buku ini termasuk biasa, gak sampai yang bikin ketawa banget. Mungkin karena efek saya kebanyakan baca buku-buku Raditya Dika kali ya :P

Bagi yang mau menyegarkan pikiran dalam waktu singkat, buku ini boleh banget dibaca. Saya sendiri menghabiskan buku ini dalam sekejap perjalanan di kereta api.

Happy Reading! :)

Tuesday, March 15, 2011

9 Summers 10 Autums


Judul: 9 Summers 10 Autumns: Dari Kota Apel ke The Big Apple
Penulis: Iwan Setyawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Diterbitkan 22 Februari 2011

Ada tiga hal yang membuat saya akhirnya memilih buku ini. Pertama, pencantuman “Kota Apel” di judul buku. Sebagai orang yang pernah tinggal beberapa tahun di Malang, saya langsung penasaran. “Wah, apaan ni?” Meskipun yang dimaksud ternyata Kota Batu. Ya, masih sodaraan bangetlah sama Malang :D
Kedua, cover bukunya yang putih polos dengan dua buah apel merah mengkilat yang menyimbolkan Kota Batu (dengan Gunung Panderman) dan NYC (dengan patung Liberty). Seakan memberi kesan ‘bukan novel biasa’ :)
Ketiga, mantra sakti di bagian belakang buku. Kisah anak sopir angkot dari Kota Batu yang menjadi direktur di New York City. Hmm, langsung terbayang novel-novel Andrea Hirata dan A. Fuadi. Would it be the same?

Ternyata, novel ini tidak seperti yang saya perkirakan. Menurut saya malah lebih ke kisah kehidupan penulis dari masa kecil hingga menjadi direktur di NYC. Alur yang diceritakan maju mundur. Dalam setiap babnya, penulis bercerita tentang bagian-bagian penting yang mempengaruhi hidupnya. Rumah kecil di Batu, ayah, ibu, keempat saudara perempuannya, masa sekolah dan kuliah, sampai kerja dan pindah ke New York.

Penulis banyak bercerita tentang kesederhanaan keluarganya dalam menjalani hidup di rumah kecilnya. Cinta tanpa syarat seorang ibu, pengorbanan ayah, dan kebersamaan bersama keempat saudara perempuannya. Dan yang terpenting, dengan berbagai keterbatasan materi yang dimiliki pendidikan tetaplah hal yang utama.

Di buku ini, seakan kita diajak menyusuri tiap tempat di NYC yang ditulis secara detil oleh penulis. Banyak juga ditemukan tentang puisi, yoga, opera, dan juga tulisan Dostoevsky yang menjadi kesukaan penulis.

Tapi...selama saya membaca buku ini, kurang ada greget. Tidak ada emosi yang terbawa seperti kita membaca novel-novel memotivasi semacam Laskar Pelangi ataupun Negeri 5 Menara. Halangan ataupun rintangan yang dihadapi penulis sampai menjadi sekarang digambarkan dengan terlalu manis.

Dalam novel ini digambarkan penulis bercerita pada sesosok anak kecil berseragam merah putih tentang masa lalunya. Menurut dugaan saya, sosok anak kecil ini adalah penggambaran sosok penulis sendiri di masa lalu.

Novel ini menggambarkan bahwa berasal dari keluarga atau lingkungan seperti apapun, setiap manusia mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan.

Happy Reading! :)

you can find the book on bukabuku.com