Tuesday, April 19, 2011

Supernatural: Witch's Canyon



Judul: Supernatural: Witch's Canyon (Ngarai Penyihir)
Penulis: Jeff Mariotte
Penerbit: Elex Media Komputindo
Diterbitkan tahun 2011

Supernatural awalnya adalah serial televisi laris yang bercerita tentang Winchester bersaudara, Dean (Jensen Ackles) dan Sam (Jared Padelecki), yang berkelana menyusuri Amerika untuk berburu makhluk gaib. Kemampuan mereka berburu makhluk gaib diperoleh dari ayah mereka, John, yang mengajari dengan keras bagaimana bertarung dan menghadapi makhluk gaib semacam hantu, monster, dan sebagainya. Ibu mereka sendiri digambarkan dibunuh oleh kekuatan supernatural yang jahat ketika Dean masih kecil dan Sam baru berusia 6 bulan.

Setelah sukses di televisi, Supernatural dihadirkan dalam bentuk novel. Witch's Canyon adalah serial kedua yang diterbitkan.

Dalam novel ini, Winchester bersaudara diceritakan melakukan perjalanan ke Arizona yang terdapat sebuah ngarai terkenal membentang luas mengagumkan, Grand Canyon. Misi perjalanan kali ini adalah mengunjungi kota kecil Cedar Wells, yang terdapat di balik ngarai, dimana terdapat misteri siklus pembunuhan empat puluh tahunan yang akan segera terjadi. Siklus pembunuhan pertama dimulai tahun 1926, kemudian 1966, dan sekarang. 2006.

Dengan mobil Impala kesayangan, Dean dan Sam mencoba mencari tahu penyebab terjadinya pembunuhan (lebih tepatnya pembantaian) dan bermaksud melindungi penduduk lokal dari jatuhnya banyak korban. Belum juga lelap istirahat mereka, pembunuhan pertama telah terjadi, sebelum pagi. Dan setelah itu, satu per satu pembunuhan menyusul dalam waktu kurang dari 24 jam.

Pembunuhan korban dilakukan secara kejam. Dirobek jantungnya. Dikuliti kepalanya. Luka leher menganga. Dan seterusnya. Pelaku pembunuhannya pun diduga lebih dari satu. Ada yang muncul sebagai sosok Indian, prajurit militer, anak kecil, dan berbagai hewan.

Seiring dengan semakin banyak korban berjatuhan, Dean dan Sam seakan semakin menemukan jalan buntu untuk mencari tahu latar belakang terjadinya siklus pembunuhan itu. Di kota sekecil Cedar Wells, informasi atau pencatatan semacam itu hampir tidak ada. Terlebih sebagian besar penduduk Cedar Wells menganggap siklus itu hanya mitos dan orang yang mempercayainya dianggap mengada-ada. Masalah ini semakin diperparah dengan adanya pembukaan mal baru. Sebuah mal besar yang akan menarik pengunjung berduyun-duyun datang bahkan dari luar kota. Jika siklus pembunuhan ini belum berakhir, ribuan pengunjung yang terjebak di mal bisa menjadi sasaran empuk pembantaian.

Titik terang mulai terlihat ketika Sam dan Dean bertemu sosok lelaki tua, Harmon Baird. Harmon Baird adalah saksi hidup dua siklus pembunuhan sebelumnya. Seperti Dean dan Sam, Harmon Baird juga mencoba menghentikan pembunuhan. Bersama-sama mereka mencari tahu penyebab awal mula terjadinya siklus pembunuhan empat puluh tahunan itu. Petunjuk membawa mereka ke sebuah ngarai indah yang dijuluki ngarai penyihir.

***

Di dalam novel ini juga diceritakan bagaimana Dean dan Sam mulai beradaptasi lagi satu sama lain setelah berpisah bertahun-tahun karena Sam berkuliah di Stanford. Perselisihan kecil dan juga kenangan akan ayah mereka juga diceritakan. Yang saya suka dari novel ini, kita tidak kehilangan sosok Dean dan Sam secara visual. Dibantu cover buku dan penggambaran masing-masing karakter di sana sini (meskipun agak kurang), pembaca yang belum pernah melihat serial tivinya bisa terbentuk gambaran sosok mereka. Seakan mereka sedang berakting di dalam imaji kita :)

Berhubung novel ini terjemahan, pada awalnya saya kaget dengan kalimat-kalimat yang tidak baku. Tapi, semakin ke belakang akhirnya terbiasa juga.

Bagian yang feelnya dapet banget adalah saat pembunuhnya berhadapan satu lawan satu dengan korban. Ngeri! Seolah-olah saya sedang di TKP dan cuma bisa liat :(

Senang juga akhirnya bisa selesai baca, karena saya orangnya penakut dan terbiasa baca novel di malam hari :p

Happy Reading! :)


*thanks to ElexMedia yang udah ngasih buku ini :)

1 comments:

mawardi said...

enaknya juga tuh novelnya kalau dinikmati

Post a Comment