Saturday, October 8, 2011

Sebelas Patriot



Judul: Sebelas Patriot
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: Juni 2011

Menggemari tim sepak bola negeri sendiri adalah 10% mencintai sepak bola dan 90% mencintai Tanah Air.

Masih tentang Ikal sebagai tokoh utama yang mewakili penulis. Kali ini fragmen ceritanya seputar Ikal yang mengejar cita-cita sebagai pemain bola nasional. Cita-citanya semakin kuat ketika mengetahui bahwa ayahnya ternyata adalah pemain bola di masa mudanya. Meskipun karirnya kandas karena tempurung lutut kiri ayahnya diremukkan Belanda. Tahap demi tahap dilalui Ikal untuk menjadi pemain PSSI, mulai dari ikut klub kampung, seleksi kabupaten, sampai menjadi pemain sepak bola junior Provinsi Sumatera Selatan. Dari Ikal kecil yang berjuang menjadi pemain bola, cerita melompat ke kisah Ikal saat bersekolah di Prancis. Selama di sana, Ikal sempat backpacking dan mengunjungi Madrid demi sebuah tujuan: demi ayahnya.

Membaca novel ini seperti bertemu dengan teman lama. Hey, bagaimana bisa penulis tahu kalau saya tidur di atas bed cover AC Milan dan membuat akun email dengan nama tambahan???
Sebagai perempuan yang rela menghabiskan waktu begadang tengah malam demi nonton bola, agaknya saya menemukan jawaban di novel ini alasan kenapa saya bisa betah melek malam demi melihat 22 orang di lapangan berlarian ke sana kemari mengejar bola.

Andrea Hirata masih setia dengan gaya menulisnya yang ‘cantik’ dan penuh metafora, yang kadang-kadang terasa berlebihan. Di novel ini, penulis menambahkan foto dan bonus CD musik untuk memperkuat cerita (hmm, sampai sekarang saya belum mendengar CD musiknya :P)
Tapi novel ini lebih terasa seperti sebuah catatan daripada kesatuan cerita. Terlebih ketika cerita berpindah ke kisah Ikal di Madrid. Cerita seakan berganti dari Ikal yang mengejar cita-cita menjadi pemain nasional menjadi cerita dari sudut pandang suporter sepak bola. Sayangnya, novel ini terlalu tipis dan judul “Sebelas Patriot” kurang terwakili :(

Begitu besar cinta, begitu singkat waktu, begitu besar kecewa, lalu tak ada hal lain selain menunggu pertandingan berikutnya, lalu bergembira lagi. Sepak bola adalah satu-satunya cinta yang tak bersyarat di dunia ini.

Happy Reading! :)

Thursday, October 6, 2011

Knock Three Times!


Judul: Knock Three Times!
Penulis: Marion ST. John Webb
Penerjemah: Mutia Dharma
Penerbit: Atria
Cetakan: Mei 2010

Ulang tahun kesembilan bagi Molly dan Jack sepertinya takkan pernah terlupakan seumur hidup mereka. Pengalaman yang sangat menegangkan tanpa diduga terjadi pada mereka. Bermula dari kado yang diterima si kembar dari Bibi Phoebe yang tidak pernah terlewat mengirim hadiah. Jack mendapat sekotak cat yang sangat diidamkan. Sedangkan Molly yang sebelumnya sangat berharap kalau Bibi Phoebe menghadiahi sebuah gelang perak, harus menelan kekecewaan. Alih-alih gelang, yang didapatkan Molly hanyalah sebuah bantalan jarum berbentuk labu yang berwarna kelabu.

Tetapi di malam hari, ketika bulan purnama bersinar terang, bantalan jarum itu perlahan-lahan membesar dan berubah menjadi labu raksasa. Labu itu perlahan menggelinding keluar dari kamar Molly, menuju luar rumah, dan ke hutan di belakang rumah. Labu itu menuju sebuah pohon besar. Membentur-benturkan diri sebanyak tiga kali, dan secara ajaib sebuah pintu terbuka dari pohon besar itu. Jack dan Molly mengikuti dengan cepat masuk ke pohon itu. Hal ajaib terjadi ketika mereka keluar dari pintu pohon yang lain. Molly dan Jack tidak berada di hutan yang sama.

Molly dan Jack berada di Dunia Mungkin. Dan tempat mereka tinggal selama ini disebut Dunia Mustahil. Dinamakan Dunia Mungkin karena di tempat itu setiap orang mungkin bisa bahagia. Tetapi karena sebuah kekuatan jahat, negeri itu pernah menjadi Dunia Mustahil yang tidak memungkinkan orang untuk bahagia. Penyebab semua itu adalah Labu Kelabu. Dan sekarang Labu Kelabu itu kembali!

Hanya satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kejahatan Labu Kelabu, yaitu dengan Daun Hitam, daun yang hanya muncul selama 13 hari setiap tahunnya. Sayangnya, munculnya Daun Hitam selalu berpindah tiap tahunnya dan tidak ada yang mengetahui keberadaannya. Molly dan Jack berusaha keras untuk mencari keberadaan Daun Hitam tersebut bersama penduduk Dunia Mungkin. Banyak jebakan yang disiapkan para mata-mata Labu Kelabu untuk menghalangi upaya para pencari Daun Hitam. Kesempatan begitu terbatas, apalagi telah diramalkan kalau hanya salah satu dari si kembar yang akan selamat.

***

Panggil namaku tiga kali atau ketuk pintu tiga kali. Banyak hal yang tanpa kita sadar sering dilakukan tiga kali. Bahkan saat menulis sms sering juga tiga kali (semacam hehehe, ckckck :P)

Novel ini menghibur karena ceritanya yang mengalir dan juga terjemahannya yang bagus. Sehingga alur ceritanya oun mulus kayak jalan tol :D
Imajinasi saya tentang Dunia Mungkin yang indah pun tercipta. Kedua tokoh kecil yang pemberani dan pantang menyerah memberikan banyak kesan di akhir cerita. selain tentu saja sikap mereka yang pemberani dan pantang menyerah, juga disampaikan bagaimana kadangkala kita perlu waspada terhadap orang yang belum kita kenal. Atau kalaupun terjebak, jangan sampai terjatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.

"Apa gunanya, menyesali kejadian yang sudah lewat dan tidak bisa diubah! Cuma masa depan yang bisa kita ubah, dan ke sanalah kita harus berpikir dan memperbaiki yang terjadi di masa lalu."
Happy Reading! :)

Monday, July 25, 2011

The Village Bride of Beverly Hills



Judul: The Village Bride of Beverly Hills
Penulis: Kavita Daswani
Penerjemah: Gita Yuliani K.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Juni 2008

Priya, seorang perempuan India, harus pindah dari negerinya ke Amerika, tepatnya Los Angeles. Alasan kepindahannya adalah untuk tinggal bersama Sanjay, suami yang baru menikah dengannya seminggu sebelumnya. Di Los Angeles, Priya juga harus berbagi tempat tinggal dengan mertua dan adik perempuan suaminya.

Ini adalah pertama kalinya dalam hidup Priya berpisah dengan keluarga dan pergi jauh. Berbagai penyesuaian harus Priya lakukan.Menghadapi kehidupan Amerika yang sangat jauh berbeda, menjadi istri dari seseorang yang baru dikenalnya seminggu sebelum pernikahan, dan menjadi menantu yang patuh bagi mertuanya. Setelah menikah, seorang perempuan India wajib mengabdi sepenuhnya terhadap keluarga, tidak hanya suami tetapi juga mertua. Segala tugas rumah tangga, urusan masak dan membersihkan rumah adalah kewajiban. Termasuk untuk Priya.

"Benar sekali jika orang-orang mengatakan bahwa pernikahan merupakan kerja keras. Ada lantai yang harus digosok, rak-rak yang harus dibersihkan, dan cermin yang harus diseka. Ada bawang merah yang harus dicincang, rempah-rempah yang harus ditumis, dan ceret-ceret teh yang harus dimasak. Ada ratusan hal yang harus dikerjakan setiap hari, yang segera kusadari, semuanya tidak memiliki hubungan dengan pernikahan itu sendri."

Satu hal yang berbeda dalam bayangan Priya akan seorang istri India, di Amerika Priya harus bekerja. Sayangnya Priya tidak diijinkan untuk bekerja sesuai dengan mimpinya sebagai wartawan. Posisi sebagai resepsionis di sebuah majalah yang akhirnya diperoleh Priya. Akan tetapi karirnya tidak terduga melesat ketika Priya mencoba menolong pekerjaan temannya. Sejak saat itu Priya harus menjalani kehidupan ganda yang harus dirahasiakannya dari keluarga.

***

Pertama, saya suka dengan terjemahannya. Lancar, luwes, hampir tidak ada kesan kalau novel ini terjemahan. Kedua, saya suka jalan ceritanya. Kavita menceritakan dengan asyik bagaimana perjalanan hidup Priya sebagai seorang wanita India dengan pernikahannya dan juga karirnya. Karena saya (mungkin) lumayan suka dengan hal-hal berbau India, saya sangat menikmati chicklit yang satu ini.

Saya suka dengan kebiasaan Priya yang selalu membawa buku di dalam tasnya. Mengingatkan terhadap diri sendiri :D

Segala sesuatu akan terjadi sebagaimana mestinya. Semua terjadi untuk suatu alasan tertentu.


Happy Reading! :)

Thursday, July 7, 2011

A Little Princess



Judul: A Little Princess (Putri Raja Cilik)
Penulis: Frances Hodgson Burnett
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: NOvember 2010

Sara Crewe, gadis kecil punya segalanya. Pakaian indah, boneka-boneka bagus, dan segala yang hanya bisa dibayangkan gadis kecil lain seusianya. Tapi Sara bukan gadis kecil yang manja dan sombong. Seperti memang terlahir dengan sifat-sifat baik, Sara adalah pribadi yang baik hati, keibuan, pantang menyerah, dan penuh semangat.
Sara hanya hidup berdua dengan sang ayah di India. Untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik untuk putrinya, Captain Crewe membawa Sara ke sebuah sekolah asrama di Inggris. Sara menjadi murid kesayangan Miss Minchin, karena kekayaannya. Hidup berlalu begitu sempurna, sampai kabar mengejutkan datang di hari ulang tahunnya. Captain Crewe meninggal dunia dalam keadaan bangkrut dan tidak mewariskan apapun untuk Sara.

Sara jatuh miskin dan Miss Minchin memperlakukannya dengan kejam. Kamar mewahnya berganti kamar sempit di bawah atap asrama. Sara yang berpakaian mewah, kini hanya berbaju butut yang kekecilan dengan sepatu yang tidak layak pakai. Tapi hal ini tidak membuatnya putus asa. Sara, tetaplah Sara yang penuh imajinasi dan pantang menyerah. Kehidupan Sara mulai menemukan titik terang dengan hadirnya tetangga baru yang menempati rumah di sebelah sekolah asramanya.

***

Ini mungkin novel anak-anak terbaik yang pernah saya baca sejauh ini. Jalan ceritanya bagus dan banyak hal-hal baik yang disampaikan. Meskipun karakter Sara menurut saya terlalu sempurna dan nyaris tanpa cela. Mungkin karena novel ini ditujukan untuk anak-anak, jadi menurut saya hal itu termaklumi :D
Saya suka semangat Sara yang tidak gampang menyerah dan selalu menganggap dirinya adalah putri raja, yang harus bijaksana, tidak menuruti emosi, dan baik hati. Salah satu bagian cerita yang membuat saya terharu adalah saat Sara memberikan roti pada gelandangan, dan hanya menyisakan satu untuk dirinya sendiri yang pada saat itu juga kelaparan.


ada satu hal yang tidak akan berubah. Jika aku benar-benar seorang putri, walaupun dengan baju kumal dan compang-comping, aku tetap bisa menjadi seorang putri. Mudah bagiku untuk menjadi seorang putri jika aku berpakaian mewah, tapi lebih memuaskan jika aku bisa menjadi putri dan tidak ada seorang pun yang mengetahuinya

Friday, May 20, 2011

The Girl With Glass Feet



Judul: The Girl With Glass Feet (Gadis Dengan Kaki Dari Kaca)
Penulis: Ali Shaw
Penerjemah: Tanti Lesmana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Maret 2011

Novel ini menceritakan tentang pertemuan Ida MacLaird dengan Midas Crook dan serendengan masa lalu yang membuntuti mereka. Ida MacLaird adalah seorang gadis yang tanpa diketahui penyebabnya mengalami metamorfosis yang aneh. Tubuhnya perlahan-lahan menjadi kaca, dimulai dari telapak kakinya. Ida kembali ke kepulauan St. Hauda's Land untuk mencari kesembuhan. Sedangkan Midas Crook adalah seorang pemuda yang seumur hidupnya tinggal di St. Hauda's Land. Midas sangat menyukai fotografi satu-satunya hal yang bisa mengalihkan hidupnya dari bayang-bayang masa kecilnya bersama kedua orang tuanya. Pertemuan tak sengaja mereka terjadi ketika Midas sedang mencari objek foto dan tanpa sengaja bertemu Ida yang terlihat aneh berwarna monokrom dan dengan sepatu bot yang kebesaran di kakinya. Pertemuan awal mereka berlanjut menjadi pertemanan yang serba canggung dan akhirnya saling jatuh cinta.

NOvel ini agak membingungkan di awal. sebenarnya sepanjang membaca novel ini sih :) Penulis sangat menyukai detil cerita, tentang hutan, pohon-pohon, laut, dsb. BAnyak kata-kata terjemahannya yang saya tidak mengerti artinya. Baru kali itu saya merasa memerlukan Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk mengetahui apa maksudnya :p

Kisah yang diceritakan lebih kepada garis nasib yang terjadi pada masing-masing tokoh. Seperti...ya seperti inilah yang seharusnya terjadi.Tidak banyak kisah bahagia yang diceritakan, kecuali ketika Midas dan Ida saling mengakui cinta mereka. Selebihnya, tentang bayang-bayang masa lalu yang suram, menyedihkan, dan mati-matian ditepis dari ingatan. Yang saya sukai dari novel ini adalah ketika Midas akhirnya bisa menemukan jati dirinya ketika jatuh cinta dengan Ida. Midas yang dingin dan peragu menjadi lebih berani dalam melakukan sesuatu.

Tentang St. Hauda's Land, ada sesuatu tentang tempat ini. Sesuatu yang mistis yang menyelubunginya. Sebuah kepulauan yang menyimpan makhluk-makhluk aneh seperti lembu bersayap ngengat, makhluk yang bisa mengubah sesuatu menjadi putih dengan tatapannya, atau ubur-ubur dengan tentakel yang mengeluarkan cahaya.

Bagi yang menyukai cerita yang menyimpan misteri, bersiaplah dengan yang satu ini.

Happy Reading! :)

Tuesday, May 17, 2011

The Penderwicks



Judul: The Penderwicks (Keluarga Penderwick)
Penulis: Jeanne Birdsall
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Maret 2008

The Penderwicks adalah keluarga dengan formasi seorang ayah (Martin Penderwicks), dengan empat anak perempuan, yaitu: Rosalind (12 tahun), Skye (11 tahun), Jane (10 tahun), dan Batty (4 tahun); dan juga seekor anjing bernama Hound.

Dalam novel ini diceritakan keluarga Penderwicks sedang menikmati liburan musim panas di sebuah tempat bernama Arundel. Mereka tidak menyangka bahwa Arundel adalah sebuah tempat yang begitu luas dengan banyak taman dan sebuah mansion megah dengan banyak pintu besar. Sedangkan vila mereka terletak di bagian belakang Arundel.

Rosalind yang tercantik dan bijaksana, selalu bersikap seolah-olah adalah ibu bagi ketiga adiknya. Skye yang terpandai dan paling tomboy, Jane yang bercita-cita menjadi penulis dan menganggap Sabrina Starr (tokoh utama dalam novel-novelnya) adalah alter egonya, dan Batty yang polos dan penyayang binatang.

Liburan musim panas kali ini adalah liburan yang takkan terlupakan bagi mereka. Berawal dari kesalahpahaman yang terjadi antara Skye dan Jeffrey, anak Mrs. Tifton, gadis-gadis Penderwick menjadi akrab dengan Jeffrey. BErbagai peristiwa yang tidak terduga bersama-sama mereka alami, seperti menyelamatkan Batty dari amukan sapi liar, mencari kelinci yang hilang, membuat kekacauan saat sedang berlangsungnya Kontes Berkebun sampai membantu Jeffrey mengatasi masalahnya.

***
Saya beruntung mendapatkan buku ini dengan harga yang selangit murahnya :D
Novel ini seperti permen asem manis rame rasanya. Hehehe... Tidak melulu tentang keriangan, kelucuan atau pun kebengalan gadis-gadis Penderwick. Ada juga kisah sedihnya seperti saat Mrs. Tifton yang congkak mengejek ibu gadis-gadis Penderwick. Novel ini pernah mendapatkan banyak penghargaan, yaitu National Book Award for Young People's Literature (2005), A School Library Journal Best Book of the Year (2005), Nick Jr. Magazine Best Book of the Year, Kalbacher Klapperschlange (Germany) (2007), BookBrowse Sapphire Award for 2005 Most Popular Debut (2005), BookBrowse Sapphire Award for 2005 Most Popular Debut (2005), Rebecca Caudill Young Reader's Book Award Nominee (2008), Child Magazine Best Book, dan National Book Award for Young People's Literature.
Bagi penggemar kisah keluarga, novel ini sepertinya tidak akan mengecewakan.

Happy Reading! :)

Monday, April 25, 2011

The Frog Princess



Judul: The Frog Princess (Sang Putri Katak)
Penulis: E. D. Baker
Penerbit: Atria
Cetakan: April 2010

Banyak orang pasti tidak asing dengan dongeng pangeran katak, yang ketika dicium seorang putri akan kembali ke wujudnya sebagai seorang pangeran. Tapi di buku ini, E.D. Baker membelokkan cerita yaitu ketika sang putri mencium katak, yang terjadi bukanlah katak yang kembali menjadi pangeran tapi sang putri yang juga ikut berubah menjadi katak.

Putri Emeralda atau dipanggil Emma, berusia 14 tahun, bukanlah seorang putri yang anggun. Gerak geriknya kikuk dan tertawanya pun lepas seperti bukan seorang putri. Rawa-rawa adalah tempat yang sering dikunjungi sang putri, apalagi untuk menghindari pertemuannya dengan Pangeran Jorge yang angkuh. Di suatu hari ketika Emma berjalan di rawa-rawa, Emma terjatuh dan menimpa seekor katak. Katak yang bisa bicara! Si katak mengaku sebagai seorang pangeran yang telah disihir menjadi katak. Dan menurutnya, ciuman dari seorang putri akan mengembalikan wujudnya semula. Tentu saja Emma menolaknya.

Hingga suatu hari Emma ternyata dijodohkan dengan Pangeran Jorge. Tak ada tempat untuk curhat karena Bibi Grassina, satu-satunya orang yang selalu perhatian pada Emma sedang tidak ada di tempat. Emma kembali ke rawa-rawa dan bertemu kembali dengan si katak.Si katak dengan segala rayuan terus berusaha membujuk Emma untuk menciumnya. Sampai akhirnya berhasil.

Yang terjadi bukanlah si Katak berubah menjadi pangeran, tapi Emma yang juga ikut-ikutan berubah menjadi katak. Emma panik mengetahui tubuhnya berubah menjadi katak. Segalanya menjadi terlihat berbeda ketika dirinya terjebak dalam tubuh Katak. Banyak makhluk yang tadinya tidak dianggap mengancam sekarang terlihat lebih besar dan banyak binatang yang mengincarnya sebagai mangsa. Apalagi berbagai macam serangga seperti lalat hijau dan nyamuk adalah makanan yang harus disantap bagi seekor katak. Yaiks, menjijikkan :(

Emma dan si Katak yang mengaku bernama Eadric berusaha mencari jalan untuk kembali berubah menjadi manusia. Karena Bibi Grassina yang juga penyihir tidak ada di tempat, Emma dan Eadric memutuskan untuk mencari penyihir yang telah mengubah Eadric menjadi katak. Mereka melakukan perjalanan melintasi hutan untuk mencarinya. TEtapi bukannya menemukannya, mereka malah ditangkap oleh seorang penyihir bernama Vannabe.
Bahu-membahu mereka berdua berusaha mencari jalan keluar untuk terbebas dari penyihir itu. Dibantu dengan Fang dan Li'l, dua dari hewan-hewan yang ditangkap Vannabe, mereka berusaha mencari jalan untuk kembali ke istana dan memutuskan menemui Bibi Grassina yang mungkin telah kembali.

***

SAya dari dulu selalu tertarik dengan dongeng klasik dan juga novel anak-anak. Mungkin supaya tetap berjiwa muda kali yaa :D

Novel ini fresh, penuh dialog-dialog lucu. Apalagi pertengkaran antara Eadric dan Emma yang sering terjadi. Bagaimana Emma belajar untuk menangkap serangga dengan lidahnya.

Satu yang saya tidak sukai dari novel ini adalah munculnya karakter Fang. Saya phobia ular! Jangankan melihat, membayangkan saja udah ngeri duluan. Alhasil saya melewatkan beberapa lembar yang melibatkan Fang :(

Ada satu dialog yang sangat saya sukai, yang diucapkan Eadric untuk menyemangati Emma ketika mereka harus berenang melintasi parit istana yang berbau busuk.

Kau tidak akan bisa melakukannya kalau kau tidak percaya kau bisa melakukannya. Jangan bayangkan kau gagal - bayangkan kau sedang melakukannya

Happy Reading! :)

Tuesday, April 19, 2011

Supernatural: Witch's Canyon



Judul: Supernatural: Witch's Canyon (Ngarai Penyihir)
Penulis: Jeff Mariotte
Penerbit: Elex Media Komputindo
Diterbitkan tahun 2011

Supernatural awalnya adalah serial televisi laris yang bercerita tentang Winchester bersaudara, Dean (Jensen Ackles) dan Sam (Jared Padelecki), yang berkelana menyusuri Amerika untuk berburu makhluk gaib. Kemampuan mereka berburu makhluk gaib diperoleh dari ayah mereka, John, yang mengajari dengan keras bagaimana bertarung dan menghadapi makhluk gaib semacam hantu, monster, dan sebagainya. Ibu mereka sendiri digambarkan dibunuh oleh kekuatan supernatural yang jahat ketika Dean masih kecil dan Sam baru berusia 6 bulan.

Setelah sukses di televisi, Supernatural dihadirkan dalam bentuk novel. Witch's Canyon adalah serial kedua yang diterbitkan.

Dalam novel ini, Winchester bersaudara diceritakan melakukan perjalanan ke Arizona yang terdapat sebuah ngarai terkenal membentang luas mengagumkan, Grand Canyon. Misi perjalanan kali ini adalah mengunjungi kota kecil Cedar Wells, yang terdapat di balik ngarai, dimana terdapat misteri siklus pembunuhan empat puluh tahunan yang akan segera terjadi. Siklus pembunuhan pertama dimulai tahun 1926, kemudian 1966, dan sekarang. 2006.

Dengan mobil Impala kesayangan, Dean dan Sam mencoba mencari tahu penyebab terjadinya pembunuhan (lebih tepatnya pembantaian) dan bermaksud melindungi penduduk lokal dari jatuhnya banyak korban. Belum juga lelap istirahat mereka, pembunuhan pertama telah terjadi, sebelum pagi. Dan setelah itu, satu per satu pembunuhan menyusul dalam waktu kurang dari 24 jam.

Pembunuhan korban dilakukan secara kejam. Dirobek jantungnya. Dikuliti kepalanya. Luka leher menganga. Dan seterusnya. Pelaku pembunuhannya pun diduga lebih dari satu. Ada yang muncul sebagai sosok Indian, prajurit militer, anak kecil, dan berbagai hewan.

Seiring dengan semakin banyak korban berjatuhan, Dean dan Sam seakan semakin menemukan jalan buntu untuk mencari tahu latar belakang terjadinya siklus pembunuhan itu. Di kota sekecil Cedar Wells, informasi atau pencatatan semacam itu hampir tidak ada. Terlebih sebagian besar penduduk Cedar Wells menganggap siklus itu hanya mitos dan orang yang mempercayainya dianggap mengada-ada. Masalah ini semakin diperparah dengan adanya pembukaan mal baru. Sebuah mal besar yang akan menarik pengunjung berduyun-duyun datang bahkan dari luar kota. Jika siklus pembunuhan ini belum berakhir, ribuan pengunjung yang terjebak di mal bisa menjadi sasaran empuk pembantaian.

Titik terang mulai terlihat ketika Sam dan Dean bertemu sosok lelaki tua, Harmon Baird. Harmon Baird adalah saksi hidup dua siklus pembunuhan sebelumnya. Seperti Dean dan Sam, Harmon Baird juga mencoba menghentikan pembunuhan. Bersama-sama mereka mencari tahu penyebab awal mula terjadinya siklus pembunuhan empat puluh tahunan itu. Petunjuk membawa mereka ke sebuah ngarai indah yang dijuluki ngarai penyihir.

***

Di dalam novel ini juga diceritakan bagaimana Dean dan Sam mulai beradaptasi lagi satu sama lain setelah berpisah bertahun-tahun karena Sam berkuliah di Stanford. Perselisihan kecil dan juga kenangan akan ayah mereka juga diceritakan. Yang saya suka dari novel ini, kita tidak kehilangan sosok Dean dan Sam secara visual. Dibantu cover buku dan penggambaran masing-masing karakter di sana sini (meskipun agak kurang), pembaca yang belum pernah melihat serial tivinya bisa terbentuk gambaran sosok mereka. Seakan mereka sedang berakting di dalam imaji kita :)

Berhubung novel ini terjemahan, pada awalnya saya kaget dengan kalimat-kalimat yang tidak baku. Tapi, semakin ke belakang akhirnya terbiasa juga.

Bagian yang feelnya dapet banget adalah saat pembunuhnya berhadapan satu lawan satu dengan korban. Ngeri! Seolah-olah saya sedang di TKP dan cuma bisa liat :(

Senang juga akhirnya bisa selesai baca, karena saya orangnya penakut dan terbiasa baca novel di malam hari :p

Happy Reading! :)


*thanks to ElexMedia yang udah ngasih buku ini :)

Thursday, April 14, 2011

Cemburu Itu Peluru



Judul: Cemburu Itu Peluru
Penulis: Erdian Aji, Novita Poerwanto, Kika Dhersy Putri, Andy Tantono, Oddie Frente
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan Maret 2011

Dari twitter turun ke buku.Yup! Dari sebuah komunitas @fiksimini di twitter, buku ini terlahir. Kumpulan cerita fiksi versi mini yang ditulis oleh lima orang dengan beragam profesi yang bukan kepenulisan. Tapi, kecintaan mereka terhadap sastra yang membuat karya ini terwujud.

Dengan kata-kata singkat, yang (sepertinya) per kalimat maksimal 140 karakter --> sesuai dengan kuota karakter twitter. Kalau dilihat dari keseluruhan cerita yang ditulis, tema yang dibawakan awalnya dari tema yang dilontarkan di akun @fiksimini yang kemudian dikembangkan oleh masing-masing penulis.
Meskipun tema untuk kesemua penulis sama, tapi masing-masing penulis memiliki karakter-karakter yang berbeda. Yang paling mencolok, tulisan-tulisan yang dibuat Erdian Aji (Anji Drive) yang lebih terkesan permainan kata-kata dari pada sebuah kisah. Lihat saja "Sesuatu Tentang Kamu yang Tiada Bisa Aku Sampaikan dengan Kalimat yang Tidak Sederhana" atau "Sudahlah" --> yang mana saya sendiri kurang paham maksudnya apa *ups*

Walaupun tulisan-tulisan di sini singkat (per kisah maksimal 1,5 halaman) dijamin kita akan kaget dengan jalan ceritanya. Ada yang bikin mikir, ending gak terduga, (banyak yang) ngeri, miris, atau pun nggak ngerti :D

Tulisan favorit saya di buku ini...hmmm...banyak!!

Selain buku juga ada dvd-nya yang berisi 9 film mini dengan durasi yang super pendek (kurang dari 5 menit). Film-filmnya diambil dari beberapa tulisan yang ada di buku. Meskipun pendek, tapi inti dari ceritanya tersampaikan.

Awalnya saya memilih buku ini sebenarnya penasaran dengan tulisan yang dibuat Anji karena diantara kelima penulis, tentu Anji yang paling dikenal publik. Tapi...setelah membaca keseluruhan, sepertinya saya suka dengan gaya kepenulisan seorang Kika. "Video Ulang Tahun" membuat saya terhenyak.

Happy reading! :)

Monday, April 11, 2011

A Thousand Splendid Suns



Judul: A Thousand Splendid Suns
Penulis: Khaled Hosseini
Penerbit: Qanita
Diterbitkan tahun 2008

Ini adalah pertama kalinya saya membaca novel dengan latar belakang konflik atau perang yang terjadi pada suatu negara. Bagaimana rakyat tidak tahu-menahu menjadi korban dari kepentingan pihak-pihak tertentu yang berseteru.
Novel ini memiliki dua tokoh utama, yaitu Mariam dan Laila. Awalnya saya tidak menduga kalau akan muncul Laila sebagai tokoh kedua, karena review di belakang buku hanya menyebut seorang Mariam. Novel ini bersetting Afghanistan yang mengalami konflik berkepanjangan dari tahun 60an sampai 2003. Yup, panjang sekali!!!

Novel ini dibagi dalam empat bagian. Bagian pertama tentang Mariam. Bagian kedua tentang Laila. Bagian ketiga tentang kedua tokoh utama yang dipertemukan. Dan, bagian keempat yang menceritakan akhir dari kisah kedua tokoh.

Di bagian pertama diceritakan kehidupan Mariam sebagai seorang harami (anak haram) antara ibunya (Nana) yang seorang pembantu dengan majikan (Jalil). Mariam dan ibunya hidup terpisah dari Jalil. Satu-satunya kebahagiaan Mariam adalah ketika ayahnya datang berkunjung seminggu sekali. Meskipun Nana mengatakan kalau ayahnya hanya berpura-pura. Kehidupan Mariam menjadi terpuruk ketika dia nekat menemui ayahnya. Sepulang dari rumah ayahnya Mariam menemukan ibunya tewas gantung diri. Semenjak itu kehidupan Mariam berubah, tinggal bersama keluarga ayahnya yang membencinya, menjalani pernikahan yang dipaksakan, dan mengalami KDRT.
Di bagian kedua, tokoh Laila digambarkan jauh lebih beruntung dari Mariam. Hidup dengan keluarga lengkap dan orang-orang yang menyayanginya. Meskipun pada akhirnya kehidupan bahagia Laila lenyap karena perang mengambil satu per satu orang-orang dekatnya.
Di bagian ketiga, kedua tokoh dipertemukan. Bagaimana satu demi satu masalah akibat perang dan juga kehidupan membuat mereka saling bahu-membahu mengatasinya.
Akhir dari kisah ini sebenarnya membahagiakan, seperti diungkapkan 'seribu mentari surga muncul di hadapannya'. Tapi defini kebahagiaan yang dialami kedua tokoh benar-benar berbeda.

Kesan yang muncul setelah saya menutup halaman terakhir buku ini adalah campur aduk. Kagum dengan cara penulis menuturkan adegan demi adegan. Pembaca dibuat seakan ikut merasakan nasib yang dialami kedua tokoh, merasakan bagaimana perang telah membuat rasa aman dan nyaman sulit ditemukan. Gak pernah terbayang kalau roket bisa kapan saja meluncur dan meluluhlantakkan rumah kita :(

Bagian paling berkesan adalah surat yang ditulis oleh Jalil, ayah Mariam, sebelum meninggal. Surat yang tidak pernah sempat dibaca oleh Mariam. Bagian itu berhasil membuat saya menitikkan air mata :)

Karena novel ini sudah international bestseller, pastilah highly recommended. Novel berkualitas dengan emosi mendalam dan kisah yang menyentuh.

Happy reading! :)

Wednesday, April 6, 2011

Heart Block


Judul: Heart Block: Biarkan Cinta Menemukanmu
Penulis: Okke 'Sepatumerah'
Penerbit: Gagasmedia
Diterbitkan Januari 2010

saya bukan penggemar novel, kebetulan aja nyomot buku ini dari berderet-deret buku yang dipajang di Gramedia *halah, bo'ong*
Sebenarnya bukan kebetulan :p
Berawal dari baca Jomblo-nya Adhitya Mulya, keterusan Gege Mencari Cinta, lanjut Travelers' Tale yang ditulis keroyokan oleh Adhitya Mulya,Alaya Setya, Iman Hidayat, dan Ninit Yunita.Abis itu sempet baca Kamar Cewek yang ditulis Ninit Yunita dan Okke 'sepatumerah'. Dan akhirnya, bertemu ketiga kalinya dengan karya Okke 'sepatumerah' ini, setelah Kamar Cewek dan Indonesian Idle^^
*ngaku deh* lumayan suka baca novel, tapi jangan yang bertele-tele dan mengumbar kata-kata puitis. Dijamin dilirik pun tidak :p

Nahhhh...
Dalam novel Heart Block ini Okke bercerita tentang seorang penulis muda yang sedang naik daun bernama Senja Hadiningrat *ehh, tapi yang keinget malah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia* :D. Senja diceritakan sedang mengalami writer's block atau simpelnya gak ada ide dan mood buat nulis. Apalagi sejak novel perdananya Omnibus yang menuai banyak pujian dan penghargaan, tidak ada satupun karyanya setelah itu yang bisa mengimbangi. Banyak kritikan menjatuhkan yang semakin membuat Senja tertekan. Ditambah, kakak tirinya, Tasya, yang sok ngatur jadwal kegiatan Senja.
Sampai pada titik kejenuhan dan tekanan dari Tasya, Senja memutuskan untuk 'menyepi'ke Bali. Dalam perjalanan berlibur ke Bali, Senja bertemu Genta, seorang pelukis. Seperti yang bisa diduga, akan ada 'sesuatu' di antara mereka. Meskipun ending ceritanya agak bikin kecewa penyuka cerita 'and they happily ever after' sepertiku :p
Dari sosok Genta, Senja mendapatkan kembali passion menulisnya dan berhasil menyelesaikan proyek menulis 40 harinya.

Novel yang menarik untuk dibaca, terlebih buat yang ingin jadi penulis :)
Gak berlebihan, gak banyak kata-kata yang 'aneh-aneh' *apa sih??* yang biasanya susah dimengerti (buatku).

Happy Reading! :)

you can find the book on bukabuku.com

Jampi-Jampi Varaiya


Judul: Jampi-Jampi Varaiya
Penulis: Clara Ng
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan: Desember 2009

Akhir-akhir ini sedang terobsesi mengoleksi novel-novel Clara Ng, salah satu novelis Indonesia yang menurut saya punya daya imajinasi yang super keren :p

Buku berjudul Jampi-Jampi Varaiya ini akhirnya saya beli setelah muter-muter gak jelas di Royal Plasa, Surabaya.

Jampi-Jampi Varaiya bercerita tentang keluarga penyihir Raya yang terdiri dari seorang ayah bernama Samudra Raya yang masih saja merasa sedih berkepanjangan setelah istrinya meninggal 10 tahun yang lalu. Tiga orang anak perempuan, yaitu Zea, Oryza, dan Solanum. Ditambah Xander, anak dari sahabat istri Samudra yang mati-matian dijodohkan dengan Oryza.
Selain itu masih ada karakter Pax, cowok yang naksir Oryza dan nekat berubah menjadi kucing agar bisa terus berdekatan dengan Oryza. Ada juga Aqua dan Strawberry, dua penyihir cewek yang naksir Xander.

Masalah dimulai ketika Oryza menggunakan rempah-rempah Varaiya yang dicuri Solanum dari neneknya Strawberry tanpa memperhatikan cara pemakaian. Oryza yang tidak berbakat dalam masak-memasak membuat rendang hilang dari pancinya. Masalah berlanjut ketika cangkir bisa bergerak dan menggigit tangan Xander. Ditambah lagi, Zea dan Solanum berubah menjadi abnormal.

Di sinilah Oryza, Xander, Pax, dan Samudra memulai petualangannya ke Pulau Varaiya untuk menemukan Tamerit, tanaman yang bisa menyembuhkan Zea dan Solanum. Pulau Varaiya adalah pulau yang berada di antara Jawa dan Sumatra yang tidak dapat terlihat di peta Indonesia karena merupakan pulau penyihir.

Baca novel ini dari awal sampai akhir, serasa membayangkan kisahnya yang berlokasi di luar negeri. Tapi, hey ini di Indonesia!! Mungkin karena kita telah terbiasa dengan dongeng-dongeng tentang sihir yang kebanyakan memang dari sono kali ya...
Novel ini seru, ada unsur komedi dan petualangan juga, yang menurut saya agak beda dengan novel-novel INdonesia lainnya.

Sayangnya masih bersambung, dan novel terbarunya belum rilis. Yah sudah, met penasaran endingnya *ngomong ke diri sendiri*
Lebih baik berburu novel Clara Ng yang lain :D

Happy Reading!

Tea For Two


Judul: Tea for Two
Penulis: Clara Ng
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan Februari 2009

Semua orang ingin hidup bahagia. Kadang-kadang kita sendiri yang mempersulit keadaan untuk menjadi bahagia.

Itu adalah salah satu quote yang muncul di novel Tea for Two milik Clara Ng. Yup, Clara Ng lagi :)
Tea for Two ini adalah novel kesebelasnya yang muncul di tahun 2009 kemarin. Sejak pertama menemukan novel Clara Ng, jujur saya langsung jatuh hati dengan gaya penulisannya. Dia salah satu novelis yang menurut saya sangat keren dan karya-karyanya selalu menampilkan sosok perempuan yang sangat berbeda satu sama lain.

Hmm, back to Tea for Two..
Sebenarnya novel ini pengennya nanti-nanti dulu carinya. Masih pengen berburu novel Clara Ng yang lebih lama lagi. Tapi beuh, susah :( Sampai sekarang baru menemukan trilogi Indiana yang ketiga dan Dimsum Terakhir sepertinya harus pesan online. Ya udah deh, Tea for Two dulu juga gpp :)

Tea for Two adalah sebuah perusahaan mak comblang yang dimiliki oleh tokoh utama dari novel ini, bernama Sassy. Hidup bahagia selama-lamanya adalah moto perusahaan Tea for Two. Tapi novel ini tidak akan bercerita banyak tentang perusahaan Tea for Two, tapi tentang kehidupan Sassy.
Hidup Sassy berubah drastis ketika bertemu dengan sosok Alan, laki-laki yang membuatnya jatuh cinta dan penuh dengan kejutan menyenangkan. Sosok laki-laki yang menurut dia sangat sempurna untuk menjadi pendamping hidupnya. Tak perlu waktu lama bagi Sassy untuk menerima kehadirannya dan berlanjut ke pernikahan, hanya 8 bulan.

Selama ini Sassy percaya bahwa pernikahan adalah jalan indah menuju kebahagiaan dan impian-impiannya. Tetapi tidak bagi pernikahan Sassy. Sosok ALan yang selama 8 bulan dikenalnya sudah sangat berubah ketika mereka menikah. Alan adalah orang yang tidak segan-segan melakukan kekerasan apabila Sassy dirasa melakukan hal yang salah di matanya. Kekerasan demi kekerasan dialami Sassy bahkan ketika dia sedang hamil. Tapi di saat itu pula jiwa Sassy menolak untuk memberontak, dan dia selalu percaya bahwa sosok Alan yang dulu akan kembali. Kehidupannya perlahan-lahan hancur. Pernikahan tidak seindah bayangan, dipaksa melepas perusahaannya, dan tidak diijinkan bertemu sahabat-sahabatnya.

Novel ini..jujur bikin emosi bacanya, apalagi kita seolah diajak untuk merasakan apa yang dirasakan Sassy dan juga perjuangan-perjuangannya.

Novel ini bikin yang belum nikah jadi takut nikah? Haha, gak juga sih. Tadinya saya pikir juga gitu :) Novel ini memang menyajikan sisi lain dari indahnya pernikahan yang sering terjadi dalam realita kehidupan, tapi juga memberikan banyak sekali pelajaran bagi seorang perempuan, khususnya.

Meskipun novelnya berkesan serius, gaya humor Clara Ng juga masih bisa ditemui. Setelah bingung dengan ending novel The (Un)reality Show, Tea for Two berhasil mengobati kekecewaan saya.

Novel ini highly recommended deh buat penggemar novel-novel Indonesia.


Happy reading!!!^^

Empat Musim Cinta


Judul: Empat Musim Cinta
Penulis: Adhitya Mulya, Andi F. Yahya, Hotma Juniarti, Andi Fauziah Yahya, Okke 'Sepatumerah', Rizki Pandu Permana, S.A.Z Al-Fansyour, Veronika Kusuma Wijayanti
Penerbit: Gagasmedia
Diterbitkan 15 November 2010

***
Ketika bangun di pagi hari, aku memikirkan dirimu.
Ketika bersiap-siap tidur, aku memikirkanmu juga.
Dan di antara rentang waktu itu, aku memikirkan kita.
***

Buku baru kali ini adalah sebuah buku kumpulan cerita berjudul Empat Musim Cinta, yang ditulis delapan penulis berbakat. Total ceritanya ada enam belas, yang itu berarti satu penulis menyumbang dua cerita. Secara fisik buku ini manis banget, warna pink! *not so me! I know* :D

Kenapa pilihan saya jatuh pada buku ini? Ya karena penulisnya. Tiga dari delapan penulis buku ini adalah penulis-penulis yang tulisannya pernah saya baca.
Adhitya Mulya yang pastinya terkenal sebagai penulis novel Jomblo. Bahkan novelnya yang berjudul Travelers' Tale pernah jadi teman setia saya waktu seminggu bedrest di rumah sakit :)
Okke 'Sepatumerah', yang merupakah salah satu penulis wanita favorit saya.
Sedangkan, Rizki Pandu Permana adalah salah satu dari penulis Negeri van Oranje.
Untuk penulis-penulis lain, tulisan mereka di buku ini adalah pengalaman pertama buat saya. Dan, hey! Saya suka tulisan mereka! :)

Semua tulisannya bercerita tentang cinta, dalam berbagai ragam. Kecuali satu ni. Cerita kedua berjudul "Scene 40 Yang Bermasalah Itu" punya Adhitya Mulya. Entah apa kaitannya dengan cinta-cintaan. Tokoh utamanya bikin horor yang baca, meskipun ceritanya kocak :(

Secara keseluruhan cerita-ceritanya semuanya keren. Dengan banyak ending nggak ketebak yang sepertinya sengaja dibuat masing-masing penulis. Ada empat tulisan kesukaan saya yang menurut saya punya ending manis dan 'kejutan', yaitu:
* Dia, Aku dan Kamu - Andi F. Yahya
* Jalan Takdir - Hotma Juniarti
* Uji Setia - Okke 'Sepatumerah'
* Sekeping Hati yang Tersisa - S.A.Z Al-Fansyour
Dan...cerita yang paling mengena buat saya adalah Pernah Jadi Aku? - Okke 'Sepatumerah'.

Bagi yang suka manis-manis, sepertinya buku ini cocok deh!

Utukki


Judul: Utukki: Sayap Para Dewa
Penulis: Clara Ng
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan: Agustus 2006


I am one wing and you are equally the other

***

Novel ini berisi perpaduan kisah cinta di tahun 5000 Sebelum Masehi dan tahun 2000 sesudah Masehi. Tentang perjuangan, cinta, dan keyakinan, yang telah hidup lebih dari tujuh ribu tahun. Bagaimana mungkin itu terjadi? Clara Ng membuktikan kalau itu mungkin :)

Di tahun 5000 SM, dikisahkan monster Utukki ke delapan bernama Nannia yang terlahir dari pasangan Dewa Anu (Dewa Langit) dan Dewi Antu (Dewi Bumi), jatuh cinta kepada Enka, seorang manusia. Di tempat lain, Dewi Ishtar yang merupakan Dewi Cinta dan Perang juga memiliki perasaan yang sama pada Enka.

Cerita berlanjut 7000 tahun kemudian. Dari cerita yang bersetting Mesopotamia, berlanjut di Jakarta. Saat itu bertemulah Thomas dan Celia, wujud lain dari Nannia dan Enka. Pada masa ini, Dewi Ishtar yang telah tertidur selama 7000 tahun bangun untuk merusak hubungan Thomas dan Celia. Berbagai cara dilakukan agar Enka yang bereinkarnasi menjadi Celia bisa menjadi milik Dewi Ishtar.

Novel ini beralur maju mundur dan terpisah-pisah, sehingga pembaca dibuat penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Misalnya ketika Dewi Ishtar yang mencintai Celia. Penulis membiarkan pembaca mengira kalau Dewi Ishtar adalah lesbian :D
Dan masih ada beberapa hal lagi yang tak disangka-sangka.

Utukki adalah bacaan ringan yang...(let me think!) berkhayal tentang Dewa-Dewi Mesopotamia...berpadu dengan masa kini...Yaaa, novel khas penulis yang lumayan kompleks.

Saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melahap novel ini. Antara ingin atau tidak meneruskannya.
Bagi saya imajinasi penulis akan cerita Utukki sangat menarik, meskipun entah kenapa terasa berat. Menjelang akhir saya mulai bosan dengan kisah cinta Thomas dan Celia yang tidak henti-hentinya diuji. Begitu juga dengan ending ceritanya yang kurang greget.

Tapi bukan berarti novel ini sama sekali tidak menarik.
Sebagai novel lokal alias dalam negeri, Utukki unggul konsep cerita. Saya menyukai kisah mitologi yang diceritakan penulis secara ringan. Saya mengagumi kejutan-kejutan yang disiapkan penulis dalam novel ini.

Membaca novel ini seperti bermain puzzle. Kita diberikan sepotong demi sepotong cerita yang berserakan yang kemudian menjadi cerita yang seutuhnya. Seru. Menarik. Penasaran. Akan tetapi, gambaran seutuhnya yang muncul tak sesuai harapan.

***

Dunia masa lalu tidak akan berubah tapi kau dapat berubah di masa depan

Wednesday, March 16, 2011

Ranah 3 Warna




Judul: Ranah 3 Warna
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan 23 Januari 2011

Ranah 3 Warna adalah buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara. Kalau di Negeri 5 Menara bercerita tentang pengalaman dan impian-impian Alif selama di Pondok Madani, di Ranah 3 Warna diceritakan Alif telah lulus dari pondok dan berekad meneruskan impiannya untuk kuliah.

Berbekal 'mantra' man jadda wajada yang didapatkannya dari pondok, Alif berjuang melewati ujian persamaan SMA dan mengikuti UMPTN. Dan, berhasil!

Akan tetapi kebahagiaan tidak berlangsung lama bagi Alif. Satu per satu masalah datang bertubi-tubi sampai Alif merasa tidak sanggup lagi. Man jadda wajada sepertinya sudah hilang kesaktian. Dalam keadaan yang hampir menyerah, Alif teringat satu 'mantra' lagi yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung.

Novel ini sungguh menggugah. Cobaan demi cobaan yang dialami Alif terasa nyata ikut dirasakan pembaca. Saya hampir menangis saat membaca bagian ayah Alif meninggal dan surat yang ditulis ayahnya pada senior kampusnya, Togar Perangin-angin. Tapi saya urung menangis karena sedang membacanya di tempat umum (gak penting ya :P). Saya juga ikut antusias saat Alif dengan percaya diri 'menjual' kelebihannya di depan juri pertukaran pemuda.

It's a must read book. Langsung masuk kategori favorit saya. Pelajaran yang bisa saya petik dari novel ini adalah ternyata usaha keras saja tidaklah cukup. Harus disertai dengan sabar. Nah, di novel inilah saya baru tersadar kalau sabar bukanlah menunggu atau hanya duduk pasrah. Sabar di sini berarti sabar yang aktif, sabar yang gigih, dan sabar yang pantang menyerah dalam berusaha.

Happy Reading! :)

you can find the book on bukabuku.com

Bule Juga Manusia



Judul: Bule Juga Manusia: Petualangan Turis Gila di Indonesia
Penulis: Richard Miles
Penerbit: Bukune
Diterbitkan 20 November 2010

Singkat cerita buku ini terpilih karena waktu itu pengen baca buku yang bikin ketawa. Dan juga karena komentar Raditya Dika di bagian atas buku. Hmm, penasaran bagaimana cerita kocak berbahasa Indonesia versi si bule ini :)

Richard alias si penulis alias si bule ini bercerita tentang awal mula dia mengenal Indonesia, mulai dari bahasanya saat masih SD, film, teman-teman asal Indonesia, dan kunjungannya ke Indonesia. Semuanya diceritakan secara kocak, meskipun ada beberapa bagian yang terkesan monoton dan gagal membuat saya tertawa.

Bule yang satu ini agak 'beda' karena dia bukanlah bule yang tertarik pada budaya tradisional melainkan bule yang jatuh cinta dengan film Ada Apa Dengan Cinta, ngefans band Sheila on 7 dan Gigi, serta yang lebih suka bergaul seperti orang lokal daripada disebut turis.

Cerita favorit saya adalah 'Nguping'. Saya membayangkan betapa kasihan si bule yang lancar ngomong dan mengerti bahasa Indonesia harus mendengar omongan orang lain yang ngrasani si bule. Hehehe... Hayo siapa di sini yang suka ngomongin turis asing kalau ketemu mereka di suatu tempat? Ati-ati lo, siapa tau mereka ngerti :D

Tulisannya sepertinya emang sengaja dibikin versi bule, yang kadang-kadang ada kata-katanya yang terkesan kurang pas. Dan betul seperti testimoni Duta So7 di buku, bahasa Indonesianya kadang-kadang lebih Indonesia daripada orang Indonesia asli.

Dalam kategori lucu, menurut saya buku ini termasuk biasa, gak sampai yang bikin ketawa banget. Mungkin karena efek saya kebanyakan baca buku-buku Raditya Dika kali ya :P

Bagi yang mau menyegarkan pikiran dalam waktu singkat, buku ini boleh banget dibaca. Saya sendiri menghabiskan buku ini dalam sekejap perjalanan di kereta api.

Happy Reading! :)

Tuesday, March 15, 2011

9 Summers 10 Autums


Judul: 9 Summers 10 Autumns: Dari Kota Apel ke The Big Apple
Penulis: Iwan Setyawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Diterbitkan 22 Februari 2011

Ada tiga hal yang membuat saya akhirnya memilih buku ini. Pertama, pencantuman “Kota Apel” di judul buku. Sebagai orang yang pernah tinggal beberapa tahun di Malang, saya langsung penasaran. “Wah, apaan ni?” Meskipun yang dimaksud ternyata Kota Batu. Ya, masih sodaraan bangetlah sama Malang :D
Kedua, cover bukunya yang putih polos dengan dua buah apel merah mengkilat yang menyimbolkan Kota Batu (dengan Gunung Panderman) dan NYC (dengan patung Liberty). Seakan memberi kesan ‘bukan novel biasa’ :)
Ketiga, mantra sakti di bagian belakang buku. Kisah anak sopir angkot dari Kota Batu yang menjadi direktur di New York City. Hmm, langsung terbayang novel-novel Andrea Hirata dan A. Fuadi. Would it be the same?

Ternyata, novel ini tidak seperti yang saya perkirakan. Menurut saya malah lebih ke kisah kehidupan penulis dari masa kecil hingga menjadi direktur di NYC. Alur yang diceritakan maju mundur. Dalam setiap babnya, penulis bercerita tentang bagian-bagian penting yang mempengaruhi hidupnya. Rumah kecil di Batu, ayah, ibu, keempat saudara perempuannya, masa sekolah dan kuliah, sampai kerja dan pindah ke New York.

Penulis banyak bercerita tentang kesederhanaan keluarganya dalam menjalani hidup di rumah kecilnya. Cinta tanpa syarat seorang ibu, pengorbanan ayah, dan kebersamaan bersama keempat saudara perempuannya. Dan yang terpenting, dengan berbagai keterbatasan materi yang dimiliki pendidikan tetaplah hal yang utama.

Di buku ini, seakan kita diajak menyusuri tiap tempat di NYC yang ditulis secara detil oleh penulis. Banyak juga ditemukan tentang puisi, yoga, opera, dan juga tulisan Dostoevsky yang menjadi kesukaan penulis.

Tapi...selama saya membaca buku ini, kurang ada greget. Tidak ada emosi yang terbawa seperti kita membaca novel-novel memotivasi semacam Laskar Pelangi ataupun Negeri 5 Menara. Halangan ataupun rintangan yang dihadapi penulis sampai menjadi sekarang digambarkan dengan terlalu manis.

Dalam novel ini digambarkan penulis bercerita pada sesosok anak kecil berseragam merah putih tentang masa lalunya. Menurut dugaan saya, sosok anak kecil ini adalah penggambaran sosok penulis sendiri di masa lalu.

Novel ini menggambarkan bahwa berasal dari keluarga atau lingkungan seperti apapun, setiap manusia mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan.

Happy Reading! :)

you can find the book on bukabuku.com