Saturday, August 13, 2016

Bajak Laut Popcorn

Judul: Bajak Laut Popcorn
Penulis: Alexander McCall Smith
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penerbit: Buah Hati
Tebal: 144 halaman
Cetakan I, April 2010
Goodreads Rating: 3.78/.00


Di sebuah tempat tidak terlalu jauh dari Jamaika, terdapat titik-titik empat pulau kecil yang disebut Kepulauan Popcorn. Awal mula penghuni kepulauan Popcorn adalah para pelaut yang sudah lelah berlayar dan menginginkan tempat tinggal tetap untuk membina keluarga. Generasi demi generasi lahir kemudian. Penghasilan utama penduduk Kepulauan Popcorn tidak lain dan tidak bukan adalah bertani popcorn atau berondong jagung. 

Di salah satu Kepulauan Popcorn, tepatnya di Pulau Besar, tinggallah Lucy bersama adiknya, Sam dan kedua orang tuanya. Lucy juga memiliki seorang sahabat bernama Hermione yang tinggal bersebelahan dengan rumahnya di salah satu perkebunan popcorn.

Saat musim panen tiba, Lucy dan teman-temannya akan berlibur sekolah dan ikut serta dalam panen besar. Secara rutin Kapten Foster akan datang bersama kapalnya untuk mengangkut hasil panen untuk diperdagangkan. Biasanya Kapten Foster akan datang lagi untuk mengangkut hasil panen kedua.

Hari itu Kapten Foster dan kapalnya kembali lebih cepat dari perkiraan. Ada yang aneh, ada sesuatu yang telah menimpa Kapten Foster, sesuatu yang terasa buruk. Kapal Kapten Foster dirampok bajak laut, seluruh popcorn yang diangkut lenyap diambil mereka.

Bahkan sebuah rencana buruk akan tetap lebih baik daripada tidak memiliki rencana sama sekali.

Sudah diputuskan, Lucy, Hermione, dan Sam akan ikut bersama Kapten Foster dan anjingnya, Biscuit, dalam pelayaran berikutnya. Tugas mereka adalah mengawasi keberadaan kapal lain sementara Kapten Foster beristirahat. Seperti kemungkinan terburuk yang sudah terbayangkan, kapal bajak laut itu muncul lagi!

Seorang kapten kapal, dengan anjing kecil, dan tiga orang anak kecil bukanlah halangan yang menakutkan bagi sekumpulan bajak laut yang jahat. Setelah memindahkan semua hasil panen ke kapal mereka, para bajak laut menemukan ketiga bocah tersebut sedang bersembunyi di balik tumpukan karung-karung usang. Malang nasib mereka, ketiganya ikut berpindah kapal sementara sang kapten kembali diikat dengan tali dan ditinggal sendirian di atas kapalnya.

Lucy dan Hermione diperintahkan membantu di dapur, sementara Sam dipaksa menaiki tiang-tiang kapal untuk mengikat tali-tali. Tapi mereka tidak menyerah begitu saja, sepanjang dalam penawanan ketiganya selalu memikirkan cara terbaik untuk melepaskan diri dari para bajak laut itu.

Kalau kamu ingin mengalahkan kehebatan orang lain, apa yang akan kamu lakukan? Kamu harus mencari kelemahan-kelemahan mereka.

Memanfaatkan sifat para bajak laut yang serakah dan pemalas, ketiga bocah itu mulai merencanakan sebuah usaha penyelamatan diri. Mereka menawari para bajak laut hidangan makan siang popcorn yang dimasak oleh penduduk asli Kepulauan Popcorn. Alih-alih memasak secukupnya, ketiga bocah menyiapkan bak mandi penuh dengan popcorn untuk dimasak. Banjir popcorn pun terjadi di dapur, sementara ketiga bocah tersebut berusaha mengambil alih kendali kapal.

***

Saturday, August 6, 2016

The Diary of Amos Lee

Judul: The Diary of Amos Lee: Hasil Renungan Nongkrong di WC
Penulis: Adeline Foo
Penerjemah: Tessa Febiani
Penerbit: Buah Hati
Tebal: 140 halaman
Cetakan II, Agustus 2011
Goodreads Rating: 3.94/5.00

Diary ini dimulai karena resolusi Tahun Baru Ibuku untuk membuatku menulis.

Ibu mendapat ide aneh. Menurutnya, kami harus memanfaatkan buku di kamar mandi sebaik-baiknya. Di tembok di atas WC, Ibu memasang rak gantung tempat menyimpan buku tulis, beberapa bolpoin, dan pensil warna. Ibu bilang waktu aku melakukan "urusan penting" di toilet, aku bisa menulis. "Maksimal lima sampai delapan menit!" kata Ibu. "Ibu tidak mau kamu terkena wasir!"

Amos Lee

Amos Lee, seorang bocah SD asal Singapura dengan terpaksa menuruti resolusi yang dibuat Ibu di awal tahun, yaitu menulis diary di dalam kamar mandi saat dia sedang melakukan "panggilan alam" di toilet. Pilihan lainnya, yaitu membuat satu karangan selama satu jam setiap harinya bukanlah pilihan yang lebih baik.

Ayah bilang, kegiatan menulis akan mengajariku melakukan banyak hal sekaligus. Itu kemampuan yang sangat penting untuk aku miliki saat sudah bekerja nanti.

Bersamaan dengan ibu yang memiliki pekerjaan baru sebagai penulis artikel, Amos sering kali menghabiskan waktu menemani ibu untuk melakukan riset. Melalui buku diarinya, Amos menceritakan petualangan kulinernya di Singapura dengan mengunjungi beberapa tempat makan enak bersama sang ibu, melakukan pengamatan alam, dan melakukan acara amal di  rumah sakit.

Amos juga bercerita tentang kedua sahabatnya, Alvin dan Anthony. Mereka menyebut diri sebagai 3A karena kesamaan alfabet depan nama mereka. Meskipun ketiganya tidaklah unggul secara akademis, kisah mereka dalam buku diari Amos tidak kalah menarik. Amos menceritakan bullying yang dilakukan murid senior di sekolah kepada mereka bertiga, proyek rahasia PSP yang membuat Amos dan teman-temannya berusaha menghasilkan uang dengan berbagai cara, prakarya daur ulang, serta keikutsertaan mereka dalam Perayaan Hari Nasional.

Amos juga menceritakan hari-hari yang dilaluinya bersama keluarga. Menghabiskan waktu bersama ayah melihat atraksi pesawat terbang, menemani Ah Kong mengamati burung-burung, berburu buku bersama ibu serta mengikuti bazar.

***

Saturday, July 30, 2016

Athirah

19228170 
Judul: Athirah
Penulis: Alberthiene Endah
Penerbit: Noura Books
Tebal: 400 halaman
Cetakan I, Desember 2013
Goodreads Rating: 4.22/5.00

Inilah susahnya menghadapi kaum hawa. Kau tak akan mendapat jawaban ketika kau membutuhkan jawaban. Dan, kau diajak berputar dalam perjalanan rumit ketika kau bahkan tak melihat sesuatu yang rumit.

Jusuf masih berusia sepuluh tahun ketika menyadari ada yang berubah dari Emma, ibunda tercintanya, yang akhir-akhir ini sering gelisah. Kegelisahan Emma diawali oleh perubahan sikap Bapak yang sering berlama-lama mematut diri dan berdandan rapi. Sebagai anak laki-laki tertua, Jusuf menangkap sinyal waspada yang mengancam keharmonisan keluarganya. Semampunya dia berusaha meredakan kegelisahan Emma.

Kegelisahan Emma terbukti, Bapak menikah lagi. Kehidupan di rumah Jusuf seketika berubah. Bapak tidak lagi milik mereka saja. "Bapak akan ada di rumah ini ketika kalian bangun tidur dan akan tidur," begitu pernyataan Bapak yang dibuktikan selama setahun awal pernikahan kedua beliau. Jusuf kecil melihat sinar mata Emma meredup seiring berjalannya waktu. Ingin rasanya Jusuf kecil mempertanyakan keputusan Bapak. Entah untuk menjaga perasaan Emma atau Jusuf kecil terlalu takut untuk bertanya pada Bapak akan keputusan beliau. Rasa kecewa itu segera tertepis dengan rasa tanggung jawab yang tetap diperlihatkan Bapak.

Boleh orang bilang anak-anak kecil cepat melupakan sedih. Tapi rasa kehilangan adalah sejarah abadi yang mendekam dalam hidup anak-anak yang sadar akan kehilangan itu.

Masa-masa berat dilewati Emma, Jusuf, dan saudara-saudara. Gunjingan orang, rasa kecewa, terlebih apa yang harus dialami Emma. Beberapa kali Emma nekat mendatangi orang pintar untuk mempertanyakan keputusan Bapak. Tindakan yang membuat Jusuf dan saudara-saudaranya kecewa dan juga sedih. Beberapa kali masa kehamilan yang semakin jarang ditemani Bapak, yang semakin sibuk dengan keluarga keduanya. Meskipun selalu, Emma menyunggingkan senyuman di wajah dan bersikap wajar untuk anak-anaknya.

Perlahan waktu berlalu, hati Emma dan anak-anak semakin tabah dan kuat menerima keputusan Bapak. Terlebih Emma, cahaya kehidupan kembali menyala dalam matanya. Emma memutuskan membunuh waktu dan mengalihkan pikiran dengan berbisnis. Bisnis kain tenun dan sutra dipilihnya selain tetap menjalankan bisnis transportasi Cahaya Bone yang diberikan Bapak. Emma seperti menemukan jiwanya ketika bergelut dengan kain tenun dan sutra. Mungkin pengalaman berjuang dari nol dalam berdagang bersama Bapak dulu membuat Emma begitu lihai dalam berdagang. Tidak henti-hentinya tamu membanjiri rumah untuk melihat dan membeli kain tenun yang dipajang Emma.

Ketenteraman ternyata bukan berasal dari apa yang kau lihat, tapi dari apa yang kau rasa. Kau bisa mengheningkan dirimu tak berbuat suatu apa pun dan dunia boleh menganggapmu sebagai orang yang tenang. Namun, bila dalam dirimu bergumul gelombang gelisah yang tak bisa kau redakan, kau bukanlah manusia yang tenteram.

Sementara Jusuf kecil bertambah dewasa melebihi usianya. Sebagai anak lelaki tertua, Jusuf mengambil alih peran Bapak di keluarga sebagai kepala keluarga ketika Bapak tidak ada. Hidup mendampingi Emma mengalami masa-masa berat pernikahannya, mengajarkan Jusuf mengenali hati perempuan lebih dalam.

Jusuf remaja sering menjadi bahan ledekan teman-temannya karena tidak pernah sekalipun terlihat menggandeng perempuan. Untuk ukuran penampilan Jusuf, seharusnya tidaklah sulit mendapatkan seorang teman dekat perempuan. Bahkan beberapa teman perempuan terlihat terang-terangan tertarik pada Jusuf. Tapi perhatian Jusuf yang terkuras pada persoalan keluarga, membuatnya tidak tertarik untuk bermain-main.

Menginjak SMA, Jusuf dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama pada sosok adik kelas yang terkenal pendiam. Namanya Mufidah. Tidak mudah Jusuf mendapatkan perhatian Mufidah. Setelah sekali berkenalan yang ditanggapi dingin oleh Mufidah, Jusuf merasa Mufidah selalu menghindarinya. Kunjungan ke rumah pun, Jusuf harus menghadapi tatapan dingin ayah Mufidah.
Betapa indahnya kesabaran bila ia telah benar ada di dalam perasaan, dan bukan serupa perkataan di mulut belaka.

Masa kuliah, membuat Jusuf harus melancarkan segala cara untuk bertemu Mufidah. Kunjungan ke rumah selalu nihil, karena Mufidah tidak ada di rumah. Kesempatan emas didapat Jusuf kala Mufidah kuliah di Universitas Muslim Indonesia. Jusuf mengajukan diri untuk menjadi asisten dosen di kampus Mufidah. Serangkaian pendekatan kembali dilancarkan Jusuf yang kemudian berujung pada penolakan yang menyakitkan karena latar belakang ayah Jusuf yang poligami.

Rasa kecewa sempat membuat Jusuf mundur. Ingin rasanya memprotes pada Bapak tentang apa yang telah dialaminya. Nasihat Emma yang menyejukkan membuat Jusuf kembali berjuang. Allah tidak akan memberikan keindahan yang sempurna tanpa didahului perjalanan yang terjal. Setelah berhasil merebut hati Mufidah, Jusuf dan Mufidah berjuang memperoleh restu dari ayah Mufidah yang menentang hubungan mereka.
Laki-laki memiliki keputusannya sendiri tentang perasaan cinta. Tapi, kesetiaan perempuan adalah pedoman yang berharga sebelum laki-laki membuat keputusan.

Terlepas dari keputusan Bapak untuk berpoligami, bagi Jusuf Bapak adalah guru sekaligus teladan baginya. Sejak kecil Jusuf selalu dilibatkan langsung dalam usaha berdagang Bapak. Bahkan sejak SMP, Jusuf sudah dipercaya mengurusi pembukuan dan ketika SMA Bapak menyerahkan pengelolaan sebuah toko kelontong padanya.

Sepak terjang Bapak dalam berdagang menjadi pelajaran tersendiri bagi Jusuf. Mengikuti teladan Bapak, Jusuf juga banyak terlibat dalam berbagai kegiatan dan organisasi baik di kampus maupun di luar. Hal ini dilakukan untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dan menjalin kerjasama dengan orang lain.
Berdagang itu berjuang. Jika kau berdagang dengan cara yang benar, kau secara tak langsung telah belajar makna berjuang.

Saturday, July 23, 2016

The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta

Judul: The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta
Penulis: Alanda Kariza, Fajar Nugros, Farid Gaban, JFlow, Matatita, Rahne Putri, Richard Miles, Riyanni Djangkaru, Travel Junkie Indonesia, Trinzi Mulamawitri, Ve Handojo, Windy Ariestanty
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 264 halaman
Cetakan Pertama, 2012
Goodreads Rating: 3.35/5.00

Bersamaan dengan pengakuan yang penuh gengsi ini datang juga tanggung jawab yang semakin berat.

Kisah tentang keindahan tanah air diawali dengan kecintaan Ve Handojo pada keragaman budaya batik di Indonesia pada kisah Berburu Gajah, Garuda, dan Naga ke Trusmin. Penulis menceritakan kisah di balik sehelai kain batik yang menyimpan banyak filosofi kehidupan dan membuat kita akan semakin mencintai tanah air.

Sehelai kain Batik Indonesia merekam jutaan cerita, pelajaran, filosofi, nilai, dan tentunya ide.

Kisah kedua, kita akan diajak menikmati pemandangan Papua dari ketinggian 6000 kaki yang menegangkan dengan pesawat kecil dalam cerita Terbang Bersama Twin Otter oleh Matatita. Membayangkan saja saya sudah ciut duluan karena ukuran badan pesawat yang katanya untuk berdiri saja susah, serta harus ditimbang dulu berat badan setiap penumpang sebelum naik pesawat.

Riyanni Djangkaru menceritakan pengalamannya menikmati keindahan bawah laut Bali dalam Mola Fiesta. Kalau kita menggemari tayangan Jejak Petualangan di salah satu tivi swasta, kita akan sangat mengenal penulis yang satu ini dan kecintaannya akan diving. Penulis menceritakan pengalamannya berburu mola-mola, atau sejenis ikan buntal, yang lebarnya bisa mencapai 3 meter.

Masih ada 9 cerita lagi yang ditulis oleh 9 penulis lainnya tentang pengalaman mereka menjelajah keindahan nusantara dan keunikan yang dimiliki, yaitu:
  1. Slow di Solo ~ Rahne Putri
  2. Berziarah ke Digul, Penjara Tak Bertepi ~ Farid Gaban
  3. Ragam Budaya dan Cerita di Lombok ~ Alanda Kariza
  4. Salatiga: Sejuk, Segar, Benar Tujuh ~ Richard Miles
  5. Bali: Magical Mystery Tour ~ Travel Junkie Indonesia
  6. Pulau Sempu: Mangan ora Mangan sing Penting Berlibur! ~ Windy Ariestanty
  7. Lombok, Saya, dan Mama ~ Trinzi Mulamawitri
  8. Bermain Sepak Bola di Raja Ampat ~ Fajar Nugros
  9. Maluku: Beta Pasti Pulang ~ JFlow

Saturday, July 16, 2016

Shopaholic & Baby: Si Gila Belanja Punya Bayi (Shopaholic #5)

Judul: Shopaholic & Baby: Si Gila Belanja Punya Bayi (Shopaholic #5)
Penulis: Sophie Kinsella
Penerjemah: Monica Dwi C
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 440 halaman
Goodreads Rating: 3.77/5.00

Rebecca Bloomwood, yang sekarang adalah Rebecca Brandon setelah resmi menjadi istri Luke Brandon, sedang menanti kelahiran anak pertamanya. Becky menanti kehadiran bayinya dengan sangat antusias. Matanya tidak bisa berhenti mengamati setiap ada kereta bayi cantik yang ia temui dan semakin lama semakin panjang daftar belanjaan yang ingin dibelinya.

Kehamilan Becky ditangani oleh dokter senior yang dahulu pernah menangani kelahiran Luke. Selama ini Becky tidak mempermasalahkan sampai pada suatu hari, di salah satu petualangan belanjanya, Becky bertemu dengan seorang wanita hamil yang ditangani oleh seorang dokter selebriti. Bayangan menghadiri konsultasi bersama dengan selebriti, jamuan minum teh yang elegan, dan melahirkan dengan gaya yang berkelas membuat Becky banting setir berusaha untuk ditangani oleh dokter selebriti bernama Venetia Carter itu.

Susah payah Becky membujuk Luke, sampai akhirnya Becky berhasil membuat janji untuk berkonsultasi dengan Venetia Carter. Masalahnya, dokter kandungan cantik berambut merah tergerai itu adalah mantan pacar Luke saat masih kuliah. Meskipun Becky yakin kehidupan rumah tangganya akan baik-baik saja, sejak bertemu Venetia Carter, Becky merasa insecure.

Salah satu yang membuat Becky semangat adalah mencari rumah baru. Becky bersikeras mendapatkan rumah yang mempunyai Kamar Sepatu sendiri. Becky jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat rumah besar impiannya. Tidak hanya Kamar Sepatu yang membuat Becky tertarik, rumah itu begitu luar biasa sampai Becky harus menyerahkan sepasang sepatu bot koboi Archie Swann miliknya untuk membujuk pemilik rumah supaya tidak memberikan rumah itu pada penawar yang lain.

Sementara itu, karir Becky tidak berjalan baik. Department store tempatnya bekerja, The Look, sepi pelanggan. Bahkan serangkaian berita buruk membuat tempat itu kian sepi. Becky memutar otak sampai akhirnya teringat seorang teman yang kini telah menjadi desainer terkenal, Danny Kovitz. Becky mengundang Danny untuk melalukan peragaan busana tunggal di The Look, demi meningkatkan penjualan.

Perusahaan Luke Brandon sedang dalam masa ekspansi besar-besaran sejak memenangkan tender dengan Arcodas. Dalam beberapa tahun ke depan, bisa dipastikan Luke dan Becky akan menjadi triliuner. Akan tetapi semua tidak semulus rencana, Arcodas bertindak semena-mena dan berusaha mengendalikan Luke. Dalam masa-masa krisis, Luke berusaha menyembunyikan masalahnya dari Becky.

***

Saturday, July 9, 2016

Jika: dan Hanya Jika

Judul: Jika dan Hanya Jika
Penulis: Alanda Kariza, Artasya Sudirman, Bella Panggabean, Desiyanti, Feba Sukmana, Gita Romadhona, Hanny Kusumawati, Mita M. Supardi, Nannette Isdito, Novi Kresna Murti, Rahne Putri, Stella Ang, Windy Ariestanty
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 224 halaman
Cetakan pertama, 2013
Goodreads Rating: 3.57/5.00

Dunia adalah kisah yang tersebar, jangan menunggu orang lain yang mendongengimu. Berkabarlah. 
Jika adalah sebuah kata pengandaian, merujuk pada keputusan di masa lalu.
Bagaimana jika... 
Seandainya jika... 
Jika saja...

Seringkali apabila keadaan saat ini tidak seperti pengharapan, kita berharap semesta berulang dan kita memilih keputusan lain yang sebenarnya sama saja, menjanjikan masa depan yang tak pasti.

  1. Pragagas: Sebuah Kabar dari Jika ~ Windy Ariestanty
  2. Setumpuk 'Jika' di Manhattan ~ Alanda Kariza
  3. Kisah Cinta di Balik Pintu Renta ~ Rahne Putri
  4. Perempuan yang Menunggu di Peron Dua ~ Gita Romadhona
  5. Ashes to Ashes ~ Stella Ang
  6. Tentang Kehilangan ~ Hanny Kusumawati
  7. Sepucuk Surat Cinta di Sebuah Stasiun Kereta ~ Feba Sukmana
  8. Between The Last Train Leaving and The First Train Arriving ~ Novi Kresna Murti
  9. Luna Membawa Luka ~ Nannette Isdito
  10. Penantian Rana ~ Desiyanti
  11. Pulang ~ Mita M. Supardi
  12. Kesempatan Kedua ~ Artasya Sudirman
  13. Musafir Asa ~ Bella Panggabean

13 penulis wanita, 13 cerita, 13 jika.

Memilih buah itu ibaratnya membuat keputusan dalam hidup. Kadang, dapat yang manis dan bisa kita langsung nikmati. Kadang, dapat yang masam, tapi bila kita mau berusaha sedikit, buah yang masam itu bisa jadi sesuatu yang enak. Keputusan-keputusan dalam hidup yang seringkali membuat kita harus berusaha lebih keras kadang memang susah dijalani di awalnya, membuat kita menyerah sebelum sempat menikmati hasilnya.
Sebagian besar cerita ditulis atas dasar kisah sedih, entah kisah sedih di masa lalu yang ingin diperbaiki atau kisah sedih yang terjadi karena keputusan di masa lalu.

Kisah Jika yang terkesan riang dan penuh dengan aura cinta adalah kisah yang diceritakan oleh Feba Sukmana dalam Sepucuk Surat Cinta di Sebuah Stasiun Kereta. Kisah tentang dua orang kekasih yang sedang jatuh cinta yang mencoba mengulang ingatan akan pertemuan pertama mereka dan pengandaian jika pertemuan itu tidak pernah terjadi. Kisah ini menjadi favorit saya selain karena alur ceritanya adalah kesamaan yang dimiliki tokoh perempuan di kisah ini dengan saya. Kami sama-sama suka menikmati dunia dari balik kaca jendela dalam sebuah perjalanan atau pun di sebuah tempat :-)

Sometimes we love a person too much we are afraid to admit his or her flaws.
Setumpuk 'Jika' di Manhattan bercerita tentang seorang anak yang merasa bersalah dengan perpisahan ayah dan ibunya di masa lalu. Berharap dengan pencariannya akan sosok ayah bisa menebus rasa bersalah yang selama ini dipendam. Banyak jika yang dipupuk dalam masa pencarian itu, dan kadang kenyataan tidaklah selalu sesuai dengan pengharapan.

Salah satu kisah favorit saya adalah Perempuan yang Menunggu di Peron Dua. Kisah yang tak pernah selesai antara Nayu dan Bhisma. Ending cerita semakin diperkuat dengan sebuah potongan berita yang diselipkan penulis.

Cerita yang paling menohok menurut saya adalah Sebuah Kehilangan. Sudut pandang diambil dari seorang wanita yang menjadi selingkuhan seorang laki-laki yang sedang sekarat. Bukan perasaan kehilangan wanita itu yang membuat kisah ini tak terlupakan, tapi oleh surat-surat yang dikirim istri laki-laki itu terhadap perempuan yang menjadi selingkuhannya.

Masih banyak jika yang ingin disampaikan 9 penulis perempuan lainnya. Sebuah pengandaian akan akhir yang lebih indah, pengandaikan akan kisah yang berbeda, dan seterusnya.

Cinta ini, menyelinap diam-diam serupa copet dalam bus yang padat, tanpa kusadari mencuri hatiku dengan kelebat gerak gesitnya, meninggalkan bolong kosong di rongga dada.

Happy Reading! :-) 

Saturday, July 2, 2016

The Moon That Embraces The Sun 1

Judul: The Moon That Embraces The Sun 1
Penulis: Jung Eun-gwol
Penerjemah: Rizke Radhya Burhan
Penerbit: Qanita
Tebal: 480 halaman
Cetakan I, November 2012
Goodreads Rating: 4.33/5.00

Hati yang selalu merindu, tetapi tidak bisa bertemu selain di dalam mimpi. Di dalam mimpi, aku pergi mencari kekasih, kekasih pun pergi mencariku, tetapi di dalam mimpi di hari yang panjang, aku berharap dapat bertemu pada mimpi yang akan datang.

Lee Hwon, seorang Putra Mahkota Joseon, jatuh cinta pada Heo Yeon Woo bahkan sebelum pernah bertemu muka.

Hwon adalah seorang Putra Mahkota yang pintar namun sulit diatur. Sudah berapa guru yang menyerah untuk mengajarnya. Sampai Heo Yeom, seorang pemuda seumurannya yang ditunjuk raja untuk mengajar Hwon. Pada awalnya Hwon melakukan tindakan yang sama seperti yang dilakukan kepada guru-guru yang lain, tapi reaksi yang diterima dari Yeom berbeda. Yeom tetap tenang dan tidak menanggapi ulah Hwon.

Melalui Yeom, Hwon mengenal Yeon Woo, adik perempuan Yeom, yang tingkah lakunya seperti Yeom. Pintar dan suka membaca. Melihat Yeom yang begitu rupawan, Hwon menerka Yeon Woo pasti begitu cantik. Melalui Yeom, Hwon mulai bertukar surat berbalas puisi kepada Yeon Woo.

Hwon begitu bersemangat ketika hari pengaturan pernikahannya ditentukan. Dia membujuk Yeom supaya Yeon Woo ikut mendaftar sebagai calon permaisurinya nanti. Yeom, sangat keberatan dengan bujukan Hwon. Siapapun tahu, peraturan di negeri itu mengharuskan perempuan yang tidak terpilih sebagai permaisuri sampai tahap tertentu harus menerima hidup dalam pengasingan tanpa menikah atau sebagai selir raja. Sementara kemungkinan Yeon Woo terpilih sebagai permaisuri begitu kecil karena Ibu Suri menginginkan perempuan dari keluarganyalah yang akan terpilih.

Rencana yang disusun Hwon untuk mengubah aturan pemilihan permaisuri berjalan lancar. Yeon Woo terpilih karena kecerdasannya. Sayang, kegembiraan hanya berlangsung sesaat. Yeon Woo mendadak sakit dan tak lama kemudian dikabarkan meninggal.

Bulan benderang melayang di atas laut, menerangi hingga ke ujung langit. Menyesali sepasang kekasih yang terpisah malam ini. Sepanjang malam saling terbayang. Di ruang tanpa lilin, cahaya bulan kesepian. Keluar menyingsing baju, lalu basah oleh embun. Tak mampu mengambilkan cahaya bulan benderang itu untuk kekasih. Karenanya bersumpah untuk kembali bertemu dengan kekasih di dalam mimpi.

8 tahun kemudian...
Hwon yang sekarang menjadi raja bertemu dengan seorang cenayang berparas secantik rembulan yang tidak bernama. Semenjak pertemuan itu, Hwon selalu menanti pertemuannya kembali. Meskipun Jae Woon, ungeom Raja telah mencari perempuan itu ke pelosok manapun, perempuan yang diberi nama Wol oleh Hwon itu tidak pernah ketemu.

Sementara Hwon, selama beberapa saat menderita sakit yang tidak diketahui penyebabnya. Segala upaya telah dilakukan tabib istana untuk mengetahui penyakit dan upaya penyembuhannya. Sampai pada akhirnya, seorang cenayang penyerap bencana didatangkan untuk menyerap penyakit yang diderita Hwon.

Cenayang penyerap bencana yang tidak lain adalah Wol, selama sebulan selalu mendatangi kamar Hwon saat Hwon sedang tertidur lelap. Semenjak itu, keadaan Hwon berangsur membaik. Selama sebulan itu juga, Jae Woon, ungeom yang selalu menemani raja dan Wol setiap malam, selalu menyembunyikan kehadiran Wol pada Hwon. Sampai pada hari terakhir, Jae Woon tidak bisa lagi memendamnya.

Setelah matahari terbenam di balik bukit sebelah barat, bulan berwarna putih akan naik ke puncak dari sebelah timur. Cahayanya bersinar menyinari langit dari tempat yang jauh.

Sementara itu, rasa penasaran Hwon akan kematian Yeon Woo timbul setelah bertemu kembali dengan Yeom, yang sekarang menjadi saudara iparnya setelah Yeom menikahi Putri Min Hwa. Ada yang aneh dengan surat terakhir yang ditulis Yeon Woo untuk Hwon. Makin lama kematian Yeon Woo terasa tidak wajar.

***